STAI ALISTAI ALI

Efada : Jurnal Pengabdian MasyarakatEfada : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Penelitian ini menggambarkan pelaksanaan kegiatan KKN Kelompok Desa Mertelu STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya yang berfokus pada pendampingan terhadap TPQ Al-Muttaqin di Dusun Krinjing Desa Mertelu, Kec. Gedangsari, Kab. Gunung Kidul, Provinsi Jogjakarta. Metode yang digunakan adalah partisipatory action research (PAR), dengan melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam memberikan pembelajaran tambahan mengenai Huruf Hijaiyah dan Makharijul Huruf kepada para santri. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembacaan Al-Quran, pelaksanaan wudhu, dan salat, serta diberlakukannya salat Ashar berjamaah sebelum proses belajar mengajar di TPQ. Pemberian materi tambahan ini membantu para santri memahami huruf-huruf hijaiyah dengan lebih baik, serta membedakan tempat keluarnya huruf sesuai dengan Makharijul Huruf. Kesimpulannya, pendampingan ini memberikan dampak positif dalam memperdalam pemahaman agama, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat praktik keagamaan para santri, serta berkontribusi dalam pembentukan karakter generasi muda.

Kegiatan KKN melalui pendampingan TPQ Al-Muttaqin di Gunung Kidul telah meningkatkan kualitas pembacaan Al-Quran, wudhu, dan salat santri dengan pemberian materi Huruf Hijaiyah dan Makharijul Huruf.Peningkatan ini juga ditunjukkan dengan diberlakukannya salat Ashar berjamaah sebelum pembelajaran di TPQ.Secara keseluruhan, pendampingan ini berdampak positif dalam memperdalam pemahaman agama, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat praktik keagamaan santri, sekaligus berkontribusi pada pembentukan karakter generasi muda.

Penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman kita mengenai efektivitas program pendidikan keagamaan di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ). Pertama, mengingat tantangan keterbatasan waktu dan metode pembelajaran yang kadang monoton, menarik untuk mengkaji lebih jauh bagaimana pengembangan dan implementasi kurikulum modular berbasis permainan atau pendekatan inovatif lainnya dapat secara signifikan meningkatkan minat belajar, retensi materi, dan pemahaman Al-Quran di kalangan santri dengan jadwal yang padat. Studi ini bisa mengeksplorasi desain pedagogis yang paling sesuai untuk sesi belajar singkat namun berdampak tinggi, serta teknologi sederhana yang mungkin bisa diintegrasikan. Kedua, menanggapi isu kekurangan tenaga pengajar dan belum optimalnya sistem evaluasi, penelitian dapat berfokus pada pengembangan model keberlanjutan. Bagaimana TPQ dapat membangun program pelatihan pengajar yang komprehensif dan berkelanjutan, mungkin melalui kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi atau komunitas lokal, yang tidak hanya meningkatkan kualitas pengajar tetapi juga mengintegrasikan kerangka evaluasi pembelajaran yang efektif dan berkesinambungan? Penelitian ini bisa mengevaluasi dampak program mentorship atau pelatihan berbasis masyarakat terhadap kompetensi pedagogis dan motivasi pengajar TPQ. Ketiga, untuk melihat dampak yang lebih holistik, bagaimana jika kita meneliti pengaruh jangka panjang dari kurikulum TPQ yang lebih terintegrasi? Yaitu, program yang tidak hanya menekankan literasi Al-Quran seperti Huruf Hijaiyah dan Makharijul Huruf, tetapi juga secara sistematis menggabungkan materi fiqih praktis dan pendidikan karakter yang lebih mendalam, terhadap perkembangan spiritual dan akhlak santri di lingkungan pedesaan. Penelitian ini dapat membandingkan perkembangan santri dari TPQ dengan kurikulum tradisional versus kurikulum terpadu, memberikan wawasan tentang pendekatan terbaik untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya fasih membaca Al-Quran, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang kuat dan karakter yang mulia secara berkelanjutan.

Read online
File size376.43 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test