UNSURYAUNSURYA

JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAANJTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

ICAO Annex 19 tentang Safety Management mensyaratkan pengukuran safety menggunakan Safety Performance Indicator (SPI). Parameter SPI ditetapkan oleh operator. Salah satu contoh adalah parameter maintenance (pemeliharaan) yang terkait accident atau incident. SPI maintenance terdiri dari Pilot Report, Dispatch Reliability, Deferred Maintenance (DMI), Service Difficulty Report, Air Turn Back, Rejected Take Off, dan Repeated Defect. Beberapa parameter SPI memiliki korelasi satu sama lain. Simulasi telah dilakukan menggunakan reliability mapping dengan berbagai skenario pemeliharaan untuk melihat hubungan antara parameter Deferred Maintenance Item, Repeated Defect, dan Technical Interruption yang digunakan pada perhitungan Dispatch Reliability. Analisis kinerja pemeliharaan juga disimulasikan dengan metode ini. Hasil simulasi memperlihatkan hubungan sebab akibat dua arah dan satu arah diantara ketiga parameter SPI. Kinerja pemeliharaan dapat diperkirakan dari reliability mapping terutama waktu yang diperlukan untuk penyelesaian defect dan kejadian berulang baik defect, DMI, atau technical interruption.

Reliability mapping dapat menunjukkan hubungan antar ketiga parameter SPI.Kinerja pemeliharaan dapat dianalisis dari waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian defect baik dalam bentuk Repeated Defect, DMI, maupun Technical Interruption.Reliability mapping dari beberapa pesawat dapat menghasilkan pola yang menunjukkan kinerja pemeliharaan.

Pertama, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana pola reliability mapping berubah pada armada pesawat yang berbeda jenisnya, apakah korelasi antara DMI, Repeated Defect, dan Technical Interruption bersifat konsisten atau dipengaruhi oleh tipe pesawat. Kedua, penting untuk mengembangkan model prediktif yang menggunakan data historis dari reliability mapping guna memperkirakan kemungkinan terjadinya repeated defect atau technical interruption sebelum kejadian tersebut benar-benar terjadi. Ketiga, perlu dilakukan penelitian untuk mengintegrasikan reliability mapping dengan sistem manajemen pemeliharaan berbasis kondisi (condition-based maintenance) guna mengevaluasi apakah pendekatan ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemeliharaan secara signifikan dibandingkan metode konvensional. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat fokus pada validasi metode ini dalam skenario operasional nyata, pengembangan alat bantu analisis berbasis visualisasi dinamis, serta eksplorasi integrasi dengan data real-time dari sistem avionik pesawat. Pendekatan multidimensi seperti ini akan memperkuat penerapan safety performance indicator sebagai alat ukur proaktif, bukan hanya reaktif terhadap insiden teknis. Penelitian juga bisa melihat peran faktor manusia dalam penundaan penyelesaian DMI dan bagaimana komunikasi antar tim pemeliharaan memengaruhi kinerja secara keseluruhan. Serta, studi komparatif antar maskapai dapat mengungkap praktik terbaik dalam penerapan reliability mapping. Selain itu, analisis biaya-manfaat dari penerapan metode ini layak dikaji untuk meyakinkan stakeholders. Akhirnya, eksplorasi penggunaan artificial intelligence untuk mendeteksi pola otomatis dari reliability mapping bisa menjadi arah menarik guna mendukung sistem peringatan dini.

  1. Analisis Kinerja Pemeliharaan Berdasarkan Safety Performance Indicator Menggunakan Realibility Mapping... journal.universitassuryadarma.ac.id/index.php/jtk/article/view/418Analisis Kinerja Pemeliharaan Berdasarkan Safety Performance Indicator Menggunakan Realibility Mapping journal universitassuryadarma ac index php jtk article view 418
Read online
File size413.58 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test