ARITEKINARITEKIN

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik SipilKonstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil

Tidak diketahuinya secara tepat kekuatan tarik baja karbon penampang silindris dan baja karbon penampang segiempat sebagai masalah yang dihadapi. Tujuan penelitian untuk memperoleh kekuatan tarik baja karbon penampang silindris dan baja karbon penampang segiempat. Metode penelitian dilakukan melalui pembubutan spesimen baja karbon menjadi diameter 7,92 mm, panjang 200 mm dan pengefraisan baja karbon penampang lebar 12 mm, tebal 4 mm, pengaturan mesin uji tarik Tarno Grocky, penjepitan kedua ujung spesimen dengan grips, pengujian tarik hingga spesimen menjadi patah, pengukuran gauge length setelah spesimen putus dan ditangkupkan secara tepat kembali, pembuatan kurva tegangan dan regangan, dan analisis hasil uji tarik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan tarik baja karbon dengan penampang silindris sebesar 554 MPa pada regangan 3,86 %, kekuatan luluhnya 514 MPa pada regangan 3,06 % dan kekuatan tarik baja karbon penampang segiempat 712 MPa pada regangan 2,45 % dan kekuatan luluhnya 487 MPa pada regangan 0,59 % yang implikasi bahwa kedua baja tersebut patah ulet, karena mengalami pengecilan penampang (necking) yang termasuk ST 60 karena kekuatan luluhnya lebih dari 360 MPa.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan tarik baja karbon penampang silindris sebesar 554 MPa dan penampang segiempat sebesar 712 MPa, dengan kekuatan luluh masing-masing 514 MPa dan 487 MPa.Kedua spesimen mengalami kegagalan ulet akibat necking, menunjukkan sifat daktil yang tinggi.Baja tersebut termasuk dalam kelas ST 60 karena kekuatan luluhnya melebihi 360 MPa.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh bentuk ujung spesimen terhadap terjadinya selip selama pengujian tarik, khususnya dengan membandingkan spesimen berulir, spesimen bertonjolan las, dan spesimen membesar di ujung, untuk menentukan desain paling efektif dalam mencegah kesalahan pengukuran. Kedua, sebaiknya diteliti pengaruh dimensi penampang terhadap sifat mekanik baja karbon melalui variasi diameter dan ketebalan yang lebih luas, guna mengonfirmasi apakah perbedaan kekuatan tarik antar bentuk penampang murni akibat variasi ukuran atau proses fabrikasi. Ketiga, perlu dikembangkan studi perbandingan kekuatan tarik antara baja karbon yang sama namun melalui metode fabrikasi berbeda seperti pembubutan dan pengefraisan, untuk mengidentifikasi pengaruh proses pengerjaan terhadap integritas struktural dan hasil pengujian mekanik secara lebih dalam.

  1. Mechanical Properties of ASTM A572 Grades 50 and 60 Steels at High Temperatures | MDPI. mechanical properties... mdpi.com/2076-3417/11/24/11833Mechanical Properties of ASTM A572 Grades 50 and 60 Steels at High Temperatures MDPI mechanical properties mdpi 2076 3417 11 24 11833
  2. ANALISIS SIFAT MEKANIK PIPA CARBON STEEL GRADE A A106 DAN GRADE B A53 UNTUK PROSES PRODUKSI PADA KILANG... ejournal.upnvj.ac.id/index.php/BinaTeknika/article/view/1413ANALISIS SIFAT MEKANIK PIPA CARBON STEEL GRADE A A106 DAN GRADE B A53 UNTUK PROSES PRODUKSI PADA KILANG ejournal upnvj ac index php BinaTeknika article view 1413
Read online
File size1 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test