UMJ PremiumUMJ Premium

KonstruksiaKonstruksia

Proyek konstruksi dalam pelaksanaannya selalu terjadi perubahan lingkup pekerjaan, perubahan jenis material, perubahan spesifikasi teknis, perubahan waktu pelaksanaan dan pemintaan pemilik proyek untuk melaksanakan penambahan ataupun perubahan lingkup pekerjaan. Variation order/perintah perubahan adalah perubahan kontrak awal yang terdiri dari penambahan atau pengurangan item pekerjaan yang selalu timbul dalam setiap pembangunan proyek konstruksi dan hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya klaim konstruksi dan sengketa apabila tidak ditangani secara baik. Dengan adanya klaim konstruksi yang berakhir dengan sengketa dapat mengakibatkan gagalnya tujuan utama proyek yaitu menciptakan produk fisik yang terikat dengan jangka waktu tertentu, biaya dan mutu yang sudah disyaratkan. Dengan data dari hasil penyebaran kuesioner, dilakukan analisis regresi linier berganda dengan IBM SPSS versi 25 yang memperoleh hasil bahwa faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya variation order adalah perubahan kuantitas, perubahan kualitas, perubahan desain, perubahan program kerja dan perubahan metode kerja. Sedangkan faktor yang signifikan berpengaruh yang dapat menyebabkan timbulnya variation order untuk menghindari klaim konstruksi yang berakhir sengketa adalah perubahan metode kerja.

Faktor-faktor penyebab Variation Order pada konstruksi jalan dan jembatan untuk mengurangi klaim konstruksi yang berakhir sengketa adalah (i) perubahan kuantitas, (ii) perubahan kualitas, (iii) perubahan desain, (iv) perubahan program kerja, (v) perubahan metode kerja.Faktor perubahan metode kerja (X5) memiliki pengaruh signifikan terhadap timbulnya variation order yang menyebabkan klaim konstruksi.Faktor yang paling signifikan mempengaruhi timbulnya variation order untuk mengurangi klaim konstruksi adalah perubahan metode kerja, yang mencakup perubahan sumber daya, perubahan bahan material, desain kompleks, dan perubahan kondisi lahan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh penggunaan teknologi digital seperti BIM (Building Information Modeling) dalam mengurangi perubahan metode kerja yang menyebabkan variation order. Selain itu, perlu diteliti bagaimana manajemen risiko berbasis data prediktif dapat meminimalkan klaim konstruksi akibat perubahan desain. Terakhir, penelitian dapat fokus pada perbandingan efektivitas pendekatan konflik resolusi berbasis AI dengan metode tradisional dalam menangani sengketa proyek konstruksi.

Read online
File size487.33 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test