STAIN MADINASTAIN MADINA

Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen DakwahAl-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah

Komunikasi lintas agama adalah salah satu elemen krusial dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan inklusif. Dalam konteks pendidikan, komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai instrumen penting untuk membangun saling pengertian dan menghargai perbedaan. Artikel ini membahas sebuah film berjudul “Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara karya Herwin Novianto (2016). Film ini mengangkat cerita tentang seorang guru muslimah yang ditugaskan untuk mengajar di wilayah terpencil yang mayoritas penduduknya beragama Katolik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis konten. Hasil penelitian mengungkap bahwa film “Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara merepresentasikan komunikasi lintas agama dalam dua bentuk, yaitu verbal dan non-verbal, dan dalam tensi harmonis dan disharmonis. Hambatan komunikasi lintas agama dalam konteks pembalajaran yang ditemukan dalam film ini meliputi perbedaan nilai, stereotip dan prasangka, disinformasi, dan sikap tidak terbuka. Upaya mengatasinya antara lain meningkatkan literasi lintas agama, dialog terbuka dan diskusi, penerimaan dan toleransi, menunjukkan empati dan ketulusan, dan melibatkan opinion leaders.

Artikel ini menyimpulkan bahwa komunikasi menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan pembelajaran di sekolah.Hambatan komunikasi dapat memutus interaksi antara guru dan murid.Oleh karena itu, mengatasi hambatan-hambatan komunikasi merupakan kompetensi profesional yang harus dimiliki oleh guru sekaligus komunikator dalam pembelajaran.Biarkan Kami Bersaudara merepresentasikan komunikasi lintas agama dalam dua bentuk, yaitu verbal dan non-verbal, dan dalam tensi harmonis dan disharmonis.Film ini juga menunjukkan berbagai hambatan komunikasi lintas agama dalam konteks pendidikan.Hambatan tersebut meliputi perbedaan nilai, stereotip, disinformasi, dan tidak terbuka.Beberapa solusi yang ditawarkan adalah meningkatkan literasi lintas agama, dialog terbuka dan diskusi, penerimaan dan toleransi, menunjukkan empati dan ketulusan, serta jika perlu melibatkan opinion leader untuk melakukan upaya mediasi.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang pengaruh simbol dan tanda dalam media lain terhadap komunikasi lintas agama. Selain itu, pengembangan strategi praktis untuk mengatasi hambatan komunikasi lintas agama dalam pembelajaran juga dapat menjadi fokus penelitian. Penelitian ini juga dapat membantu dalam merancang program pendidikan lintas agama yang lebih efektif. Selain itu, menggunakan multi-objek dalam kajian film dapat memberikan temuan yang lebih komprehensif dan impresif. Studi lebih lanjut dapat dilakukan dengan menganalisis film-film pendidikan dari negara lain untuk membandingkan dan memperkaya perspektif tentang peran media dalam membangun kesadaran multikultural.

  1. OSF. osf osf.io/aemf9_v1OSF osf osf io aemf9 v1
  2. Moderasi Beragama Dalam Perspektif Al-Qur'an | El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic... doi.org/10.61169/el-fata.v2i2.80Moderasi Beragama Dalam Perspektif Al Quran El Fata Journal of Sharia Economics and Islamic doi 10 61169 el fata v2i2 80
  3. OSF. osf doi.org/10.31219/osf.io/379esOSF osf doi 10 31219 osf io 379es
Read online
File size637.25 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test