UIMEDANUIMEDAN

Jurnal Ekonomi Syariah Imelda (JESYI)Jurnal Ekonomi Syariah Imelda (JESYI)

Mewabahnya Covid-19 pada 2019 melanda hampir di seluruh belahan dunia. Kondisi tersebut memberikan berbagai dampak negatif bagi kehidupan manusia baik pada sektor politik, ekonomi dan pendidikan khususnya mengalami dampat yang begitu besar. Berdasarkan permasalahan tersebut, tidak berarti lembaga pendidikan putus semangat untuk meningkatkan citra publik lembaga pendidikan. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui strategi HUMAS dalam meningkatkan citra publik lembaga pendidikan pada masa pandemi covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan yang merupakan teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap studi literature, buku dan laporan‑laporan yang berkaitan dan terhadap masalah yang akan dipecahkan. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa HUMAS dapat menggunakan beberapa strategi dalam meningkatkan citra publik lembaga pendidikan pada masa pandemi covid-19 yaitu dengan melaksanakan 1) pameran lembaga pendidikan 2) Layanan konten website dan sosial media 3) Program virtual kehumasan (internal) dan Bimbingan konseling online. Sehingga dapat disimpulkan, dengan adanya strategi tersebut, HUMAS diharapkan mampu meningkatkan citra publik lembaga pendidikan pada masa pandemi covid-19.

Pada masa pandemi covid‑19, HUMAS merupakan harapan satu‑satunya yang dapat digunakan untuk mempromosikan, mengenalkan atau meningkatkan citra publik pada masyarakat.Sehingga dalam hal ini terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan oleh HUMAS yaitu 1) Pameran Lembaga Pendidikan 2) Layanan konten website dan sosial media 3) Program virtual kehumasan (internal) dan Bimbangan Konseling Online.Strategi tersebut dibuat sesuai dengan keputusan KEMENDIKBUD (kementrian pendidikan dan kebudayaan) bahwasanya kegiatan belajar mengajar peserta didik dilakukan secara daring.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas masing‑masing strategi (pameran, konten digital, program virtual, dan bimbingan konseling online) dalam meningkatkan persepsi positif masyarakat terhadap lembaga pendidikan selama pandemi, dengan mengukur variabel kepuasan, kepercayaan, dan keterlibatan publik. Kedua, studi komparatif antara lembaga pendidikan formal (sekolah, perguruan tinggi) dan nonformal (pusat pelatihan, lembaga kursus) dapat memberikan wawasan tentang perbedaan kebutuhan dan pendekatan HUMAS dalam konteks pandemi, sehingga dapat disusun panduan khusus untuk setiap kategori. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peranan media sosial berbasis komunitas (misalnya WhatsApp, Telegram) sebagai saluran inovatif HUMAS, sekaligus menilai dampaknya terhadap pencapaian tujuan strategis komunikasi dan peningkatan citra lembaga pendidikan di era digital yang terus berubah.

Read online
File size348.33 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test