UNESAUNESA

Jurnal Rekayasa MesinJurnal Rekayasa Mesin

Plastik konvensional banyak digunakan di Indonesia, namun sulit terurai dan berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Salah satu alternatif yang dikembangkan adalah bioplastik berbahan dasar Polylactic Acid (PLA) dan pati singkong. Penelitian ini bertujuan merancang cetakan sendok puding serta mengevaluasi kesesuaian hasil simulasi Moldflow dengan hasil pencetakan aktual menggunakan metode injection molding. Perancangan produk dan cetakan dilakukan menggunakan Autodesk Fusion 360 dengan dimensi produk 125,5 × 25,2 × 2 mm dan dimensi cetakan 132 × 60 × 35,6 mm. Simulasi Moldflow meliputi analisis fill confidence, visual defects, warpage, air traps, dan deflection. Variasi komposisi material PLA dan pati singkong yang digunakan adalah 40/60, 50/50, dan 60/40 (% volume), masing-masing dilakukan tiga kali pengujian (n = 3). Proses pencetakan dilakukan pada suhu cetakan 160 °C dan suhu injeksi 190 °C dengan waktu pendinginan sekitar 5 menit. Pengukuran dimensi dilakukan menggunakan jangka sorong digital setelah produk mencapai kondisi stabil. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dimensi antara hasil simulasi dan produk aktual yang bervariasi pada setiap rasio material. Deviasi dimensi terbesar terjadi pada rasio 40% PLA dan 60% pati singkong dengan nilai maksimum 14,9%, sedangkan rasio 50% PLA dan 50% pati singkong menunjukkan hasil paling mendekati desain dengan deviasi minimum sebesar 0,72%. Hasil ini menunjukkan adanya tren bahwa komposisi material berpengaruh terhadap stabilitas dimensi dan jenis cacat produk bioplastik hasil injection molding.

Simulasi Moldflow menunjukkan kemampuan pengisian cetakan yang baik ditunjukkan oleh fill confidence 100%, serta memprediksi adanya cacat produk seperti weld lines, air traps, dan warpage di area tertentu.Komposisi material mempengaruhi stabilitas dimensi produk, dengan rasio 50% PLA dan 50% pati singkong menghasilkan deviasi dimensi paling kecil, yaitu panjang 0,00%, lebar 0,40%, dan tebal 50%.Deviasi terbesar dan cacat produk yang dominan dialami oleh komposisi 40% PLA dan 60% pati singkong.

Pertama, perlu diteliti pengaruh variasi suhu cetakan dan waktu pendinginan terhadap stabilitas dimensi dan cacat produk pada komposit PLA-pati singkong, karena parameter proses sangat berpengaruh terhadap kualitas cetakan namun belum dieksplorasi secara sistematis dalam penelitian ini. Kedua, penting untuk menguji penggunaan aditif penguat seperti serat alam atau nanokomposit pada rasio PLA-pati singkong 50/50 untuk mengevaluasi peningkatan sifat mekanik dan reduksi warpage, mengingat komposit tersebut menunjukkan akurasi dimensi terbaik tetapi masih mengalami cacat defleksi. Ketiga, perlu dikembangkan studi jangka panjang tentang laju biodegradasi produk sendok puding dari berbagai rasio campuran tersebut dalam kondisi lingkungan nyata, guna menilai kinerja lingkungan produk secara menyeluruh, karena penelitian saat ini fokus pada aspek manufaktur namun belum menyentuh aspek degradasi setelah penggunaan.

Read online
File size667.7 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test