AMSIRAMSIR

Jurnal Litigasi AmsirJurnal Litigasi Amsir

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penyebab pelanggaran yang dilakukan oleh narapidana di pusat tahanan serta konsekuensi hukum yang dihadapi oleh narapidana yang melakukan pelanggaran di rumah tahanan. Metode yang digunakan adalah penelitian normatif‑empiris, yang memungkinkan peneliti mengidentifikasi kesesuaian antara peraturan hukum yang ada dengan praktik di lapangan serta mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pelanggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama pelanggaran di rumah tahanan adalah overkapasitas ruang, ketidakpuasan psikologis akibat dendam yang belum terselesaikan, serta kurangnya kesadaran dan pemahaman mengenai norma dan hak narapidana; sedangkan konsekuensi hukum yang ditetapkan meliputi sanksi ringan berupa peringatan dan pernyataan, sanksi menengah berupa penahanan dalam sel merah selama enam hari dengan pembatasan hak, dan sanksi berat berupa penahanan dalam sel pengasingan maupun pemindahan ke lembaga pemasyarakatan lain.

Pelanggaran dalam Rumah Tahanan Kelas IIB Pinrang dipicu oleh overkapasitas kamar yang menimbulkan ketegangan emosional antara narapidana.Faktor psikologis seperti dendam yang belum terselesaikan juga berkontribusi pada terjadinya pertengkaran dan pelanggaran.Penegakan hukum yang melibatkan sanksi bertahap menunjukkan perlunya peningkatan program rehabilitasi dan pengelolaan kapasitas untuk mengurangi risiko pelanggaran di masa depan.

Penelitian lanjutan dapat meneliti efektivitas program rehabilitasi intensif di lingkungan lembaga pemasyarakatan untuk menurunkan tingkat pelanggaran narapidana; memfokuskan studi longitudinal tentang hubungan antara tingkat kepuasan psikologis narapidana dan frekuensi pelanggaran, serta menganalisis dampak overkapasitas fisik terhadap kesehatan mental narapidana; serta mengevaluasi kebijakan alokasi sumber daya manusia dan fasilitas di rumah tahanan yang dapat menurunkan tingkat stres narapidana, sehingga dapat dipastikan bahwa penegakan hukum tidak hanya bersifat represif tetapi juga mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana.

Read online
File size414.48 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test