STAISAMSTAISAM
At-Ta’dib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahAt-Ta’dib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahKemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang berkembang secara menyeluruh menjadikan sebuah era globalisasi yang penuh dengan kecanggihan diberbagai sector. Dampaknya segera terasa dalam berbagai bidang kehidupan manusia tidak hanya berlangsung pada aspek kehidupan yang bersifat material, akan tetapi berlanjut pada aspek non material seperti akhlak. Urgensi Implementasi Pembinaan akhlak dilakukan dalam lingkungan keluarga, masyarakat, dan Pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik literature review. Tujuan dari penelitian pustaka adalah untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang materi yang didalami. Hasil dari literature review ialah Akhlak merupakan sebuah tatanan yang tertanam kuat dalam jiwa yang darinya muncul beragam perbuatan dengan mudah dan ringan, tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan dibutuhkan di era globalisasi. Peserta didik khususnya tingkat Madrasah Ibtidaiyah membutuhkan fondasi akhlak yang kuat. dan akhlak baik. Seperti pendapat Al-Ghazali dan KH Mustofa Bisri.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa akhlak adalah tatanan jiwa yang mendorong perbuatan spontan dan ringan, berakar pada wahyu Allah Swt., serta memiliki dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang mendalam.Pembinaan akhlak yang krusial bagi peserta didik Madrasah Ibtidaiyah memerlukan tindakan yang berasal dari dorongan jiwa, dilakukan berulang, dan timbul secara spontan tanpa pertimbangan.Metode pendidikan akhlak, sebagaimana ditekankan oleh Al-Ghazali dan KH Mustofa Bisri, melibatkan pendekatan formal dan non-formal, serta praktik seperti mujahadah, pembiasaan, nasihat, keteladanan, hingga reward dan punishment.
Berdasarkan kajian konsep dan urgensi pendidikan akhlak bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah di era globalisasi, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan untuk memperkaya pemahaman dan praktik di lapangan. Pertama, sangat relevan untuk melakukan studi empiris yang mendalam mengenai implementasi dan efektivitas metode pendidikan akhlak yang telah diuraikan, khususnya yang bersumber dari pandangan Al-Ghazali dan KH Mustofa Bisri, dalam konteks sekolah-sekolah Madrasah Ibtidaiyah saat ini. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana pendekatan seperti pembiasaan diri, keteladanan, serta pemberian reward dan punishment diadaptasi dan diimplementasikan oleh guru dan orang tua, serta sejauh mana dampak nyata praktik-praktik tersebut terhadap pembentukan akhlak mulia siswa di tengah gempuran informasi global. Studi kasus di berbagai lingkungan Madrasah Ibtidaiyah, baik perkotaan maupun pedesaan, akan memberikan gambaran komprehensif mengenai tantangan dan keberhasilan dalam membangun fondasi akhlak yang kuat. Kedua, mempertimbangkan percepatan globalisasi dan teknologi digital, penelitian lanjutan dapat menelisik secara khusus bagaimana interaksi siswa Madrasah Ibtidaiyah dengan teknologi dan media sosial memengaruhi perkembangan akhlak mereka. Penting untuk mengidentifikasi tantangan akhlak yang spesifik akibat paparan digital, seperti cyberbullying atau konsumsi konten yang tidak sesuai, serta merumuskan strategi inovatif bagi pendidik dan keluarga untuk membimbing siswa memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus memperkuat nilai-nilai akhlak Islam. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah, bagaimana teknologi dapat diintegrasikan sebagai alat bantu edukasi akhlak, bukan hanya sebagai sumber tantangan? Terakhir, dengan pemahaman yang lebih dalam tentang ontologi, epistemologi, dan aksiologi akhlak, serta metode pendidikan yang efektif, penelitian dapat diarahkan pada pengembangan model kurikulum pendidikan akhlak yang inovatif dan kontekstual untuk Madrasah Ibtidaiyah. Model ini harus mampu mengintegrasikan ajaran akhlak secara holistik ke dalam seluruh aspek pembelajaran, tidak hanya sebagai mata pelajaran terpisah, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari setiap interaksi dan materi ajar. Bagaimana kurikulum semacam ini dapat disusun agar tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis dan adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus memastikan tercapainya tujuan pendidikan Islam untuk membentuk generasi berakhlak mulia di era globalisasi yang terus berkembang?.
| File size | 364.32 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
STISASABANGSTISASABANG In identifying the grammar of the language found in the fiil mudāri era that was used by the mufasir in his interpretation of al-Baḥr al-Muḥiṭ,In identifying the grammar of the language found in the fiil mudāri era that was used by the mufasir in his interpretation of al-Baḥr al-Muḥiṭ,
EJURNALILMIAHEJURNALILMIAH Oleh karena itu, IPNU‑IPPNU dapat dipandang sebagai mitra strategis yang mampu menciptakan generasi muda berkualitas dan berkontribusi pada pembangunanOleh karena itu, IPNU‑IPPNU dapat dipandang sebagai mitra strategis yang mampu menciptakan generasi muda berkualitas dan berkontribusi pada pembangunan
STIKKENDALSTIKKENDAL Dengan semangat kerja yang positif seperti disiplin, tanggung jawab, integritas, dan kreativitas dalam menyusun media pembelajaran, mahasiswa PPL dapatDengan semangat kerja yang positif seperti disiplin, tanggung jawab, integritas, dan kreativitas dalam menyusun media pembelajaran, mahasiswa PPL dapat
IICETIICET Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan budaya religius yang meliputi sholat duha berjamaah, kegiatan Qiroah Al-Quran dan Hadist, serta penerapanHasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan budaya religius yang meliputi sholat duha berjamaah, kegiatan Qiroah Al-Quran dan Hadist, serta penerapan
TAMANLITERATAMANLITERA Strategi simbolik ditunjukkan melalui pembangunan masjid dan penggunaan atribut keislaman secara tampak sebagai penegasan identitas. Temuan ini menantangStrategi simbolik ditunjukkan melalui pembangunan masjid dan penggunaan atribut keislaman secara tampak sebagai penegasan identitas. Temuan ini menantang
LATANSAMASHIROLATANSAMASHIRO Namun, keterbatasan fasilitas, kurangnya kualifikasi guru, dan rendahnya partisipasi masyarakat masih menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan pembelajaranNamun, keterbatasan fasilitas, kurangnya kualifikasi guru, dan rendahnya partisipasi masyarakat masih menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan pembelajaran
IAINAMBONIAINAMBON Selain itu, metode pembelajaran kooperatif, seperti Project-Based Learning (PjBL) dan Jigsaw, mendorong kolaborasi serta pengembangan keterampilan berpikirSelain itu, metode pembelajaran kooperatif, seperti Project-Based Learning (PjBL) dan Jigsaw, mendorong kolaborasi serta pengembangan keterampilan berpikir
EDUPEDEDUPED Ahmad Dahlan Sipirok. Penelitian kualitatif dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, menghasilkan temuan bahwa upaya guru melibatkan kerjaAhmad Dahlan Sipirok. Penelitian kualitatif dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, menghasilkan temuan bahwa upaya guru melibatkan kerja
Useful /
SEANINSTITUTESEANINSTITUTE Optimalisasi tersebut harus fokus pada mengatasi tantangan internal, khususnya keterbatasan sumber daya manusia baik di tingkat kecamatan maupun desa,Optimalisasi tersebut harus fokus pada mengatasi tantangan internal, khususnya keterbatasan sumber daya manusia baik di tingkat kecamatan maupun desa,
EDUPEDEDUPED Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa: (1) pengaruh penerapan model pembelajaran reciprocal teaching terhadap kemampuan pemahaman konsep matematisTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa: (1) pengaruh penerapan model pembelajaran reciprocal teaching terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis
EDUPEDEDUPED Subjek dari penelitian ini siswa kelas X IPS 1 MAN 3 Cianjur pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 pada mata pelajaran Ekonomi. Instrumen yangSubjek dari penelitian ini siswa kelas X IPS 1 MAN 3 Cianjur pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 pada mata pelajaran Ekonomi. Instrumen yang
EDUPEDEDUPED Pengembangan media pembelajaran berupa video pembelajaran kelas III SD tema 6 “Energi dan Perubahannya dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaranPengembangan media pembelajaran berupa video pembelajaran kelas III SD tema 6 “Energi dan Perubahannya dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran