UNCMUNCM
Jurnal Genta MuliaJurnal Genta MuliaPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik kelas V SDN 1 Tatura Palu melalui penggunaan media konkret pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan materi gaya magnet. Penelitian dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengukur peningkatan keaktifan belajar siswa. Penelitian ini melibatkan 20 siswa kelas V sebagai subjek. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis data kualitatif dan kuantitatif dari lembar observasi, tes keaktifan belajar, dan wawancara selama proses pembelajaran. Indikator keberhasilan yang ditetapkan dengan target ketuntasan keaktifan belajar sebesar 80 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media konkret secara signifikan meningkatkan keaktifan belajar siswa. Pada tahap prasiklus, keaktifan belajar siswa hanya mencapai 52 persen. Setelah penggunaan media konkret, keaktifan belajar meningkat menjadi 70 persen pada Siklus I dan mencapai 89 persen pada Siklus II. Penelitian ini membuktikan bahwa media konkret mampu mendorong keaktifan belajar siswa secara konsisten, terutama dalam aspek partisipasi aktif, interaksi siswa, keterlibatan dalam diskusi, dan kemampuan menyelesaikan tugas. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media konkret pada pembelajaran IPAS dengan materi gaya magnet efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas V SDN 1 Tatura Palu.
Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media konkret diorama dalam pembelajaran IPAS secara signifikan mampu meningkatkan keaktifan pada pembelajaran IPAS materi Gaya dan magnet siswa kelas di SDN 1 Tatura Palu.Berdasarkan data yang dikumpulkan pada dua siklus, diorama terbukti efektif dalam membantu siswa menginternalisasi konsep Gaya magnet melalui pengalaman visual dan konkret, sehingga mendorong keaktifan siswa secara konsisten di setiap indikator.Pada siklus II, keaktifan siswa meningkat dari nilai rata-rata 52% pada prasiklus menjadi 89%, melampaui target ketuntasan yang telah ditetapkan sebesar 80%.Temuan ini mengonfirmasi bahwa media konkret tidak hanya dapat memudahkan siswa dalam pembelajaran, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar mereka dalam lingkungan yang lebih interaktif dan nyata.Selain itu, penelitian ini membuktikan bahwa pembelajaran yang didukung oleh media dapat memantun siswa dalam pembelajaran sehingga siswa dapat termotivasi dalam belajar yang akhirnya menjadikan siswa aktif dalam kelas.Pendekatan ini relevan dengan kebutuhan pembelajaran di era saat ini yang berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman berbasis praktik nyata.Untuk penerapan di masa depan, disarankan agar penggunaan media konkret lainnya terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran siswa dalam memahami konsep-konsep sains yang kompleks.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan dan menerapkan media konkret yang lebih beragam dan inovatif dalam pembelajaran IPAS. Media konkret yang digunakan dapat disesuaikan dengan materi yang diajarkan, sehingga dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa secara lebih efektif. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan pentingnya pembelajaran yang didukung oleh media dalam meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan media konkret yang interaktif dan menarik, serta mengeksplorasi dampak penggunaan media konkret terhadap hasil belajar siswa secara lebih mendalam. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar.
| File size | 201.23 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
ALMAARIFALMAARIF Setiap siklus dilakukan tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data ini meliputi wawancara dengan guru kelas 5 SDN GadingSetiap siklus dilakukan tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data ini meliputi wawancara dengan guru kelas 5 SDN Gading
ARIMSIARIMSI Latar belakang penelitian ini dari kesulitan siswa memahami materi matematika yang disampaikan dalam bahasa Indonesia baku, karena sehari-hari mereka menggunakanLatar belakang penelitian ini dari kesulitan siswa memahami materi matematika yang disampaikan dalam bahasa Indonesia baku, karena sehari-hari mereka menggunakan
ALMAARIFALMAARIF Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menghitung rata-rata dan persentase skor minat belajar serta secara kualitatif melalui deskripsi aktivitasAnalisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menghitung rata-rata dan persentase skor minat belajar serta secara kualitatif melalui deskripsi aktivitas
ALMAARIFALMAARIF Langkah-langkahnya adalah: 1) Membuat rencana, 2) melaksanakan rencana, 3) mengamati, dan 4) melakukan refleksi. Peneliti menggunakan analisis data kualitatifLangkah-langkahnya adalah: 1) Membuat rencana, 2) melaksanakan rencana, 3) mengamati, dan 4) melakukan refleksi. Peneliti menggunakan analisis data kualitatif
ALMAARIFALMAARIF Penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Team Games Tournament (TGT) berhasil meningkatkan keterlibatan belajar siswa kelasPenelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Team Games Tournament (TGT) berhasil meningkatkan keterlibatan belajar siswa kelas
STITMAKRIFATULILMISTITMAKRIFATULILMI Evaluasi merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran, membantu tenaga pendidik menyempurnakan pengajaran dan memahami kemampuan siswa. EvaluasiEvaluasi merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran, membantu tenaga pendidik menyempurnakan pengajaran dan memahami kemampuan siswa. Evaluasi
E JOURNALLPPMUNSAE JOURNALLPPMUNSA Metode pembelajaran simulasi secara signifikan meningkatkan keterampilan dan efikasi diri mahasiswa dalam Bantuan Hidup Dasar (BHD). Hasil ini dapat menjadiMetode pembelajaran simulasi secara signifikan meningkatkan keterampilan dan efikasi diri mahasiswa dalam Bantuan Hidup Dasar (BHD). Hasil ini dapat menjadi
UNISMUHUNISMUH Hasil penelitian pengintegrasian pendidikan karakter keagamaan pada mata pelajaran fisika melalui pembelajaran hakikat ilmu fisika dan keselamatan kerjaHasil penelitian pengintegrasian pendidikan karakter keagamaan pada mata pelajaran fisika melalui pembelajaran hakikat ilmu fisika dan keselamatan kerja
Useful /
ALMAARIFALMAARIF Pembelajaran tematik merupakan metode pendidikan yang melibatkan penggabungan konten dari berbagai keterampilan dasar dan mata kuliah. Di sisi lain, masihPembelajaran tematik merupakan metode pendidikan yang melibatkan penggabungan konten dari berbagai keterampilan dasar dan mata kuliah. Di sisi lain, masih
ALMAARIFALMAARIF Hasil belajar siswa pada postest siklus I meningkat yaitu sebanyak 15 siswa yang memenuhi KKTP dengan nilai tertingi 80, tes dilanjut kembali pada siklusHasil belajar siswa pada postest siklus I meningkat yaitu sebanyak 15 siswa yang memenuhi KKTP dengan nilai tertingi 80, tes dilanjut kembali pada siklus
UNISLAUNISLA Penyebab utama meliputi kurangnya kepercayaan diri, rasa takut membuat kesalahan, rasa malu, kecemasan, serta motivasi yang rendah. Berdasarkan analisisPenyebab utama meliputi kurangnya kepercayaan diri, rasa takut membuat kesalahan, rasa malu, kecemasan, serta motivasi yang rendah. Berdasarkan analisis
UNISLAUNISLA Slogan dalam Iklan Layanan Masyarakat (PSA) memiliki berbagai makna yang diekspresikan secara berbeda, sehingga perlu dianalisis melalui tindakan tuturSlogan dalam Iklan Layanan Masyarakat (PSA) memiliki berbagai makna yang diekspresikan secara berbeda, sehingga perlu dianalisis melalui tindakan tutur