KOMPETIFKOMPETIF

Jurnal Daya SaingJurnal Daya Saing

Reformasi birokrasi dan meningkatnya ekspektasi publik menuntut pemerintah menjadi lebih adaptif, transparan, dan responsif. Peningkatan kinerja ASN menjadi kunci, sehingga perilaku kerja inovatif, mempromosikan, dan mengimplementasikan gagasan baru menjadi kebutuhan strategis. Inovasi memerlukan dukungan sumber daya yang dikelola secara bijaksana. Dalam konteks ini, efisiensi anggaran berperan krusial, bukan sekadar pemotongan biaya, melainkan optimalisasi penggunaan dana untuk mencapai kinerja maksimal. Sistem kontrol anggaran yang efektif memengaruhi keputusan investasi pada pengembangan SDM. Pengelolaan anggaran yang strategis mampu mengurangi pemborosan dan mengarahkan sumber daya pada perbaikan proses serta penguatan inovasi di sektor publik.

Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia, khususnya perilaku kerja inovatif, dengan menguji pengaruh efisiensi anggaran terhadap self directed learning dan dampaknya pada perilaku kerja inovatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif, karena pengelolaan keuangan yang strategis mendorong pegawai bekerja lebih efektif dan kreatif.Efisiensi anggaran berpengaruh positif terhadap self directed learning, di mana keterbatasan anggaran memacu pegawai secara proaktif mengembangkan kompetensi secara mandiri.Self directed learning terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif, karena kemandirian belajar meningkatkan kapasitas intelektual dan kepercayaan diri dalam menghasilkan serta mengimplementasikan ide baru.Selain itu, self directed learning memediasi secara signifikan pengaruh efisiensi anggaran terhadap perilaku kerja inovatif.Temuan ini menegaskan pentingnya membangun ekosistem organisasi yang tidak hanya berorientasi pada penghematan biaya, tetapi juga mendorong otonomi belajar agar tumbuh meski dalam keterbatasan anggaran.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi perilaku kerja inovatif, seperti budaya organisasi, kepemimpinan, dan dukungan manajemen. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada dampak jangka panjang dari efisiensi anggaran terhadap perilaku kerja inovatif, termasuk bagaimana perubahan perilaku ini dapat berdampak pada kinerja organisasi secara keseluruhan. Ketiga, penelitian juga dapat menyelidiki strategi-strategi spesifik yang dapat diterapkan oleh organisasi untuk meningkatkan self directed learning dan mendorong inovasi di tengah keterbatasan anggaran.

  1. Trust, Connectivity, and Thriving: Implications for Innovative Behaviors at Work - CARMELI - 2009 - The... doi.org/10.1002/j.2162-6057.2009.tb01313.xTrust Connectivity and Thriving Implications for Innovative Behaviors at Work CARMELI 2009 The doi 10 1002 j 2162 6057 2009 tb01313 x
  2. IJAEMS: The Role of Organizational Psychology in Enhancing Employee Well-Being. ijaems role psychology... doi.org/10.22161/ijaems.112.9IJAEMS The Role of Organizational Psychology in Enhancing Employee Well Being ijaems role psychology doi 10 22161 ijaems 112 9
  3. Meaningful Work, Job Resources, and Employee Engagement. meaningful work job resources employee engagement... doi.org/10.3390/su13074045Meaningful Work Job Resources and Employee Engagement meaningful work job resources employee engagement doi 10 3390 su13074045
Read online
File size545.25 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test