UNSURYAUNSURYA

JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAANJTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Pasar MRO di Indonesia tumbuh cukup tinggi, yaitu sekitar 9,2% per tahun hingga 2025, nomor dua setelah India dengan laju pertumbuhan pasar MRO sekitar 10,0% per tahun dan di atas China dengan laju pertumbuhannya sekitar 8,7% per tahun. Pada tahun 2018, pasar MRO Indonesia sekitar 1 juta US$ dan hanya terserap oleh MRO Indonesia sekitar 30%. Sebagian besar dari 70% porsi pasar MRO yang tidak terserap adalah klaster engine dan component maintenance. Sementara itu, sebagian besar existing MRO Indonesia adalah klaster engine dan component maintenance. Terjadi anomali penyerapan pasar MRO Indonesia. Penyebab anomali tersebut adalah kapabilitas dan kapasitas MRO Indonesia masih kurang, kualitas MRO belum standar Internasional, kuantitas dan kualitas teknisi masih kurang, dan rantai nilai pengadaan spare parts pesawat terbang tidak efisien. Strategi jangka pendek-menengah adalah mengembangkan kapabilitas dan kapasitas existing MRO, terutama klaster engine dan component maintenance tipe pesawat B737-800/900, A320-200, dan ATR 42/72. Strategi jangka panjang adalah membangun Aerospace Park di Indonesia Barat, Tengah, dan Timur.

Dari peluang pasar MRO Indonesia sebesar 1 milyar USD pada tahun 2018, hanya terserap sekitar 30% (300 juta USD) dan sekitar 70% (700 juta USD) masih dikirim ke MRO luar negeri.Sebagian besar pasar MRO Indonesia yang dikirim ke MRO luar negeri adalah klaster engine maintenance dan component maintenance.Sementara itu, MRO yang ada di Indonesia sebagian besar adalah klaster engine maintenance dan component maintenance.Penyebab kondisi anomali tersebut adalah kurangnya kapabilitas dan kapasitas MRO Indonesia, khususnya klaster tipe componenet maintenance untuk pesawat yang mempunyai populasi terbanyak, yaitu B737-800/900, A320-200, dan ATR 42/72.Selain itu, juga disebabkan oleh belum standarnya kualitas MRO, masih kurangnya kuantitas dan kualitas teknisi pesawat terbang, dan belum efisiennya rantai nilai pengadaan barang dan jasa spare parts pesawat terbang.Strategi pengembangan MRO Indonesia dan jangka pendek-menengah adalah mengembangkan kapabilitas dan kapasitas MRO, terutama klaster component engine maintenance terutama tipe pesawat B737-800/900, A320-200, dan ATR 42/72.Selain itu, juga meningkatkan kualitas MRO, meningkatkan kualitas dan kuantitas teknisi MRO, dan meningkatkan efisiens rantai nilai proses pengadaan barang dan jasa.Strategi jangka Panjang adalah membangun aerospace park di lokasi yang mempunyai infrastruktur memadai untuk perawatan pesawat terbang terpadu.

Untuk meningkatkan daya saing MRO Indonesia, perlu dilakukan pengembangan kapabilitas dan kapasitas MRO, terutama untuk klaster component engine maintenance tipe pesawat B737-800/900, A320-200, dan ATR 42/72. Selain itu, perlu dilakukan peningkatan kualitas MRO dan teknisi MRO, serta efisiensi rantai nilai pengadaan barang dan jasa. Strategi jangka panjang yang diusulkan adalah pembangunan Aerospace Park di Indonesia Barat, Tengah, dan Timur, yang dapat menjadi pusat perawatan pesawat terbang terpadu. Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing MRO Indonesia, seperti kualitas teknisi, efisiensi rantai nilai, dan strategi pengembangan MRO yang optimal.

  1. REVIEW KLASTER MRO DI INDONESIA DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA | JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN.... doi.org/10.35894/jtk.v4i2.314REVIEW KLASTER MRO DI INDONESIA DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA JTK JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN doi 10 35894 jtk v4i2 314
Read online
File size467.65 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test