STAIN MADINASTAIN MADINA

Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen DakwahAl-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah

Penelitian ini menganalisis secara mendalam fenomena dakwah yang termanifestasi dalam model mentoring atau halaqah tarbiyah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dilatarbelakangi oleh urgensi pembentukan karakter (syakhshiyah islamiyah) yang sering kali tidak terakomodasi oleh metode dakwah konvensional yang bersifat massal, studi ini menggunakan kacamata fenomenologi untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif (lived experience) mahasiswa aktivis dakwah LDK Syahid UIN Jakarta. Penelitian ini mengadopsi paradigma konstruktivis dengan metode kualitatif, melibatkan aktivis dakwah kampus periode 2020-2024 sebagai partisipan kunci. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mentoring keislaman melampaui fungsinya sebagai wadah transfer ilmu agama, bertransformasi menjadi solusi bagi kegelisahan spiritual dan alienasi sosial yang dialami mahasiswa aktivis dakwah kampus. Penelitian ini menegaskan bahwa mahasiswa aktivis dakwah LDK Syahid UIN Jakarta memposisikan diri sebagai penerima aktif yang secara sadar memilih mentoring sebagai mekanisme pertahanan diri untuk menjaga konsistensi keberagamaan mereka. Hal ini menjelasakan mentoring berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan transendental dan imanen dalam ekosistem kampus kontemporer. Penelitian ini kemudian memberikan kontribusi pengayaan literatur komunikasi dakwah dengan membuktikan bahwa mentoring keislaman pada lembaga dakwah kampus tidak berjalan sebagai indoktrinasi dogmatis pasif, melainkan sebagai proses negosiasi makna intersubjektif dalam ekosistem mikrososiologis kampus.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa mentoring keislaman di LDK Syahid UIN Jakarta telah melampaui fungsinya sebagai instrumen transfer pengetahuan, menjelma menjadi ruang fenomenologis penting bagi konstruksi identitas dan pemeliharaan spiritualitas mahasiswa.Melalui model dakwah fardiyah dalam kelompok kecil, mentoring terbukti lebih signifikan dibandingkan dakwah massal karena menawarkan sentuhan personal dan monitoring intensif terhadap aspek ruhiyah dan jasadiyah.Dalam ruang intersubjektif yang aman ini, makna kesalehan dikonstruksi bersama melalui dialog hingga mencapai pemahaman mendalam, di mana figur mentor bertransformasi menjadi pengayom yang memenuhi kebutuhan fundamental mahasiswa akan rasa aman dan belongingness sebagai mekanisme pertahanan diri dari alienasi sosial.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas mentoring keislaman di berbagai konteks kampus, baik kampus umum maupun kampus Islam, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program ini. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi transformasi mentoring keislaman ke dalam ruang digital, dengan mempertimbangkan potensi dan tantangan penggunaan teknologi dalam membangun interaksi personal dan memfasilitasi proses pembinaan spiritual. Ketiga, studi mendalam mengenai peran mentor dalam mentoring keislaman perlu dilakukan, termasuk profil kompetensi yang ideal, strategi komunikasi yang efektif, dan mekanisme pengawasan untuk memastikan kualitas pembinaan yang optimal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan model dakwah kampus yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa di era modern, serta memperkaya khazanah ilmu komunikasi dan studi agama Islam.

Read online
File size321.27 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test