EUREKAEUREKA
IJOLEH : International Journal of Education and HumanitiesIJOLEH : International Journal of Education and HumanitiesEducational inequality in Indonesia is not solely the result of economic limitations, but also a reflection of the inequality of cultural capital institutionalized within the social system. This study aims to analyze Pierre Bourdieus thinking on cultural capital, habitus, and domain in the context of Indonesian education. Using a literature review approach to ten national and international articles, this study seeks to identify how social structures and cultural values inherited from families play a role in reproducing inequality in educational access and achievement. The analysis shows that schools, as social arenas, often serve as instruments of symbolic reproduction that reinforce the dominant position of privileged groups. Cultural capital in the form of language, thinking styles, and value orientations that are in accordance with the formal education system tend to benefit students from the upper middle class, while students from the lower classes experience alienation. Therefore, Indonesia can be understood not only as a policy issue, but also as a structural problem rooted in relations of symbolic power and inequality. This study concludes the urgency of applying a critical sociological approach to educational policy so that the education system can be more inclusive and socially just.
This study confirms that Pierre Bourdieus theory provides a highly relevant conceptual foundation for understanding educational inequality in Indonesia.Education in Indonesia still tends to prioritize urban and formal cultural capital as the standard of success, perpetuating inequality for those lacking recognized symbolic capital.A reorientation of education policy based on cultural equality is needed, recognizing diverse habits and improving cultural literacy for educators and policymakers to foster a more just and inclusive education system.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kualitatif mendalam perlu dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana habitus keluarga secara spesifik memengaruhi strategi belajar dan interaksi siswa di lingkungan sekolah yang beragam. Kedua, studi komparatif antara sekolah-sekolah dengan tingkat keberagaman sosio-ekonomi yang berbeda dapat mengungkap mekanisme reproduksi ketidaksetaraan budaya dalam praktik kurikulum dan penilaian. Ketiga, penelitian aksi partisipatif yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua dapat dirancang untuk mengembangkan intervensi pendidikan yang lebih inklusif dan responsif terhadap modal budaya lokal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang kompleksitas ketidaksetaraan pendidikan di Indonesia dan berkontribusi pada pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih adil dan merata, serta memperkuat upaya dekonstruksi dominasi budaya yang selama ini tertanam dalam sistem pendidikan. Dengan demikian, pendidikan dapat benar-benar menjadi wahana mobilitas sosial dan pemberdayaan bagi seluruh lapisan masyarakat.
- What PISA and ASPIRES studies tell us about the nuanced influence of cultural capital on student learning:... bera-journals.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/berj.3635What PISA and ASPIRES studies tell us about the nuanced influence of cultural capital on student learning bera journals onlinelibrary wiley doi 10 1002 berj 3635
- Cultural Capital and Educational Inequality: A Critical Analysis of Bourdieu's Thought in the Context... jurnal-eureka.com/index.php/ijoleh/article/view/430Cultural Capital and Educational Inequality A Critical Analysis of Bourdieus Thought in the Context jurnal eureka index php ijoleh article view 430
| File size | 678.73 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
BALELITERASIBALELITERASI Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi, sesi tanya jawab, dan tinjauan dokumen pengajaran. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan STEMPenelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi, sesi tanya jawab, dan tinjauan dokumen pengajaran. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan STEM
UNZAHUNZAH Esensi pendidikan Islam adalah keseluruhan proses rububiyah Allah terhadap manusia, mulai dari penciptaan hingga penyempurnaan. Tujuan utama pendidikanEsensi pendidikan Islam adalah keseluruhan proses rububiyah Allah terhadap manusia, mulai dari penciptaan hingga penyempurnaan. Tujuan utama pendidikan
UNDHARIUNDHARI Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert. Temuan penelitian ini, yang dibuktikan dengan analisis regresi linier sederhana, menunjukkan bahwa KurikulumData dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert. Temuan penelitian ini, yang dibuktikan dengan analisis regresi linier sederhana, menunjukkan bahwa Kurikulum
UPI YAIUPI YAI Hasil Penelitian diperoleh hasil r = 0,294 dan p = 0. 000 < 0,05. Maka (Ho1):“tidak ada hubungan antara Konsep Diri dengan Komunikasi Interpersonal padaHasil Penelitian diperoleh hasil r = 0,294 dan p = 0. 000 < 0,05. Maka (Ho1):“tidak ada hubungan antara Konsep Diri dengan Komunikasi Interpersonal pada
MAHADEWAMAHADEWA Penelitian ini menggunakan instrumen Satuan Acuan Pembelajaran, Lembar Observasi, Lembar Kerja Mahasiswa, Soal Tes, serta Catatan Lapangan. Artikel iniPenelitian ini menggunakan instrumen Satuan Acuan Pembelajaran, Lembar Observasi, Lembar Kerja Mahasiswa, Soal Tes, serta Catatan Lapangan. Artikel ini
MAHADEWAMAHADEWA Penerapan model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) dalam proses pembelajaran menjadikan suasana belajar di dalam kelas menjadi lebih aktif. SelamaPenerapan model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) dalam proses pembelajaran menjadikan suasana belajar di dalam kelas menjadi lebih aktif. Selama
MAHADEWAMAHADEWA Penelitian ini dilaksanakan di IKIP PGRI Bali pada tahun 2018 dengan sampel mahasiswa semester Va yang berjumlah 25 orang. Instrumen pengumpulan data adalahPenelitian ini dilaksanakan di IKIP PGRI Bali pada tahun 2018 dengan sampel mahasiswa semester Va yang berjumlah 25 orang. Instrumen pengumpulan data adalah
MAHADEWAMAHADEWA Terdapat level kinerja (performance) terdiri dari 4 level yang ditetapkan oleh Exemplars. Keempat level tersebut adalah Novice, Apprentice, Practitioner,Terdapat level kinerja (performance) terdiri dari 4 level yang ditetapkan oleh Exemplars. Keempat level tersebut adalah Novice, Apprentice, Practitioner,
Useful /
BALELITERASIBALELITERASI This research contributes to the development of more innovative and contextual learning methods, as well as offering insights into the use of technologyThis research contributes to the development of more innovative and contextual learning methods, as well as offering insights into the use of technology
BALELITERASIBALELITERASI Penelitian ini menyelidiki bagaimana machine learning (ML) mengubah pendidikan tinggi di Cina melalui dimensi pedagogis, institusional, dan etika. DataPenelitian ini menyelidiki bagaimana machine learning (ML) mengubah pendidikan tinggi di Cina melalui dimensi pedagogis, institusional, dan etika. Data
BALELITERASIBALELITERASI Selain itu, munculnya perjalanan yang dipersonalisasi dan berfokus pada pengalaman menggarisbawahi pergeseran menuju keaslian dan keterlibatan budaya.Selain itu, munculnya perjalanan yang dipersonalisasi dan berfokus pada pengalaman menggarisbawahi pergeseran menuju keaslian dan keterlibatan budaya.
UNZAHUNZAH Jika mencari akar masalah pada orang lain pada hakikatnya akar masalah itu juga bermula dari diri sendiri sehingga menyalahkan orang lain berarti pulaJika mencari akar masalah pada orang lain pada hakikatnya akar masalah itu juga bermula dari diri sendiri sehingga menyalahkan orang lain berarti pula