UMBUMB

SINERGISINERGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan dalam pengembangan perancah berbasis polikaprolakton (PCL) dan hidroksiapatit (HA), yaitu mencapai keseimbangan optimal antara porositas dan kekuatan mekanik. Porositas yang suboptimal membatasi kemampuan perancah untuk mendukung proliferasi sel, sedangkan sifat mekanik yang lemah menyebabkan perancah kurang optimal sebagai material implan penahan beban selama proses regenerasi sel tulang. Studi ini mengevaluasi pengaruh agen pengikat silane 3-aminopropiltrietoksilsilan (APTES) dan rasio porogen (NaCl) terhadap sifat mekanik, morfologi, dan biodegradasi perancah 3D berbasis PCL-HA. Perancah disintesis menggunakan metode pelarutan pelindian partikel (SCPL) dengan variasi konsentrasi APTES (1%, 3%, dan 5%) dan rasio porogen (4:1, 6:1, dan 8:1). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa penambahan 1% APTES meningkatkan kekuatan tekan sebesar 283% dan kekuatan tarik sebesar 138% dibandingkan dengan perancah tanpa APTES. Rasio porogen yang lebih tinggi (8:1) menghasilkan porositas tertinggi sebesar 78,16%, tetapi mengurangi kekuatan mekanik sebesar 84%. Kombinasi optimal ditemukan pada perancah dengan 1% APTES dan rasio porogen 4:1, yang memiliki kekuatan mekanik optimal, porositas 69,65%, dan waktu biodegradasi hingga 380 hari. Penelitian ini menawarkan solusi komprehensif untuk meningkatkan sifat perancah 3D berbasis PCL-HA, memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan material untuk aplikasi rekayasa jaringan tulang.

Studi ini menunjukkan bahwa penambahan 1% APTES secara signifikan meningkatkan kekuatan tarik hingga 138% dan kekuatan tekan hingga 283% pada komposit PCL/HA, disebabkan oleh penguatan antarmuka matriks dan partikel HA.Namun, konsentrasi APTES di atas 1% mengurangi kekuatan mekanik karena reaksi hidrolisis yang tidak lengkap.1) meningkatkan porositas hingga 78,16%, tetapi mengurangi kekuatan tarik sebesar 84% dan kekuatan tekan sebesar 78% karena dominasi struktur berpori.Dalam hal biodegradasi, 1% APTES memperpanjang umur perancah hingga 380 hari (12 bulan), sementara rasio porogen yang lebih tinggi mempercepat biodegradasi.Perancah terbaik, A1N4 (APTES 1%, rasio porogen 4.1), menunjukkan keseimbangan optimal antara sifat mekanik, porositas, dan biodegradasi, meskipun belum memenuhi standar klinis untuk tulang spongiosa.Disarankan untuk mengembangkan teknik fabrikasi lanjutan untuk meningkatkan kinerja perancah ini sebagai kandidat potensial untuk regenerasi tulang.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan investigasi lebih lanjut mengenai pengaruh ukuran partikel hidroksiapatit (HA) terhadap sifat mekanik dan bioaktivitas perancah PCL-HA. Pertanyaan penelitian ini adalah, bagaimana ukuran partikel HA yang berbeda memengaruhi interaksi antara PCL dan HA, serta bagaimana hal ini berdampak pada adhesi dan diferensiasi sel tulang? Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode modifikasi permukaan perancah dengan faktor pertumbuhan tulang (bone morphogenetic protein/BMP) untuk meningkatkan osteoinduksi. Arah studi ini adalah, bagaimana BMP yang terikat pada permukaan perancah dapat merangsang pembentukan osteoblast dan pembentukan tulang baru? Ketiga, eksplorasi penggunaan teknik fabrikasi 3D yang lebih canggih, seperti bioprinting, untuk menghasilkan perancah dengan arsitektur yang lebih kompleks dan presisi, yang dapat meniru struktur mikro tulang alami. Arah studi ini adalah, bagaimana bioprinting dapat digunakan untuk menciptakan perancah dengan porositas yang terkontrol dan interkonektivitas yang optimal untuk mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel tulang. Kombinasi ketiga saran ini diharapkan dapat menghasilkan perancah PCL-HA yang lebih unggul, dengan sifat mekanik yang optimal, bioaktivitas yang ditingkatkan, dan arsitektur yang meniru tulang alami, sehingga berpotensi besar untuk aplikasi rekayasa jaringan tulang yang sukses.

  1. Workability and durability analysis of waste based geopolymer concrete | Agashua | SINERGI. workability... doi.org/10.22441/sinergi.2024.1.020Workability and durability analysis of waste based geopolymer concrete Agashua SINERGI workability doi 10 22441 sinergi 2024 1 020
  2. Porogens and porogen selection in the preparation of porous polymer monoliths - Mansour - 2020 - Journal... doi.org/10.1002/jssc.201900876Porogens and porogen selection in the preparation of porous polymer monoliths Mansour 2020 Journal doi 10 1002 jssc 201900876
Read online
File size627.36 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test