UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI

Jurnal Teknologi Informasi dan KomputerJurnal Teknologi Informasi dan Komputer

Penelitian ini dilatar belakangi pada fenomena masa Pandemi Covid-19 yang menyebabkan orang tidak boleh berkumpul atau berkunjung ke UPTD. Museum Bali sehingga mempengaruhi turunnya jumlah kunjungan wisatawan ke UPTD. Museum Bali. Museum Bali merupakan museum tertua di Bali yang terletak di tengah Kota Denpasar yang memiki koleksi mengenai peradaban Bali. Maka dari fenomena tersebut, dibuatkan sebuah produk aplikasi Virtual tour 3600 Musuem Bali berbasis website, dimana wisatawan bisa mengunjungi dan seolah–olah berada di Museum Bali secara online. Tujuan dari aplikasi ini adalah memperkenalkan Museum Bali dan memberikan opsi lain serta pengalaman baru kepada para wisatawan untuk menikmati UPTD. Museum Bali, tanpa harus berkunjung secara langsung. Pembuatan aplikasi ini menggunakan metode MDLC (Multimedia Development Life Cycle). Hasil produk berupa aplikasi Virtual Tour 360 Degree UPTD. Museum Bali berbasis website. Dari hasil pengujian blackbox semua fungsi dinyatakan sesuai dan berjalan dengan baik.

Di era globalisasi, kolaborasi teknologi dan seni menjadi krusial, seperti upaya penyebaran informasi melalui aplikasi virtual tour Museum Bali berbasis website yang dikembangkan dengan metode MDLC.Museum Bali ini menjadi solusi efektif untuk mempromosikan museum, menyediakan informasi, serta menawarkan alternatif dan pengalaman baru bagi wisatawan, terutama di masa pandemi.Diharapkan, virtual tour dan website ini dapat meningkatkan promosi, wawasan wisatawan, dan penyediaan informasi yang lebih lengkap mengenai koleksi Museum Bali.

Berdasarkan keberhasilan pengembangan aplikasi virtual tour dan website Museum Bali ini, penelitian lanjutan dapat berfokus pada beberapa aspek krusial. Pertama, perlu dilakukan studi evaluasi mendalam terhadap pengalaman pengguna (UX) dan tingkat kepuasan wisatawan yang memanfaatkan aplikasi ini. Penelitian dapat menganalisis data perilaku pengguna, seperti durasi eksplorasi setiap segmen dan interaksi dengan informasi koleksi, melalui metode kualitatif dan kuantitatif, untuk mengidentifikasi elemen paling efektif serta potensi perbaikan interaktivitas dan daya tarik edukatif. Apakah desain visual dan narasi saat ini sudah optimal dalam memicu rasa ingin tahu mendalam tentang peradaban Bali?. . Kedua, penting untuk mengevaluasi secara empiris dampak nyata aplikasi virtual tour terhadap peningkatan kunjungan fisik dan kesadaran pelestarian budaya Museum Bali pasca-pandemi. Penelitian ini dapat menyelidiki korelasi antara paparan virtual tour dengan keputusan wisatawan untuk berkunjung langsung, serta efektivitasnya dalam menanamkan pemahaman dan apresiasi terhadap koleksi museum. Membangun model pengukuran dampak yang kuat akan memberikan wawasan berharga tentang nilai strategis digitalisasi museum.. . Ketiga, eksplorasi potensi pengembangan teknologi yang lebih mutakhir merupakan arah penelitian menarik. Bagaimana jika aplikasi ini diintegrasikan dengan teknologi Augmented Reality (AR) untuk menghadirkan objek koleksi secara tiga dimensi atau memanfaatkan Virtual Reality (VR) untuk menciptakan tur interaktif dengan pemandu virtual? Studi ini dapat mengeksplorasi kelayakan teknis, penerimaan pengguna, dan biaya implementasi teknologi baru tersebut guna memberikan pengalaman lebih mendalam dan personalisasi yang lebih tinggi, sekaligus menjaga relevansi Museum Bali di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat.

Read online
File size775.84 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test