IAIN CURUPIAIN CURUP

Al-Istinbath: Jurnal Hukum IslamAl-Istinbath: Jurnal Hukum Islam

Pertumbuhan cepat industri halal Indonesia menuntut sinkronisasi antara peningkatan ekonomi dan prinsip moderasi beragama, yaitu wasaṭiyyah (keseimbangan) serta maṣlaḥah (kepentingan umum). Penelitian ini menganalisis bagaimana prinsip‑prinsip tersebut diintegrasikan ke dalam tata kelola halal, sertifikasi, dan kerangka kebijakan, sekaligus mengidentifikasi hambatan struktural dan sosiokultural yang menghambat pelaksanaannya. Dengan menggunakan desain kualitatif deskriptif yang berlandaskan interpretivisme, penelitian melakukan analisis dokumen dan konten terhadap instrumen hukum (Undang‑Undang No. 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal), laporan institusional (BPJPH dan KNEKS), serta literatur yang telah ditinjau sejawat. Triangulasi diterapkan melalui validasi silang sumber akademik, pemerintah, dan media. Temuan mengindikasikan bahwa prinsip‑prinsip tersebut secara konseptual telah diakui namun secara struktural terfragmentasi akibat inefisiensi birokrasi serta terbatasnya akses bagi usaha mikro dan kecil (UMKM). Resistensi budaya dan keberagaman teologis juga mempersempit penerapannya. Studi ini memberikan kontribusi pada wacana interdisipliner tentang tata kelola Islam dan regulasi etis dengan mengoperasionalkan wasaṭiyyah dan maṣlaḥah sebagai alat analitis untuk kebijakan halal yang inklusif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa moderasi beragama, melalui kerangka wasaṭiyyah, regulasi halal, dan maṣlaḥah, berfungsi sekaligus sebagai kerangka etika normatif dan mekanisme regulasi yang menyelaraskan kepatuhan syariah dengan inklusivitas sosial serta partisipasi ekonomi.Secara konseptual, temuan tersebut memperkaya kajian tata kelola Islam dengan memperlihatkan bagaimana kerangka berbasis moderasi dapat menjembatani nilai‑teologis, desain institusional, dan realitas pasar, sementara secara praktis memberikan model tata kelola halal yang menegakkan integritas normatif, legitimasi institusional, dan keadilan ekonomi.Implementasi moderasi memerlukan komitmen politik, koherensi antar‑lembaga, serta keterlibatan reflektif para pemangku kepentingan untuk memperkuat akuntabilitas etis, kepercayaan publik, dan keberlanjutan kompetitif industri halal Indonesia.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi persepsi moderasi beragama di antara auditor, pelaku UMKM, dan konsumen melalui survei campuran serta wawancara mendalam untuk menilai bagaimana pemahaman mereka memengaruhi perilaku kepatuhan terhadap regulasi halal. Selain itu, studi komparatif lintas negara yang membandingkan model tata kelola halal di Indonesia, Malaysia, Brunei, Uni Emirat Arab, dan Inggris dapat mengidentifikasi cara penerapan prinsip wasaṭiyyah‑maṣlaḥah dalam konteks institusional yang berbeda. Selanjutnya, analisis longitudinal terhadap dampak platform digital sertifikasi halal terhadap transparansi, efisiensi, dan inklusivitas bagi UMKM dapat memberikan gambaran perubahan dinamika regulasi selama beberapa tahun. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur tentang moderasi beragama, memperkuat kebijakan publik, serta mengurangi kesenjangan antara teori dan praktik dalam industri halal. Dengan mengadopsi pendekatan metodologis yang beragam, hasilnya dapat menawarkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Akhirnya, temuan tersebut dapat menjadi dasar bagi pihak regulator dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kepercayaan publik dan daya saing global industri halal Indonesia.

  1. THE STATE AS AN ESSENTIAL VALUE (ḌARŪRIYYĀT) OF THE MAQĀṢID AL-SHARĪ‘AH | AHKAM : Jurnal... doi.org/10.15408/AJIS.V19I1.6256THE STATE AS AN ESSENTIAL VALUE UARRIYYAT OF THE MAQAID AL SHARAoAH AHKAM Jurnal doi 10 15408 AJIS V19I1 6256
  2. Pembangunan Industri Halal: Konsep Halalan-Toyyiban dan Pengurusan Keselamatan Industri dalam Kerangka... doi.org/10.33102/uij.vol18no.252Pembangunan Industri Halal Konsep Halalan Toyyiban dan Pengurusan Keselamatan Industri dalam Kerangka doi 10 33102 uij vol18no 252
Read online
File size510.15 KB
Pages29
DMCAReport

Related /

ads-block-test