UMBUMB

SINERGISINERGI

Proyek konstruksi memerlukan tenaga kerja, material, dan peralatan secara intensif, dengan material menjadi komponen biaya utama. Penelitian ini mengatasi ketidaksesuaian antara persediaan batang baja (rebar) dan permintaan material yang dapat mengganggu produksi dan menunda penyelesaian proyek. Tujuannya adalah menentukan volume rebar menggunakan aplikasi Cubicost TRB serta mengoptimalkan biaya kebutuhan terendah dengan menerapkan algoritma Silver‑Meal dan Wagner‑Whitin. Data rekayasa detail mendukung penerapan, memastikan sambungan rebar memenuhi standar teknis pada balok, kolom, dan plat. Perencanaan persediaan material mengintegrasikan jadwal proyek, data volume Cubicost, dan bertujuan meminimalkan biaya pemesanan serta penyimpanan. Hasil menunjukkan volume rebar yang dihitung dengan Cubicost lebih akurat dibandingkan data kuantitas pekerjaan (Bill of Quantities), menghasilkan pengurangan 1% kebutuhan material. Algoritma Silver‑Meal menghasilkan total biaya 21% lebih rendah dibandingkan Wagner‑Whitin. Temuan menekankan pentingnya penjadwalan inventaris yang akurat dan pemilihan algoritma yang tepat untuk meminimalkan biaya serta mencegah keterlambatan, serta membuka peluang penelitian lanjutan untuk membandingkan akurasi Cubicost dengan perangkat lunak lain dan memperluas penerapan algoritma pada material lainnya.

Penggunaan aplikasi Cubicost TRB menghasilkan estimasi kebutuhan rebar yang lebih akurat dengan pengurangan 1% dibandingkan data proyek, sementara algoritma Silver‑Meal terbukti 21% lebih ekonomis daripada Wagner‑Whitin pada pola permintaan yang berfluktuasi.pemilihan algoritma harus disesuaikan dengan pola permintaan material, karena Wagner‑Whitin lebih cocok untuk permintaan stabil dan Silver‑Meal untuk kondisi berubah-ubah.penelitian selanjutnya disarankan membandingkan akurasi Cubicost dengan perangkat lunak lain dan mengintegrasikan algoritma tersebut ke dalam sistem manajemen konstruksi untuk meningkatkan validasi dan sinkronisasi data di lapangan.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan akurasi perhitungan rebar antara Cubicost dengan perangkat lunak BIM lainnya seperti Autodesk Revit atau Tekla Structures pada berbagai tipe bangunan untuk mengidentifikasi keunggulan relatif masing‑masing; selanjutnya, algoritma Silver‑Meal dan Wagner‑Whitin dapat diuji penerapannya pada material konstruksi lain seperti bekisting dan beton siap pakai, dengan analisis bagaimana pola permintaan material memengaruhi efektivitas biaya masing‑masing algoritma; terakhir, dikembangkan platform terintegrasi yang menghubungkan Cubicost dengan sistem manajemen proyek dan logistik secara real‑time, sehingga data kuantitas material dapat divalidasi langsung di lapangan dan meminimalkan risiko kesalahan input serta meningkatkan efisiensi perencanaan persediaan.

  1. Mathematical Modelling of Engineering Problems | IIETA. mathematical modelling engineering problems iieta... doi.org/10.18280/mmepMathematical Modelling of Engineering Problems IIETA mathematical modelling engineering problems iieta doi 10 18280 mmep
  2. International Journal of Sustainable Construction Engineering and Technology. journal sustainable construction... doi.org/10.30880/ijscetInternational Journal of Sustainable Construction Engineering and Technology journal sustainable construction doi 10 30880 ijscet
  3. Material Planning Analysis with Material Requirement Planning Method in High-rise Building Projects |... doi.org/10.47134/scbmej.v1i3.2438Material Planning Analysis with Material Requirement Planning Method in High rise Building Projects doi 10 47134 scbmej v1i3 2438
  4. Network Planning Analysis on Road Construction Projects by CV. X Using Evaluation Review Technique (PERT)-Critical... doi.org/10.30880/ijie.2022.14.04.029Network Planning Analysis on Road Construction Projects by CV X Using Evaluation Review Technique PERT Critical doi 10 30880 ijie 2022 14 04 029
Read online
File size1.21 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test