UNESAUNESA
Jurnal Rekayasa MesinJurnal Rekayasa MesinAbrasi merupakan mekanisme keausan yang sering terjadi pada komponen mesin akibat kontak gesek berulang. Aluminium banyak digunakan karena sifatnya yang ringan dan tahan korosi, namun tetap rentan mengalami keausan apabila pelumasan tidak bekerja secara optimal. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun mesin uji abrasi skala laboratorium serta menganalisis pengaruh kecepatan putar terhadap keausan aluminium 6061 dengan pelumasan oli. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan yang meliputi perancangan, pembuatan, perakitan, uji fungsi, dan pengujian abrasi dengan variasi kecepatan 500, 1000, dan 1500 RPM, beban konstan 3 kg, waktu uji 30 menit, serta pelumas oli Shell SAE 10W-30. Data diperoleh dari pengukuran kehilangan massa spesimen sebelum dan sesudah pengujian serta evaluasi performa dan kestabilan mesin. Hasil penelitian menunjukkan mesin uji abrasi mampu beroperasi dengan baik dan dihasilkan data keausan yang konsisten, di mana kehilangan massa aluminium meningkat seiring bertambahnya kecepatan putar dan nilai keausan tertinggi terjadi pada 1500 RPM.
Mesin uji abrasi aluminium berhasil dirancang dan berfungsi baik pada pengujian skala laboratorium.Peningkatan kecepatan putar menyebabkan peningkatan laju keausan aluminium 6061.Mesin uji abrasi layak digunakan untuk evaluasi keausan material dengan pelumasan oli.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran untuk penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh jenis oli pelumas yang berbeda terhadap laju keausan aluminium 6061, dengan mempertimbangkan viskositas dan aditif yang terkandung di dalamnya. Kedua, penelitian dapat diperluas dengan menguji material lawan gesek yang berbeda, seperti baja tahan karat atau keramik, untuk memahami interaksi material dan pengaruhnya terhadap kinerja abrasi. Ketiga, pengembangan mesin uji abrasi dapat dilakukan dengan menambahkan sensor untuk mengukur suhu dan gaya gesek secara real-time, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme keausan dan optimasi parameter pengujian. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan material dan teknologi pelumasan yang lebih efisien dan tahan lama.
| File size | 267.32 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Lain halnya dengan motor balap, sistem starter tidak digunakan karena berpotensi menghambat power mesin. Rumusan masalah adalah mengetahui proses perancanganLain halnya dengan motor balap, sistem starter tidak digunakan karena berpotensi menghambat power mesin. Rumusan masalah adalah mengetahui proses perancangan
UMMUMM Penghematan biaya yang diperoleh dari penerapan metode ini signifikan untuk setiap komponen kritis, yaitu seal heater (23%), knife foil (22%), solenoidPenghematan biaya yang diperoleh dari penerapan metode ini signifikan untuk setiap komponen kritis, yaitu seal heater (23%), knife foil (22%), solenoid
UNIBAUNIBA Penggunaan Forklift Toyota tipe 8FD30 oleh operator Forklift, saat mengoperasikan Forklift kurang terealisasi dalam prosedur dan perlu diperbaharui. PerluPenggunaan Forklift Toyota tipe 8FD30 oleh operator Forklift, saat mengoperasikan Forklift kurang terealisasi dalam prosedur dan perlu diperbaharui. Perlu
ARITEKINARITEKIN Pengujian dilakukan dengan variasi waktu pemaparan yaitu 0, 15, 30, 45, 60, 75 dan 90 hari pada suhu minimum 23,90°C dan maksimum 31,80°C, dengan kelembapanPengujian dilakukan dengan variasi waktu pemaparan yaitu 0, 15, 30, 45, 60, 75 dan 90 hari pada suhu minimum 23,90°C dan maksimum 31,80°C, dengan kelembapan
ARITEKINARITEKIN Tujuan penelitian untuk memperoleh kekuatan tarik baja karbon penampang silindris dan baja karbon penampang segiempat. Metode penelitian dilakukan melaluiTujuan penelitian untuk memperoleh kekuatan tarik baja karbon penampang silindris dan baja karbon penampang segiempat. Metode penelitian dilakukan melalui
ARITEKINARITEKIN Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan lentur baja karbon rendah 698 MPa pada jarak tumpuan 160 mm dengan defleksi 1,1 mm, kekuatan lentur kayu usukHasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan lentur baja karbon rendah 698 MPa pada jarak tumpuan 160 mm dengan defleksi 1,1 mm, kekuatan lentur kayu usuk
ARITEKINARITEKIN Metode yang menggunakan secara kualitatif melalui observasi berdasarkan fakta dan aktivitas yang ada dilapangan. Analisa berdasarkan sesuaian kesan tempatMetode yang menggunakan secara kualitatif melalui observasi berdasarkan fakta dan aktivitas yang ada dilapangan. Analisa berdasarkan sesuaian kesan tempat
UNSULTRAUNSULTRA Kegiatan ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan identifikasi masalah, edukasi potensi ekonomi, pelatihan teknis produksi arang, penguatan kolaborasiKegiatan ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan identifikasi masalah, edukasi potensi ekonomi, pelatihan teknis produksi arang, penguatan kolaborasi
Useful /
UNESAUNESA Simulasi Moldflow meliputi analisis fill confidence, visual defects, warpage, air traps, dan deflection. Variasi komposisi material PLA dan pati singkongSimulasi Moldflow meliputi analisis fill confidence, visual defects, warpage, air traps, dan deflection. Variasi komposisi material PLA dan pati singkong
UNSULTRAUNSULTRA Beberapa kasus yang diberitakan media lokal menunjukkan bahwa perkelahian antar pelajar sering menimbulkan luka fisik, keresahan masyarakat, bahkan potensiBeberapa kasus yang diberitakan media lokal menunjukkan bahwa perkelahian antar pelajar sering menimbulkan luka fisik, keresahan masyarakat, bahkan potensi
UNSULTRAUNSULTRA Peta yang dihasilkan dapat menjadi dasar perencanaan yang lebih terarah dalam upaya mitigasi bencana di masa mendatang.melalui kegiatan pemetaan ini, telahPeta yang dihasilkan dapat menjadi dasar perencanaan yang lebih terarah dalam upaya mitigasi bencana di masa mendatang.melalui kegiatan pemetaan ini, telah
UNSULTRAUNSULTRA Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan program berupa sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi dan pelaporan. Evaluasi dilakukanMetode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan program berupa sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi dan pelaporan. Evaluasi dilakukan