STAI ALISTAI ALI

Efada : Jurnal Pengabdian MasyarakatEfada : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada generasi muda di institusi perguruan tinggi terkait manajemen emosi dalam perspektif Islam melalui sosialisasi, diskusi, dan tes Emotional Quotient (EQ). Program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai jurusan di Universitas Islam Majapahit. Hasil polling menunjukkan mayoritas peserta memahami kecerdasan emosional sebagai kemampuan mengelola emosi, sabar, dan tidak mudah tersinggung. Tes EQ mengindikasikan sebagian besar peserta memiliki tingkat EQ tinggi (≥ 120). Program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran peserta akan tantangan yang dihadapi di era digital antara lain flexing, perbandingan sosial, isolasi, FOMO (fear of missing out), hingga paparan berita negatif. Program ini juga menekankan pentingnya kesabaran, pengendalian diri, dan akhlak mulia sebagai dasar dalam menghadapi dinamika digital. Integrasi antara nilai-nilai Islam, kecerdasan emosional, dan literasi digital diyakini mampu membentuk generasi muda yang resilien, berakhlak mulia, serta bijak dalam menggunakan teknologi.

Kegiatan pengabdian masyarakat tentang manajemen emosi di era digital menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki tingkat EQ tinggi, namun masih menghadapi tantangan berupa perbandingan sosial, kecemasan, dan paparan negatif media sosial.Dalam perspektif Islam, pengelolaan emosi dapat diperkuat melalui nilai sabar, pengendalian amarah, dan kesadaran spiritual.Integrasi literasi digital dengan ajaran Islam diyakini mampu membentuk masyarakat yang lebih bijak, sehat secara emosional, dan berakhlak mulia dalam menghadapi dinamika era digital.

Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi adalah bagaimana mengembangkan model pembelajaran berbasis digital yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam untuk meningkatkan kecerdasan emosional mahasiswa. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi efektif dalam mengatasi dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental generasi muda, khususnya dengan memanfaatkan pendekatan spiritual dan psikologis Islam. Terakhir, penting untuk meneliti bagaimana peran keluarga dan lingkungan sosial dalam membentuk literasi digital dan kecerdasan emosional generasi muda, serta bagaimana institusi pendidikan dapat berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan generasi muda yang resilien, berakhlak mulia, dan bijak dalam menggunakan teknologi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pembentukan karakter generasi muda yang berkualitas dan mampu menghadapi tantangan era digital dengan baik.

  1. Penyuluhan Manajemen Emosi Generasi Muda di Era Digital dalam Perspektif Islam | Efada : Jurnal Pengabdian... doi.org/10.54214/efada.Vol2.Iss02.936Penyuluhan Manajemen Emosi Generasi Muda di Era Digital dalam Perspektif Islam Efada Jurnal Pengabdian doi 10 54214 efada Vol2 Iss02 936
  2. INTERRELATION OF TECHNOLOGY AND IDEOLOGY IN INFORMAL SECOND LANGUAGE ACQUISITION: A TRANSDISCIPLINARY... doi.org/10.18860/prdg.v3i1.9030INTERRELATION OF TECHNOLOGY AND IDEOLOGY IN INFORMAL SECOND LANGUAGE ACQUISITION A TRANSDISCIPLINARY doi 10 18860 prdg v3i1 9030
Read online
File size913.55 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test