UMMUMM

Jurnal Teknik IndustriJurnal Teknik Industri

Perum Perhutani KBM-IK (Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu) Gresik adalah satuan organisasi dibawah Kantor Perum Perhutani Unit II Jawa Timur yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pengelolaan usaha di bidang Industi Kayu. Perum Perhutani telah menggunakan alat permesinan yang modern untuk proses produksi. Namun karena kelalaian operator/pekerja, sering menyebabkan timbulnya kecelakaan kerja. Seperti tidak menggunakannya alat pelindung diri sering dianggap remeh oleh operator. Metode yang digunakan yaitu SHERPA untuk mengidentifikasi sumber bahaya sedangkan JSA digunakan untuk memberikan solusi atas masalah yang dihadapi perusahaan. Perhitungan skor resiko diketahui nilai error terbesar terletak pada kegiatan mengambil potongan papan setelah dipotong menggunakan mesin band saw, memotong papan menggunakan mesin band resaw dan memotong kayu dengan mesin cros scut. Solusi yang diberikan adalah dengan meningkatkan pengawasan pada setiap proses, melakukan pelatihan K3, memberi sangsi tegas bagi operator yang tidak memakai APD dan membuat desain alat bantu berupa pembatas mesin band resaw dan handle pemegang pada mesin cros scut.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kecelakaan kerja di Perum Perhutani disebabkan oleh operator yang tidak menggunakan APD yang sesuai standar keselamatan, kurangnya pelatihan berkala, dan kurangnya perlindungan pada mesin-mesin produksi.Metode SHERPA dan JSA berhasil mengidentifikasi sumber-sumber bahaya dan memberikan usulan perbaikan yang spesifik.Penerapan pelatihan rutin, desain perlindungan mesin, dan penggunaan APD yang tepat dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan Perum Perhutani KBM Industri Kayu Gresik.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas berbagai jenis APD dalam mencegah kecelakaan kerja spesifik di industri kayu, dengan mempertimbangkan kenyamanan dan kemudahan penggunaan bagi operator. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem pelatihan K3 yang lebih interaktif dan berbasis simulasi, sehingga operator dapat mempraktikkan prosedur keselamatan dalam lingkungan yang aman dan terkendali. Ketiga, studi lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan teknologi sensor dan sistem peringatan dini untuk mendeteksi potensi bahaya di sekitar mesin-mesin produksi, seperti deteksi gerakan berbahaya atau kondisi mesin yang tidak normal, guna memberikan peringatan kepada operator secara real-time dan mencegah terjadinya kecelakaan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan budaya keselamatan kerja dan mengurangi risiko kecelakaan di industri kayu secara berkelanjutan.

Read online
File size754.86 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test