UNCMUNCM

Jurnal Genta MuliaJurnal Genta Mulia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran IPA dan untuk mengetahui hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran IPA kelas III SD Negeri Kuala Trang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian penelitian tindakan kelas. Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Negeri Kuala Trang, dengan jumlah siswa 16 orang. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berdiferensiasi dalam penelitian ini di dalamnya terdapat empat tahapan utama kegiatan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi dan dilaksanakan dalam bentuk 2 siklus berulang. Penerapan model pembelajaran berdiferensiasi sangat efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gerak benda. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya persentase hasil belajar siswa pada tiap siklusnya. Dengan menggunakan beberapa tahapan siklus yaitu pra siklus, siklus I, dan siklus II. Pada pra siklus dari 16 siswa terdapat 3 siswa yang tuntas atau (18,75%) dan 13 siswa tidak tuntas (81,25%) dan pada siklus I dari 16 siswa terdapat 8 siswa yang tuntas atau (50,00%) dan 8 siswa yang tidak tuntas (50,00%). Selanjutnya pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang sangat signifikan yaitu dari 16 siswa terdapat 14 siswa yang tuntas atau (87,5%) dan hanya 2 siswa yang tidak tuntas (12,5%).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berdiferensiasi, yang melibatkan empat tahapan utama (perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi) dan dilaksanakan dalam dua siklus, terbukti efektif.Efektivitas model ini sangat signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Kuala Trang pada materi gerak benda.Peningkatan tersebut terlihat jelas dari persentase ketuntasan belajar siswa yang meningkat drastis dari 18,75% pada pra-siklus, menjadi 50% pada siklus I, hingga mencapai 87,5% pada siklus II.

Penelitian ini menunjukkan keberhasilan model pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas III SD. Untuk melengkapi temuan ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk meneliti bagaimana efektivitas model pembelajaran berdiferensiasi ketika diterapkan pada mata pelajaran atau jenjang kelas yang berbeda, misalnya di kelas tinggi SD atau untuk mata pelajaran non-eksakta seperti Bahasa Indonesia atau IPS. Ini penting untuk melihat apakah model ini memiliki universalitas dalam peningkatakan hasil belajar di konteks yang lebih luas. Selanjutnya, meskipun penelitian ini mengonfirmasi efektivitas model secara umum, pemahaman yang lebih mendalam tentang komponen diferensiasi akan sangat berharga. Penelitian masa depan dapat difokuskan pada analisis spesifik terhadap dampak diferensiasi konten, proses, atau produk pembelajaran terhadap kelompok siswa dengan karakteristik tertentu, seperti gaya belajar visual, auditori, atau kinestetik, serta tingkat kesiapan belajar yang bervariasi. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi diferensiasi mana yang paling optimal untuk berbagai kebutuhan siswa. Terakhir, karena penelitian tindakan kelas seringkali bersifat jangka pendek, penting untuk menelusuri dampak jangka panjang dari penerapan model berdiferensiasi. Studi lanjutan bisa mengkaji pengaruhnya terhadap aspek-aspek penting lain seperti motivasi intrinsik siswa, pengembangan keterampilan berpikir kritis, atau kreativitas mereka dalam menghadapi tantangan belajar selama satu semester atau satu tahun ajaran. Selain itu, mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat, seperti peran kepala sekolah, pelatihan guru yang berkelanjutan, dan ketersediaan sumber daya, akan sangat membantu dalam merumuskan rekomendasi implementasi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di lingkungan sekolah dasar.

Read online
File size168.75 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test