RIAURIAU

IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan InovasiIPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi

Kebijakan Pemerintah Provinsi Riau yang berkenaan dengan Pelestarian Kebudayaan Melayu belum memuat sistem pembinaan demi menjaga eksistensi Muslim Melayu. Masyarakat Melayu memang masih eksis dalam perkara jumlah manusia namun terancam punah dari aspek pemahaman dan identitas Muslim Melayu. Penelitian ini bertujuan merancang model regenerasi ideologi Melayu sebagai upaya menjaga eksistensi Melayu di Riau. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur rancangan model yang memformulasi model pembinaan regenerasi ideologi Melayu. Penelitian ini berhasil merancang model pembinaan satu tahun pertama untuk 40 pekan dengan tujuan pembinaan dikembangkan dari empat tujuan Pelestarian Kebudayaan Melayu Riau sebagaimana tercantum dalam Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2015 Bab II Pasal 3. Bahan kajian dikembangkan dari ruang lingkup pelestarian kebudayaan Melayu Riau dalam Bab III Pasal 7 ditambah dengan pengembangan materi dari syarah Gurindam Dua Belas. Metode pembelajaran dan ukuran keberhasilan program pembinaan dirumuskan berdasarkan tujuan dan isi bahan kajian tersebut. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan bahan kajian pembinaan untuk regenerasi ideologi Melayu sepanjang hayat.

Penelitian ini berhasil merancang model pembinaan dalam satu tahun pertama untuk 40 pekan dengan tujuan pembinaan dikembangkan berdasarkan Kebudayaan Melayu Pelestarian sebagaimana tercantum dalam Peraturan Daerah No.9 Tahun 2015 Bab II Pasal 3.Tujuan pokok program model pembinaan Muslim Melayu meliputi meneguhkan jati diri Muslim Melayu, membangun karakter Muslim Melayu, memperkuat persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan harkat dan martabat Muslim Melayu.

Bagaimana efektivitas penerapan model pembinaan regenerasi ideologi Melayu selama tiga tahun pertama dalam meningkatkan pemahaman dan identitas Muslim Melayu di wilayah Riau, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya? Penelitian selanjutnya dapat mengkaji integrasi materi berbasis teknologi digital, seperti aplikasi mobile interaktif, ke dalam kurikulum pembinaan untuk memperluas jangkauan dan memperdalam keterlibatan generasi milenial. Studi komparatif antara pendekatan pembinaan berbasis komunitas tradisional dengan metode pembelajaran berbasis lapangan (field trip) dapat diinvestigasi untuk menentukan kombinasi strategi yang paling efektif dalam menumbuhkan rasa kebersamaan dan nilai-nilai Islam‑Melayu. Selanjutnya, analisis longitudinal tentang dampak jangka panjang model pembinaan terhadap peningkatan kualitas hidup, partisipasi sosial, dan kontribusi ekonomi masyarakat Melayu dapat memberikan insight kebijakan yang lebih terukur. Akhirnya, penelitian eksperimental mengenai adaptasi model pembinaan pada konteks kebudayaan lain di Indonesia dapat menguji fleksibilitas dan replikabilitas model tersebut dalam upaya pelestarian identitas budaya secara lebih luas.

  1. KONSEP MAKANAN HALAL DAN THOYYIB DALAM TRADISI MASYARAKAT MELAYU RIAU | Fikri : Jurnal Kajian Agama,... journal.iaimnumetrolampung.ac.id/index.php/jf/article/view/1169KONSEP MAKANAN HALAL DAN THOYYIB DALAM TRADISI MASYARAKAT MELAYU RIAU Fikri Jurnal Kajian Agama journal iaimnumetrolampung ac index php jf article view 1169
Read online
File size911.31 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test