UNUBLITARUNUBLITAR
Briliant: Jurnal Riset dan KonseptualBriliant: Jurnal Riset dan KonseptualPencatatan perkawinan bukan sekadar prosedur administratif, melainkan instrumen hukum yang menentukan keabsahan formal suatu perkawinan serta menjadi dasar perlindungan hak-hak keperdataan suami, istri, dan anak dalam sistem hukum nasional. Permasalahan hukum muncul ketika keterbatasan jumlah Pegawai Pencatat Nikah (PPN) di Kantor Urusan Agama (KUA) menyebabkan keterlibatan Penyuluh Agama Islam dalam proses pencatatan perkawinan, meskipun secara normatif kewenangan pencatatan perkawinan secara formal berada pada PPN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan Kanigoro serta mengkaji apakah kewenangan yang dijalankan bersifat atributif, delegatif, atau sekadar administratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dipadukan dengan pendekatan yuridis normatif-empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan Penyuluh Agama Islam bersifat administratif-asistif dan tidak memiliki dasar kewenangan atributif maupun delegatif secara eksplisit berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019, sehingga diperlukan pengaturan yang lebih jelas untuk mencegah cacat administratif yang dapat memengaruhi keabsahan hukum perkawinan.
Peran Penyuluh Agama Islam dalam pencatatan nikah di KUA Kecamatan Kanigoro bersifat administratif‑asistif tanpa wewenang atribusi atau delegasi, karena otoritas pencatatan berada pada Pegawai Pencatat Nikah sebagaimana diatur dalam Undang‑Undang No.Untuk menjamin kepastian hukum, diperlukan regulasi teknis atau SOP tertulis dari Kementerian Agama, penambahan tenaga penghulu, serta standardisasi mekanisme supervisi agar praktik tetap selaras dengan prinsip legalitas.Penelitian lanjutan sebaiknya melakukan studi komparatif antar‑KUA dengan pendekatan normatif‑empiris yang lebih luas untuk merumuskan regulasi komprehensif terkait pelibatan penyuluh agama dalam pencatatan perkawinan.
Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi jumlah dan kompetensi penghulu serta penyuluh agama memengaruhi kecepatan dan kualitas pencatatan nikah di berbagai KUA di provinsi lain, dengan menggunakan pendekatan survei kuantitatif dan analisis statistik. Selanjutnya, studi perbandingan kualitatif dapat meneliti perbedaan implementasi regulasi teknis atau SOP yang telah dikeluarkan Kementerian Agama antara KUA di daerah urban dan rural, untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan administratif. Penelitian mixed‑methods dapat menyelidiki persepsi masyarakat tentang pentingnya pencatatan nikah resmi dan hambatan budaya yang menyebabkan pernikahan siri, dengan menggabungkan wawancara mendalam, focus group, serta analisis data sekunder tentang kasus pernikahan tidak tercatat. Selain itu, analisis hukum komparatif dapat membandingkan kerangka regulasi Indonesia dengan negara‑negara dengan sistem pencatatan sipil serupa, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadaptasi dalam reformasi kebijakan KUA. Hasil‑hasil tersebut diharapkan memberikan dasar empiris bagi pembentukan regulasi yang lebih jelas, penambahan SDM penghulu, serta mekanisme supervisi yang terstandardisasi, sehingga layanan pencatatan nikah menjadi lebih adil, cepat, dan melindungi hak‑hak keluarga.
| File size | 129.09 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIGRESUNIGRES Temuan ini menggarisbawahi perlunya pembaruan peraturan hukum perkawinan untuk mengakomodasi perkembangan teknologi dan memberikan kepastian hukum bagiTemuan ini menggarisbawahi perlunya pembaruan peraturan hukum perkawinan untuk mengakomodasi perkembangan teknologi dan memberikan kepastian hukum bagi
UNHASAUNHASA Namun, masih banyak ibu yang tidak memberikan ASI secara eksklusif, salah satunya karena kurangnya keyakinan diri ibu menyusui. Penelitian ini bertujuanNamun, masih banyak ibu yang tidak memberikan ASI secara eksklusif, salah satunya karena kurangnya keyakinan diri ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan
STIBASTIBA Penentuan wali nikah memiliki urgensi yang tinggi dalam hukum perkawinan Islam karena merupakan salah satu rukun sahnya pernikahan. Keberadaan wali nikahPenentuan wali nikah memiliki urgensi yang tinggi dalam hukum perkawinan Islam karena merupakan salah satu rukun sahnya pernikahan. Keberadaan wali nikah
NEWINERANEWINERA Hasil menunjukkan bahwa meskipun kolaborasi telah lama diterapkan, belum terdapat pembagian peran yang jelas antara KUA dan pemimpin agama, sehingga kolaborasiHasil menunjukkan bahwa meskipun kolaborasi telah lama diterapkan, belum terdapat pembagian peran yang jelas antara KUA dan pemimpin agama, sehingga kolaborasi
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil dan ibu bali dari yang awalnya hanya 3 orang (10%) yang memiliki pengetahuan baikHasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil dan ibu bali dari yang awalnya hanya 3 orang (10%) yang memiliki pengetahuan baik
UINGUSDURUINGUSDUR Tradisi pernikahan di setiap tempat berbeda. Pemahaman tentang hubungan antara budaya dan agama masih tidak dapat dipisahkan dari pemahaman normatif agamaTradisi pernikahan di setiap tempat berbeda. Pemahaman tentang hubungan antara budaya dan agama masih tidak dapat dipisahkan dari pemahaman normatif agama
IAINGAWIIAINGAWI Metode yang digunakan meliputi: (1) Pendekatan dan jenis penelitian: pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi proses implementasi segregasiMetode yang digunakan meliputi: (1) Pendekatan dan jenis penelitian: pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi proses implementasi segregasi
IAINGAWIIAINGAWI Dengan metode tersebut, dapat ditemukan makna yang sesungguhnya dalam struktur kalimat. Penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Quran memiliki gaya bahasaDengan metode tersebut, dapat ditemukan makna yang sesungguhnya dalam struktur kalimat. Penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Quran memiliki gaya bahasa
Useful /
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Kedua sediaan ini sangat mudah dibuat sehingga diharapkan lansia bisa membuatnya saat mengalami nyeri atau pegal linu. Sebagian besar masyarakat sudahKedua sediaan ini sangat mudah dibuat sehingga diharapkan lansia bisa membuatnya saat mengalami nyeri atau pegal linu. Sebagian besar masyarakat sudah
IAINGAWIIAINGAWI Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan mengambil sampel 11 Bank Umum Syariah. Pengukuran efisiensiTeknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan mengambil sampel 11 Bank Umum Syariah. Pengukuran efisiensi
IAINGAWIIAINGAWI Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pesan dakwah yang terkandung pada arsitektur Masjid Agung Banten. Kegunaan penelitian ini diharapkan dapatTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pesan dakwah yang terkandung pada arsitektur Masjid Agung Banten. Kegunaan penelitian ini diharapkan dapat
IAINGAWIIAINGAWI Zawaj al‑misyar merupakan akad nikah yang sah secara syariat namun mengakibatkan pengurangan hak-hak perempuan, khususnya nafkah dan tempat tinggal,Zawaj al‑misyar merupakan akad nikah yang sah secara syariat namun mengakibatkan pengurangan hak-hak perempuan, khususnya nafkah dan tempat tinggal,