UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI

JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen IndustriJATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri

Pengaturan lampu lalu lintas di persimpangan jalan untuk mengatur kelancaran arus kendaraan dan juga mengakomodasi tiap kepentingan pengguna jalan. Tujuan penelitian untuk menganalisis tingkat kepadatan kendaraan di persimpangan Bandar Kidul Kota Kediri berdasarkan pengaturan traffic light. Populasi penelitian yaitu seluruh kendaraan yang melewati Simpang Empat Bandar Kidul. Sampel penelitian yaitu kendaraan yang melewati persimpangan Bandar Kidul, dengan waktu pengamatan sejak 2-3 Juli 2017 pada pagi, siang dan sore masing-masing selama satu jam pengamatan. Data dianalisis dengan metode Greenshield dan metode Webster. Hasil analisis model Greenshield pada pagi arah masuk dari Jalan Bandar Ngalim memiliki volume maksimum yaitu Vmax 303,58 smp/jam/lajur menuju jalan KH Wachid Hasyim dan jalan KH Agus Salim, sedangkan volume maksimum di Bandar Ngalim pada sore yaitu Vmax 191,51Smp/Jam/lajur. Sedangkan pada model Webster, waktu nyala lampu hijau fase 1 29,37 detik, nyala lampu fase 2 29,98 detik, nyala lampu hijau fase 3 sebesar 31,56 detik dan nyala lampu hijau fase 4 sebesar 31,33 detik. Sedangkan nyala lampu merah fase 1 97,80 detik, nyala lampu merah fase 2 97,20 detik, nyala lampu merah fase 3 95,69 detik, dan nyala lampu merah fase 4 95,80 detik.

Berdasarkan hasil yang diperoleh, tipe dari kondisi lalu lintas di Bandar Kidul adalah cukup padat (CP) Jalan KH.Hasyim Asyari), cukup padat (CP) di jalur Jalan KH.Wachid Hasyim, sangat padat (SP) di Jalan Bandar Ngalim menuju Jalan KH.Agus Salim dan sangat padat (SP) di Jalan KH.Berdasarkan analisis menggunakan metode Greenshields diperoleh model hubungan antar karakteristik volume (q), kecepatan (v), kerapatan (k) dan volume maksimum (Vmax).Didapatkan temuan bahwa hari Senin pagi arah masuk dari Jalan Bandar Ngalim merupakan volume maksimum yang terbesar terjadi yaitu Vmax sebesar 303,58 smp/jam/lajur menuju jalan KH Wachid Hasyim dan jalan KH Agus Salim sedangkan volume maksimum pada jalan Bandar Ngalim terjadi pada hari Minggu Sore yaitu Vmax sebesar 191,51 Smp/Jam/lajur.Berdasarkan analisis menggunakan metode Webster, waktu-nyala lampu hijau pada jalur utara atau fase 1 sebesar 29,37 detik, waktu-nyala lampu hijau pada jalur selatan atau fase 2 sebesar 29,98 detik, waktu-nyala lampu hijau pada jalur timur atau fase 3 sebesar 31,56 detik dan waktu-nyala lampu hijau pada jalur barat atau fase 4 sebesar 31,33 detik.Sedangkan untuk waktu-nyala lampu merah pada jalur utara atau fase 1 sebesar 97,80 detik, waktu-nyala lampu merah pada jalur selatan atau fase 2 sebesar 97,20 detik, waktu-nyala lampu merah pada jalur timur atau fase 3 sebesar 95,69 detik, dan waktu-nyala lampu merah pada fase barat atau fase 4 sebesar 95,80 detik.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi penerapan sistem kontrol lampu lalu lintas adaptif yang menyesuaikan waktu nyala secara real‑time berdasarkan data volume kendaraan yang diperoleh dari sensor di persimpangan Bandar Kidul, serta membandingkannya dengan metode Webster berbasis waktu tetap untuk melihat peningkatan efisiensi aliran lalu lintas. Selanjutnya, studi dapat menyelidiki pengaruh penataan khusus kendaraan sepeda motor pada posisi terdepan dalam antrian lampu hijau terhadap tingkat throughput kendaraan dan keselamatan, dengan menguji variasi desain jalur dan aturan prioritas. Selain itu, penelitian dapat mengkaji efektivitas kombinasi pelebaran jalan pada fase‑fase dengan kepadatan tinggi dan optimalisasi siklus sinyal menggunakan model simulasi dinamis, untuk menentukan sejauh mana perubahan geometris jalan serta penyesuaian siklus dapat secara komprehensif mengurangi panjang antrean dan waktu penundaan pada kondisi sangat padat.

Read online
File size1.08 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test