STAI AL-HIDAYAHSTAI AL-HIDAYAH
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan IslamIslamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan IslamKrisis karakter mulia dalam era tekhnologi ini semakin meningkat, hal tersebut di tandai dengan meningkatnya kenakalan remaja. Santri yang jauh dari kedua orangtua nya juga menjadi perhatian khusus dalam artikel ini, karena pembinaan karakter mulia sangat di butuhan oleh para santri, hal ini menjadi latar belakang artikel ini. Pembinaan karakter mulia kepada santri merupakan hal yang sangat penting di lakukan. Metode dalam penelitian artikel ini adalah dengan library research, Field Reseach dan FGD kepada beberapa Pembina senior dengan tehnik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi, serta menggunakan analisis data Triangulasi sumber dan Tehnik. Hasil dari penelitian ini adalah Pembinaan Karakter Mulia (Mentoring) Santri dengan pendekatan Tazkiyatun Nafs Menurut Imam Ghazali dalam kitab Ayyuhal Waladul Muhibbah. Tujuan Kokurikulum, Materi Kokurikulum (Konsep Diri sebagai khalifatullah dan Abdullah, Akhlak kepada Allah, Akhlak Kepada Guru dan orangtua, Akhlak dalam pergaulan) Metode Kokurikulum yaitu Metode Langsung terdiri dari: 1) Personal: Coaching and Counseling dan Muhasabah, dan 2). Kelompok: Ceramah, Aktivitas Taubat, Aktivitas Dzikir & doa, Kisah dan Muhasabah. Metode tidak langsung: Keteladanan, Pembiasaan dan Pengawasan. Evaluasi Kokurikulum terdiri Materi Evaluasi yaitu 1). Ibadah, 2). Karakter mulia. Akhlak terhadap teman dan Akhlak terhadap lingkungan. Dan Metode Evaluasi: Observasi, Praktek dan 360˚ evaluasi.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kokurikulum pembinaan karakter mulia santri dengan pendekatan Tazkiyatun Nafs menurut Imam Ghazali ini menguraikan tujuan, materi, metode, dan evaluasi yang komprehensif untuk membentuk akhlak santri dalam berbagai aspek kehidupan.Materi kurikulum mencakup konsep diri sebagai khalifatullah dan abdullah, serta akhlak kepada Allah, guru, orang tua, diri sendiri, teman, dan lingkungan, yang disampaikan melalui metode langsung seperti coaching, konseling, muhasabah personal dan kelompok, serta metode tidak langsung melalui keteladanan, pembiasaan, dan pengawasan.Keberhasilan pembinaan dievaluasi secara menyeluruh meliputi aspek ibadah dan karakter mulia dengan teknik observasi, praktik, dan evaluasi 360 derajat.
Saran penelitian lanjutan dapat mendalami bagaimana efektivitas jangka panjang dari kurikulum pembinaan karakter mulia berbasis Tazkiyatun Nafs ini terhadap santri setelah mereka lulus atau kembali ke masyarakat umum. Penting untuk meneliti apakah nilai-nilai akhlak yang ditanamkan dapat bertahan dan diaplikasikan secara konsisten di tengah tantangan lingkungan sosial yang lebih luas. Selain itu, studi komparatif bisa dilakukan untuk membandingkan dampak pendekatan Tazkiyatun Nafs di pesantren dengan sekolah Islam non-boarding atau bahkan institusi pendidikan umum lainnya, untuk melihat potensi adaptasi dan relevansinya di luar konteks pesantren murni. Pertanyaan penelitian dapat diarahkan pada sejauh mana metode langsung (seperti konseling personal dan muhasabah) dan metode tidak langsung (keteladanan dan pembiasaan) dalam Tazkiyatun Nafs dapat disesuaikan dan diterapkan secara efektif di lingkungan yang berbeda, serta mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan atau hambatan dalam implementasinya. Kemudian, mengingat krisis karakter yang disebut di era teknologi, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi atau intervensi digital dapat mendukung atau bahkan menghambat proses Tazkiyatun Nafs, serta bagaimana pesantren dapat memanfaatkan teknologi secara bijak untuk memperkuat pembinaan karakter santri. Ini termasuk meneliti peran orang tua dan keluarga dalam mendukung pembinaan karakter santri, meskipun mereka jauh, dengan memanfaatkan platform komunikasi modern. Dengan demikian, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang keberlanjutan, adaptasi, dan relevansi pendekatan Tazkiyatun Nafs dalam membentuk karakter mulia di berbagai lapisan masyarakat dan era yang terus berkembang.
| File size | 278.25 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
GRAHAKAROMAHGRAHAKAROMAH hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter islami dilaksanakan secara sistematis melalui program pembiasaan ubudiyah, seperti shalat dhuhahasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter islami dilaksanakan secara sistematis melalui program pembiasaan ubudiyah, seperti shalat dhuha
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini menyimpulkan bahwa Madrasah Aliyah (MA) Al-Ittifaqiah telah berhasil menerapkan Manajemen Mutu Terpadu (MMT) sebagai kerangka peningkatanPenelitian ini menyimpulkan bahwa Madrasah Aliyah (MA) Al-Ittifaqiah telah berhasil menerapkan Manajemen Mutu Terpadu (MMT) sebagai kerangka peningkatan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Evaluasi mencakup penilaian kinerja, analisis hasil program, dan rekomendasi untuk perbaikan berkelanjutan. Pencapaian penting mencakup digitalisasi 80%,Evaluasi mencakup penilaian kinerja, analisis hasil program, dan rekomendasi untuk perbaikan berkelanjutan. Pencapaian penting mencakup digitalisasi 80%,
ARIPAFIARIPAFI Materi pembelajaran disusun secara normatif dan idealis, namun kurang mengakomodasi konteks kehidupan nyata siswa, terutama dalam menghadapi tantanganMateri pembelajaran disusun secara normatif dan idealis, namun kurang mengakomodasi konteks kehidupan nyata siswa, terutama dalam menghadapi tantangan
STAI ALISTAI ALI Secara keseluruhan, pendampingan ini berdampak positif dalam memperdalam pemahaman agama, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat praktik keagamaanSecara keseluruhan, pendampingan ini berdampak positif dalam memperdalam pemahaman agama, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat praktik keagamaan
UIN MALANGUIN MALANG 2) Mengetahui pengaruh kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap prestasi belajar peserta didik di MA Al – Ihsan Krian Sidoarjo. 3) Mengetahui2) Mengetahui pengaruh kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap prestasi belajar peserta didik di MA Al – Ihsan Krian Sidoarjo. 3) Mengetahui
STAI TBHSTAI TBH Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Penelitian ini menghasilkan analisis pembelajaran kitab Talim MutaalimPenelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Penelitian ini menghasilkan analisis pembelajaran kitab Talim Mutaalim
STAI AL-HIDAYAHSTAI AL-HIDAYAH Pada saat ini, sosial distancing sangat digunakan untuk memutuskan rantai penularan wabah ini sehingga untuk melakukan segala pekerjaan dan pendidikan.Pada saat ini, sosial distancing sangat digunakan untuk memutuskan rantai penularan wabah ini sehingga untuk melakukan segala pekerjaan dan pendidikan.
Useful /
GRAHAKAROMAHGRAHAKAROMAH Selain itu, program ini juga berhasil membentuk kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya pola asuh dan konsumsi gizi seimbang sebagai upaya preventifSelain itu, program ini juga berhasil membentuk kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya pola asuh dan konsumsi gizi seimbang sebagai upaya preventif
PUTRAGALUHPUTRAGALUH Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel jenuh, yaitu seluruh 28 peserta didik kelas II. Data dikumpulkan melalui tes berupaPenelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel jenuh, yaitu seluruh 28 peserta didik kelas II. Data dikumpulkan melalui tes berupa
USKUSK Desain penelitian kualitatif diterapkan dengan melibatkan 95 mahasiswa keperawatan dan 10 dosen ESP yang mengisi kuesioner terbuka. Selain itu, pesertaDesain penelitian kualitatif diterapkan dengan melibatkan 95 mahasiswa keperawatan dan 10 dosen ESP yang mengisi kuesioner terbuka. Selain itu, peserta
STISAPAMEKASANSTISAPAMEKASAN Berdasarkan hal tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini. Pertama, bagaimana praktik. Kedua, Apakah NikahBerdasarkan hal tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini. Pertama, bagaimana praktik. Kedua, Apakah Nikah