STAIN MADINASTAIN MADINA

Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen DakwahAl-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah

Era digital menjadi tantangan yang kompleks bagi lembaga dakwah, untuk itu perlu adanya strategi perubahan dan pengembangan. Studi ini secara fokus membahas tentang analisis strategi perubahan dan pengembangan lembaga dakwah di era digital. Untuk menguatkan tujuan tersebut maka penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian maka ditemukan beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh lembaga dakwah di era digital. Pertama memproduksi konten yang bermanfaat, membuat konten yang menarik dengan kemasan yang tepat, menyesuaikan dakwah dengan situasi yang sedang berlangsung, dan membangun sinergi antar komunitas atau ormas untuk menghasilkan juru dakwah yang berstandar. Penerapan strategi dakwah digital penting dilakukan karena masyarakat kini lebih aktif di ruang digital, sehingga dakwah dapat diakses lebih luas, efisien, dan mampu menangkal paham keliru serta memperkuat literasi keagamaan yang moderat.

Lembaga dakwah saat ini semakin memanfaatkan teknologi, terutama media sosial, untuk meningkatkan penyebaran dakwah dan berinteraksi dengan berbagai kalangan masyarakat.Namun, perkembangan teknologi juga membawa tantangan, seperti penyebaran informasi yang salah atau radikal serta pengaruh budaya luar yang dapat bertentangan dengan ajaran agama.Oleh karena itu, lembaga dakwah perlu beradaptasi dengan teknologi secara bijak, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat sistem manajemen, menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, serta mengembangkan program dakwah yang relevan dengan isu kontemporer.

Berdasarkan kajian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak penggunaan platform media sosial tertentu terhadap perilaku keagamaan generasi muda di berbagai wilayah. Hal ini penting untuk memahami bagaimana karakteristik masing-masing platform memengaruhi proses pembelajaran dan internalisasi nilai-nilai Islam. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model komunikasi dakwah digital yang efektif dan adaptif terhadap perubahan tren teknologi dan perilaku audiens. Model ini hendaknya mempertimbangkan prinsip-prinsip dakwah Islam, seperti kejujuran, kebenaran, dan relevansi, serta memanfaatkan fitur-fitur interaktif dan visual yang menarik. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana lembaga dakwah dapat memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas program dakwah, misalnya dalam personalisasi konten, analisis sentimen audiens, atau deteksi dini penyebaran informasi yang salah. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat menghasilkan strategi dakwah digital yang lebih komprehensif, adaptif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membangun komunikasi keagamaan yang relevan bagi generasi muda di era teknologi.

  1. Transformasi Komunikasi Dakwah dalam Era Digital: Peluang dan Tantangan dalam Pendidikan Islam Kontemporer... doi.org/10.37680/almikraj.v4i1.3513Transformasi Komunikasi Dakwah dalam Era Digital Peluang dan Tantangan dalam Pendidikan Islam Kontemporer doi 10 37680 almikraj v4i1 3513
Read online
File size324.34 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test