UMMATUMMAT
Jurnal Agrotek UmmatJurnal Agrotek UmmatPenggunaan limbah kulit kacang sebagai briket merupakan alternatif energi terbarukan yang berpotensi meningkatkan kualitas bahan bakar padat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi perekat tepung beras terhadap kualitas briket arang kulit kacang berdasarkan parameter kualitas dan kepatuhan terhadap standar SNI. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada konsentrasi perekat 10%, 15%, 20%, dan 25%. Parameter yang diuji meliputi nilai kalor, kadar air, kadar abu, dan laju pembakaran. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi perekat mengurangi nilai kalor dari 5.450 cal/g menjadi 4.676 cal/g, serta meningkatkan kadar air hingga 7,9% dan kadar abu hingga 8,4%. Semua perlakuan memenuhi standar SNI kadar air (<8%), tetapi kadar abu hanya memenuhi standar hingga konsentrasi 20%. Laju pembakaran berkurang dari 0,0042 g/s menjadi 0,0031 g/s, sementara waktu pembakaran meningkat dari 50,7 menit menjadi 68,8 menit. Secara keseluruhan, kualitas briket terbaik diperoleh pada konsentrasi perekat 10–20% karena memenuhi standar SNI, memiliki nilai kalor tinggi, kadar air dan abu rendah, serta pembakaran stabil. Oleh karena itu, pengendalian konsentrasi perekat sangat penting untuk menghasilkan briket berkualitas optimal.
Berdasarkan hasil penelitian ini, variasi konsentrasi perekat tepung beras secara signifikan memengaruhi kualitas briket arang kulit kacang sebagai bahan bakar alternatif.Peningkatan konsentrasi perekat menyebabkan penurunan nilai kalor dari 5.676 cal/g, serta peningkatan kadar air hingga 7,9% dan kadar abu hingga 8,4%.Meskipun semua perlakuan memenuhi standar SNI kadar air (<8%), hanya perlakuan dengan konsentrasi perekat 20% yang memenuhi batas maksimum kadar abu sebesar 8%.Dalam hal karakteristik pembakaran, peningkatan konsentrasi perekat mengurangi laju pembakaran dari 0,0045 g/s menjadi 0,0031 g/s dan meningkatkan waktu pembakaran dari 50,7 menit menjadi 68,8 menit.Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas briket tidak ditentukan hanya oleh nilai kalor, tetapi juga oleh keseimbangan antara kadar air, kadar abu, dan kinerja pembakaran.Secara keseluruhan, konsentrasi perekat 10–20% menghasilkan kualitas briket terbaik karena memenuhi standar kualitas, menjaga nilai kalor relatif tinggi, dan menunjukkan pembakaran yang stabil dan efisien.
Untuk meningkatkan kualitas briket sebagai bahan bakar alternatif, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan perekat alami lainnya dengan kadar mineral lebih rendah untuk mengurangi kadar abu sambil mempertahankan nilai kalor. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang modifikasi bahan baku seperti campuran limbah pertanian lainnya untuk meningkatkan daya tahan briket terhadap tekanan dan stabilitas pembakaran. Penelitian juga dapat mengkaji pengaruh komposisi campuran briket terhadap emisi gas pembakaran, sehingga memastikan briket tidak hanya efisien secara energi tetapi juga ramah lingkungan dan aman untuk aplikasi skala luas.
- Microsoft Word - 164.docx. pdf obj off order rbgroups ocgs pages type catalog endobj font fields 10t15... aidic.it/cet/17/56/278.pdfMicrosoft Word 164 docx pdf obj off order rbgroups ocgs pages type catalog endobj font fields 10t15 aidic it cet 17 56 278 pdf
- Analisis Kualitas Briket Arang Kulit Kacang Tanah Dengan Perekat Biji Nangka | Jurnal Teknik Terapan.... j-teta.polije.ac.id/index.php/publikasi/article/view/19Analisis Kualitas Briket Arang Kulit Kacang Tanah Dengan Perekat Biji Nangka Jurnal Teknik Terapan j teta polije ac index php publikasi article view 19
| File size | 437.55 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UMADAUMADA Famili Diadematidae adalah Famili yang dominan dengan nilai 80,86%. Penelitian ini menemukan lima jenis bulu babi di perairan Pulau Sabang, dengan DiademaFamili Diadematidae adalah Famili yang dominan dengan nilai 80,86%. Penelitian ini menemukan lima jenis bulu babi di perairan Pulau Sabang, dengan Diadema
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Tingkat oksigen terlarut yang rendah semakin mengancam ekosistem akuatik, berpotensi menyebabkan proliferasi bakteri yang meningkatkan risiko penyakitTingkat oksigen terlarut yang rendah semakin mengancam ekosistem akuatik, berpotensi menyebabkan proliferasi bakteri yang meningkatkan risiko penyakit
UNBUNB Temuan ini mengindikasikan bahwa pencemaran di Sungai Sepaku bersifat kompleks dan saling terkait antar parameter pencemar. Oleh karena itu, diperlukanTemuan ini mengindikasikan bahwa pencemaran di Sungai Sepaku bersifat kompleks dan saling terkait antar parameter pencemar. Oleh karena itu, diperlukan
GREENPUBGREENPUB Faktor penyebabnya meliputi kurangnya kompetensi para pelaksana atau KSPAM yang tidak ahli dalam bidangnya dan tidak paham akan masalah kerusakan. AnggaranFaktor penyebabnya meliputi kurangnya kompetensi para pelaksana atau KSPAM yang tidak ahli dalam bidangnya dan tidak paham akan masalah kerusakan. Anggaran
UNISAPUNISAP Penelitian evaluasi status mutu kualitas daerah aliran sungai Kali Dendeng menggunakan metode indeks pencemaran menunjukkan bahwa segmen 1 dan 2 masihPenelitian evaluasi status mutu kualitas daerah aliran sungai Kali Dendeng menggunakan metode indeks pencemaran menunjukkan bahwa segmen 1 dan 2 masih
PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON Benih ikan kerapu bebek dapat digunakan sebagai ikan hias maupun dibesarkan untuk menjadi ikan konsumsi. Kegiatan pembenihan dimulai dari pemeliharaanBenih ikan kerapu bebek dapat digunakan sebagai ikan hias maupun dibesarkan untuk menjadi ikan konsumsi. Kegiatan pembenihan dimulai dari pemeliharaan
PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON Dalam pengujian ini, sistem RAS yang dipergunakan untuk pembesaran lobster pasir mempergunakan tahapan pemurnian: sedimentasi, filtrasi fisik, filtrasiDalam pengujian ini, sistem RAS yang dipergunakan untuk pembesaran lobster pasir mempergunakan tahapan pemurnian: sedimentasi, filtrasi fisik, filtrasi
MAHARDIKAMAHARDIKA Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,042 (p < 0,05), yang mengindikasikan efek signifikan kapur tohor dalam menurunkan kadar besi (Fe). Kesimpulan:Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,042 (p < 0,05), yang mengindikasikan efek signifikan kapur tohor dalam menurunkan kadar besi (Fe). Kesimpulan:
Useful /
UMMATUMMAT Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi pupuk organik cair Jakaba dan Biosaka terhadap pertumbuhan serta hasil terong ungu. Metode penelitianPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi pupuk organik cair Jakaba dan Biosaka terhadap pertumbuhan serta hasil terong ungu. Metode penelitian
STAISAMSTAISAM Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program pendidikan yang lebih efektif dalam mengenali dan mengoptimalkan potensi remaja.Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program pendidikan yang lebih efektif dalam mengenali dan mengoptimalkan potensi remaja.
CERICCERIC Desain penelitian adalah eksperimen acak terkontrol pada 21 bayi berat lahir rendah dengan teknik consecutive sampling. Penilaian respons nyeri menggunakanDesain penelitian adalah eksperimen acak terkontrol pada 21 bayi berat lahir rendah dengan teknik consecutive sampling. Penilaian respons nyeri menggunakan
CERICCERIC Pelatihan juga merupakan variabel yang berpengaruh terhadap perilaku perawat. Faktor yang paling dominan memengaruhi perilaku perawat dalam memutus rantaiPelatihan juga merupakan variabel yang berpengaruh terhadap perilaku perawat. Faktor yang paling dominan memengaruhi perilaku perawat dalam memutus rantai