UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran IslamManthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam

Tujuan penelitian ini ialah diketahuinya tentang Pemaknaan Agama Menurut Narapidana Klas II A Curup Rejang Lebong. Penelitian yang dilakukan bersifat kualitatif, dengan pendekatan fenomenologis. Yang menjadi informan sebagai sumber datanya adalah berjumlah 25 orang, terdiri dari pimpinan Lapas, Tata Usaha, bagian bimbingan kerohanian, sebagian karyawan Lapas, dan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Curup Rejang Lebong yang beragama islam. Kemudian data penelitian yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik deskriftik. Dalam penelitian tersebut, diperoleh hasil dan temuan yaitu: Pertama. Tentang Pemaknaan Agama diseputar pemaknaan beriman kepada Allah, hasilnya menunjukan bahwa para napi dalam memberikan pemaknaan tentang beriman kepada Allah terbagi kepada tiga kategori. Pertama, mereka memaknai bahwa beriman kepada Allah meyakini dengan sepenuh hati, bahwa Allah sebagai Sang Pencipta atas segala yang maujud termasuk manusia didalamnya dengan kekuasaannya yang tak terbatas, manusia sebagai makhluk yang lemah yang harus taat dan tunduk atas segala ketentuan yang telah Allah tetapkan, karena manusia bersifat majbur dan tidak memiliki daya dan upaya, kecuali daya dan upaya Allah Swt semata. Kedua, mereka memaknai beriman kepada Allah bahwa Allah adalah Dzat yang wajib diimani dan diyakini bahwa Dia adalah kholik, pencipta yang maha kuasa, Allah hanya berhak menilai dan memberikan pahala seperti sorga bagi makhluk-Nya yang berbuat kebaikan dan memberikan ganjaran atau siksa atau neraka bagi makhluk-Nya yang berdosa. Sedangkan usaha yang ditimbulkan oleh manusia adalah hasil kekuatan yang terlahir dari manusia itu sendiri. Ketiga, mereka memaknai beriman kepada Allah dengan memberikan porsi dan kapasitas yang seimbang, dalam pengertian bahwa Allah adalah Dzat yang maha pencipta, Maha penetu segala sesuatu yang berhubungan dengan makhluknya, akan tetapi manusia memiliki kekuatan untuk menetapkan dan melahirkan usahanya yang dinamakan dengan al-kasb. Jadi manusia dalam pemahaman ini dituntut untuk berusaha semaksimal mungkin akan tetapi segala sesuatunya Allah yang menentukannya. kedua yang ingin dicari dalam penelitian ini adalah: Pemaknaan tentang sifat-sifat Allah. Hasilnya menunjukan. Pertama, mereka memaknai bahwa Allah memiliki sifat-sifat-Nya seperti, Maha berkuasa, Maha Berkehendak, Dan yang lainnya,dan sifat-sifaat tersebut melekat pada Dzat Allah sendiri, dan berbeda dengan sifat-sifat yang dimiliki oleh manusia yang terbatas, baik oleh waktu dan ruang. Kedua, mereka memaknai bahwa Allah tidak mungkin memiliki sifat-sifat tersebut, apalagi sifat-sifat tersebut melekat pada Dzat Allah, karena Allah esensinya adalah Esa, jadi kalau Allah memiliki sifat berarti Allah tidak Esa. ketiga tentangInplementasi dari pemaknaan beriman kepada Allah dan sifat-sifatnya dalam kehidupan sehari-hari di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Curup Rejang Lebong. Dari data yang penulis peroleh, ditemukan hasilnya, Adanya perubahan dan efek yang cukup baik, dari pembinaan dan sentuhan keagamaan yang mereka peroleh selama di Lembaga Pemasyarakatan ini, dalam berprilaku dan pengamalan agama, terbukti adanya kesadaran untuk melaksanakan sholat lima waktu, tanggungv jawab terhadap tugas yang diberikan, disiplin dalam melaksanakan kewajiban, dan terjalinya kerja sama antar mereka, walaupun belum seratus persen paling tidak sudah menunjukan adanya perubahan yang mengarah kepada peningkatan keimanan.

Dari pembahasan yang telah penulis paparkan diatas, dapat diambil kesimpulan.Pemaknaan Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Curup Rejang Lebong tentangberiman kepada Allah dapat penulis klasifikasikan kepada dua corak pemahaman yaitu.Pertama, mengarah kepada paham jabariah, yang mana dalam memaknai tentang beriman kepada Allah mereka mengakui bahwa Allah adalah Dzat yang harus diimani karena Dialah sebagai Khaliq (Pencipta) semua yang ada di alam ini termasuk manusia adalah ciptaan-Nya dan Dialah yang wajib diimani dan ditaati perintahnya dan Dialah sebagai pembuat keputusan yang hakiki.Manusia sebagai hamba yang selalu berada dalam pengawasan dan kehendak-Nya, yang bersifat majbur, yang lemah tanpa ada kekuatan daya dan upaya, dan yang dikerjakannya adalah semata-mata kehendak Allah.Kedua,mengarah kepada qodariah, yaitu memaknai beriman kepada Allah adalah dengan meyakini bahwa Allah sebagai Khaliq atau pencipta makhluk semata, sedangkan perbuatan yang timbul dari diri manusia adalah kekuatan yang dihasilkan oleh manusia itu sendiri.Ketiga, bercorak asyariyah, yang mana mereka memaknai beriman kepada Allah adalah bahwa Allah adalah sebagai Khaliq atas segala makhluknya termasuk manusia, akan tetapi manusia Allah berikan kekuasaan atau kekuatan atau al-kasb, yaitu kemampuan daya dan kekuatan serta usaha yang ditimbulkan oleh manusia adalah pada dasarnya ciptaan Tuhan.Pemaknaan tentang Sifat-sifat Allah terbagi kepada dua corak pemahaman, pertama, mengatakan bahwa Allah memiliki sifat-sifat, yang mana sifat-sifat Allah harus diketahui dan diimani, dan sifat Allah tidak seperti sifat yang dimiliki oleh manusia, dan Allah hanya memiliki sifat-sifat yang baik.Kedua, Sifat-Sifat Allah dimaknai bahwa Allah bersih dan terhindar dari sifat-sifat-Nya, karena kalau Allah memiliki sifat berarti Allah tidak Esa.Implementasi dari pemahaman dan pemaknaan tentang beriman kepada Allah dan sifat-sifat-Nya yang telah diperoleh selama mereka berada di Lapas telah memberikan dampak dan pengaruh yang cukup baik, terlihat dalam perubahan sikap dan mental serta prilaku keseharian serta pengamalan agama yang dianutnya.Seperti telah berjalan pelaksanaan sholat lima waktu, pembinaan rutin masalah keagamaan termasuk masalah aqidah didalamnya.Walaupun disadari masih cukup banyak juga yang belum melaksanakan secara rutin tentang keagamaannya.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh pembinaan keagamaan terhadap perubahan sikap dan perilaku narapidana. Penelitian ini dapat dilakukan dengan metode kualitatif, dengan mengamati dan menganalisis perubahan sikap dan perilaku narapidana sebelum dan setelah menerima pembinaan keagamaan. Kedua, penelitian juga dapat difokuskan pada dampak pembinaan keagamaan terhadap tingkat keimanan narapidana. Penelitian ini dapat menggunakan metode kuantitatif, dengan mengukur tingkat keimanan narapidana sebelum dan setelah menerima pembinaan keagamaan. Ketiga, penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang pemaknaan agama menurut narapidana, khususnya tentang pemaknaan beriman kepada Allah dan sifat-sifat-Nya. Penelitian ini dapat menggunakan metode fenomenologis, dengan mewawancarai narapidana dan menganalisis pemaknaan agama mereka.

Read online
File size271.14 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test