UNSURYAUNSURYA
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAANJTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAANMakalah ini menjelaskan tentang perhitungan dan menganalisa lintasan terbang roket model satu tingkat dengan menggunakan komputerisasi atau perangkat lunak sebagai salah satu alat analitik. Adapun perangkat lunak yang digunakan adalah Visual Basic 6.0 untuk menganalisis lintasan terbang motor roket berbahan bakar padat dan MatCad 2000 untuk mendapatkan gambaran kedudukan dan riwayat roket terhadap ketinggian. Analisis perhitungan yang dilakukan meliputi ketinggian terbang maksimum, kecepatan terbang, kedudukan roket dan perhitungan mengenai perbandingan massa, kecepatan pancar gas, impuls total, kecepatan pancar gas efektif dan spesifik impuls pada berbagai ketinggian. Kesimpulan yang diperoleh adalah Roket mencapai titik tertinggi (culmination point) di ketinggian 31.589,66 meter dalam waktu 178,13 detik setelah roket mulai diluncurkan. Bagian roket di ketinggian 17.772,49 meter dalam waktu 11.23 detik akan mengalami titik mati dan akan meluncur dengan kecepatan Voff sampai titik puncak (culmination point).
Roket mencapai titik tertinggi pada ketinggian 31.589,66 meter dalam 178,13 detik setelah peluncuran.23 detik mengalami titik mati dan meluncur dengan kecepatan Voff hingga titik puncak.Setelah mencapai titik puncak, selongsong roket akan jatuh bebas dan payload akan turun dengan bantuan parasut.
Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan mempertimbangkan pengaruh gaya hambat udara yang lebih akurat pada lintasan terbang roket, termasuk variasi kepadatan udara terhadap ketinggian dan kecepatan roket. Selain itu, studi tentang optimasi desain nozel roket untuk meningkatkan efisiensi dorong dan impuls spesifik juga perlu dilakukan. Terakhir, pengembangan simulasi yang lebih kompleks dengan memasukkan faktor-faktor seperti angin dan stabilitas roket akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang perilaku roket selama penerbangan, sehingga dapat meningkatkan performa dan keandalan roket model yang dikembangkan oleh LAPAN. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi roket di Indonesia dan meningkatkan kualitas pendidikan serta teknologi penerbangan dan antariksa.
| File size | 267.86 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
LAPANLAPAN Adanya penahan beban dapat merubah kecepatan awal roket sehingga dapat meningkatkan kestabilan terbang roket. Hasil optimasi menunjukkan bahwa pengaturanAdanya penahan beban dapat merubah kecepatan awal roket sehingga dapat meningkatkan kestabilan terbang roket. Hasil optimasi menunjukkan bahwa pengaturan
LAPANLAPAN Walaupun hasil uji terbang yang telah dilakukan cukup baik, namun masih diperlukan perbaikan, baik desain maupun proses pembuatannya agar lebih ringanWalaupun hasil uji terbang yang telah dilakukan cukup baik, namun masih diperlukan perbaikan, baik desain maupun proses pembuatannya agar lebih ringan
LAPANLAPAN Uji statik roket berbobot 598 kg, berat propelan 254 kg menghasilkan gaya dorong 3500 kgf dan waktu p e m b a k a r an 13 detik. t e l ah d i l a k u kUji statik roket berbobot 598 kg, berat propelan 254 kg menghasilkan gaya dorong 3500 kgf dan waktu p e m b a k a r an 13 detik. t e l ah d i l a k u k
LAPANLAPAN Skenario ini muncul dari analisis orbit, akses stasiun bumi, dan parameter data citra. Kedua pendekatan dapat diterapkan pada program satelit LAPAN danSkenario ini muncul dari analisis orbit, akses stasiun bumi, dan parameter data citra. Kedua pendekatan dapat diterapkan pada program satelit LAPAN dan
LAPANLAPAN Pengukuran nilai error bias (drift) telah dilakukan pada keenam unit sensor gyro (tipe uFORS-4) dengan memanfaatkan pergerakan rotasi bumi sebagai nilaiPengukuran nilai error bias (drift) telah dilakukan pada keenam unit sensor gyro (tipe uFORS-4) dengan memanfaatkan pergerakan rotasi bumi sebagai nilai
LAPANLAPAN Implementasi toleransi kesalahan yang optimal untuk satelit Lapan A2 adalah dengan menggunakan redundansi perangkat keras, redundansi perangkat lunak,Implementasi toleransi kesalahan yang optimal untuk satelit Lapan A2 adalah dengan menggunakan redundansi perangkat keras, redundansi perangkat lunak,
LAPANLAPAN Rotor dirancang dengan diameter 45 m dengan jumlah tiga buah. Penampang sudu berbentuk airfoil NACA 4424, 4418, dan 4412 berurutan dari pangkal hinggaRotor dirancang dengan diameter 45 m dengan jumlah tiga buah. Penampang sudu berbentuk airfoil NACA 4424, 4418, dan 4412 berurutan dari pangkal hingga
LAPANLAPAN Pengukuran kuat signal radio telemetri roket sangat penting dilakukan untuk mengetahui hubungan kualitas signal dan data yang diterima. Power meter iniPengukuran kuat signal radio telemetri roket sangat penting dilakukan untuk mengetahui hubungan kualitas signal dan data yang diterima. Power meter ini
Useful /
EDUPARTNEREDUPARTNER Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh informasi yang komprehensif dan mendalam mengenai kompetensi profesional guru dalam meningkatkan pembelajaranTujuan dari penelitian ini adalah memperoleh informasi yang komprehensif dan mendalam mengenai kompetensi profesional guru dalam meningkatkan pembelajaran
IAI ALMUSLIMACEHIAI ALMUSLIMACEH Metode drill memperkuat pemahaman melalui latihan berulang, teamwork menumbuhkan kolaborasi, dan role play mendalami ajaran melalui simulasi peran. HasilMetode drill memperkuat pemahaman melalui latihan berulang, teamwork menumbuhkan kolaborasi, dan role play mendalami ajaran melalui simulasi peran. Hasil
AMIKOMAMIKOM Akhirnya, kebijakan proteksionisme yang diambil sebagai solusi jangka pendek tanpa perhitungan yang matang justru menyebabkan kerugian moneter masif, sementaraAkhirnya, kebijakan proteksionisme yang diambil sebagai solusi jangka pendek tanpa perhitungan yang matang justru menyebabkan kerugian moneter masif, sementara
UNSURYAUNSURYA Kinerja pemeliharaan dapat dianalisis dari waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian defect baik dalam bentuk Repeated Defect, DMI, maupun Technical Interruption.Kinerja pemeliharaan dapat dianalisis dari waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian defect baik dalam bentuk Repeated Defect, DMI, maupun Technical Interruption.