UNESAUNESA

Jurnal Rekayasa MesinJurnal Rekayasa Mesin

Ball mill merupakan salah satu mesin penting yang digunakan untuk memperkecil ukuran material menjadi mikro hingga nano. Dalam skala laboratorium, mesin ini sangat bermanfaat untuk penelitian dan pengembangan teknologi, namun biaya produksinya sering menjadi kendala. Penelitian ini bertujuan untuk meng secara detail sebagai acuan perencanaan yang lebih efisien. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan memproduksi satu unit mesin ball mill skala laboratorium secara nyata, dimulai dari tahap perencanaan hingga perhitungan dan estimasi biaya produksi. Hasil estimasi menunjukkan bahwa total biaya produksi mesin ball mill sebesar Rp 3.807.491, yang terdiri dari biaya material dan komponen Rp 3.094.600, biaya proses produksi Rp 512.891, dan biaya perencanaan Rp 200.000. Dengan margin keuntungan sebesar 35%, estimasi harga jual mesin direkomendasikan sebesar Rp 5.140.112 per unit. Dibandingkan dengan harga mesin ball mill skala laboratorium sejenis di pasaran, estimasi harga jual yang diperoleh masih berada pada kisaran yang lebih rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa estimasi biaya produksi memiliki peran penting sebagai dasar pengendalian anggaran, penentuan harga, serta strategi pengembangan mesin pada skala laboratorium maupun industri kecil.

Total biaya produksi mesin ball mill skala laboratorium dalam penelitian ini adalah Rp 3.491 dengan harga jual yang direkomendasikan sebesar Rp 5.112 per unit pada margin keuntungan 35%.Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya material dan bahan merupakan komponen biaya yang paling dominan, khususnya motor listrik yang memberikan kontribusi terbesar terhadap total biaya produksi.Efisiensi biaya dapat dicapai melalui substitusi komponen motor dengan alternatif yang lebih ekonomis tanpa menurunkan kinerja, penyederhanaan desain rangka untuk mengurangi kebutuhan material, serta peningkatan efektivitas proses manufaktur.Keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan produksi yang hanya melibatkan satu unit mesin, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji pengaruh skala produksi serta biaya operasional jangka panjang.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif terhadap berbagai desain mesin ball mill skala laboratorium dengan kapasitas dan spesifikasi yang berbeda. Hal ini dapat membantu dalam memahami pengaruh desain dan teknologi terhadap biaya produksi serta kinerja mesin. Selain itu, penelitian tentang optimasi proses manufaktur dan penggunaan bahan alternatif yang lebih ekonomis tanpa mengorbankan kualitas juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam pengembangan mesin ball mill skala laboratorium yang efisien dan ekonomis.

  1. DAUR ULANG PASIR SILIKA BEKAS INTI COR MELALUI TEKNIK BALL MILL UNTUK MENGEMBALIKAN DAYA IKATNYA | Simetris:... doi.org/10.24176/simet.v9i1.2097DAUR ULANG PASIR SILIKA BEKAS INTI COR MELALUI TEKNIK BALL MILL UNTUK MENGEMBALIKAN DAYA IKATNYA Simetris doi 10 24176 simet v9i1 2097
Read online
File size305.06 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test