UMMATUMMAT
Jurnal Agrotek UmmatJurnal Agrotek UmmatProses perkecambahan biji sirsak dapat terjadi jika kulit biji permeabel terhadap air dan tersedia cukup air dengan tekanan osmosis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jakaba pada perkecambahan biji tanaman sirsak (Annona muricata L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu skarifikasi (S) sebagai faktor pertama yang terdiri dari 3 taraf meliputi dan S3=pengelupasan setengah kulit benih. Faktor kedua yaitu lama perendaman POC jakaba (P) yang terdiri dari 4 taraf meliputi P1=6 jam, P2=12 jam, P3=18 jam, dan P4=24 jam. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pengelupasan setengah kulit biji dan perendaman POC Jakaba selama 6 jam (P1S3) adalah perlakuan terbaik dapat meningkatkan daya kecambah hingga 86,67%. Secara mandiri, pengelupasan kulit efektif memicu daya tumbuh, sementara pengguntingan biji menghasilkan tunas terpanjang (10,21 cm). Untuk perendaman, durasi 12-24 jam paling efektif dalam mempercepat waktu kecambah dan mendukung pertumbuhan tunas yang kuat.
Perlakuan perendaman 24 jam (P4) memberikan waktu perkecambahan tercepat dengan durasi 21,33 hari.Perkecambahan paling terbukti dipengaruhi oleh pengelupasan setengah kulit benih (S3) yang efektif meningkatkan daya berkecambah hingga 74,17%, dan pengguntingan setengah benih (S1) secara konsisten menghasilkan panjang plumula terbaik hingga 10,21 cm pada 7 MST.Kombinasi interaksi paling optimal ditemukan pada perlakuan perendaman 6 jam dengan skarifikasi setengah biji (P1S3) yang mampu menghasilkan daya berkecambah maksimal sebesar 86,67%.
Berdasarkan temuan bahwa kombinasi pengelupasan setengah kulit dan perendaman 6 jam menghasilkan daya berkecambah maksimal, penelitian lanjutan dapat meneliti pengaruh variasi konsentrasi POC Jakaba pada durasi perendaman singkat guna menentukan batas optimal inokulasi. Selain itu, mengeksplorasi efektivitas kombinasi skarifikasi mekanik dengan perlakuan biokimia tambahan, seperti penambahan hormon pertumbuhan atau mikroba penolong, dapat memaksimalkan sinergi pada fase awal perkecambahan. Terakhir, studi perbandingan efektivitas POC Jakaba terhadap biji sirsak di lingkungan pertanian tradisional dengan sistem perendaman bertingkat dapat memberikan rekomendasi praktis bagi petani lokal dalam meningkatkan produktivitas tanaman sirsak secara berkelanjutan.
| File size | 388.8 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
EJURNALILMIAHEJURNALILMIAH Selain itu, AI berkontribusi pada pengembangan kemandirian belajar siswa dengan memungkinkan mereka melakukan praktik secara mandiri, menyesuaikan kecepatanSelain itu, AI berkontribusi pada pengembangan kemandirian belajar siswa dengan memungkinkan mereka melakukan praktik secara mandiri, menyesuaikan kecepatan
UMMATUMMAT Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada konsentrasi perekat 10%, 15%, 20%, dan 25%. Parameter yang diuji meliputiMetode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada konsentrasi perekat 10%, 15%, 20%, dan 25%. Parameter yang diuji meliputi
UMMATUMMAT Sementara itu, konsentrasi Biosaka 75% (B3) menghasilkan tinggi tanaman (8,48 cm pada 2 WAT dan 27,34 cm pada 4 WAT), jumlah daun (7,67 daun pada 3 WATSementara itu, konsentrasi Biosaka 75% (B3) menghasilkan tinggi tanaman (8,48 cm pada 2 WAT dan 27,34 cm pada 4 WAT), jumlah daun (7,67 daun pada 3 WAT
STAISAMSTAISAM Dengan pembelajaran menggunakan metode scientific learning peserta didik dapat mencari fakta-fakta yang sudah berhasil dikumpulkan. Mulai dari menganalisisDengan pembelajaran menggunakan metode scientific learning peserta didik dapat mencari fakta-fakta yang sudah berhasil dikumpulkan. Mulai dari menganalisis
UNPATTIUNPATTI Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi Garam dan waktu perendaman mempengaruhi rasa kering ikan asin kawalinya. Garam konsentrasi dan waktu penyimpananHasil penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi Garam dan waktu perendaman mempengaruhi rasa kering ikan asin kawalinya. Garam konsentrasi dan waktu penyimpanan
UNPATTIUNPATTI Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kedalaman 30 cm pertumbuhannya sangat baik dibandingkan dengan kedalaman 40 cm dan 50 cm pertumbuhan kurangHasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kedalaman 30 cm pertumbuhannya sangat baik dibandingkan dengan kedalaman 40 cm dan 50 cm pertumbuhan kurang
UNPATTIUNPATTI Latar Belakang: Perairan pantai Negeri Porto merupakan salah satu wilayah sebaran teripang yang telah terindikasi terjadi penurunan sumber daya teripangLatar Belakang: Perairan pantai Negeri Porto merupakan salah satu wilayah sebaran teripang yang telah terindikasi terjadi penurunan sumber daya teripang
UNPATTIUNPATTI Latar Belakang: Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui pengaruh konsentrasi GA dengan waktu perendaman terhadap bibit perkecambahan sirsak,Latar Belakang: Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui pengaruh konsentrasi GA dengan waktu perendaman terhadap bibit perkecambahan sirsak,
Useful /
EJURNALILMIAHEJURNALILMIAH Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dataMetode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data
UMMATUMMAT Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pH medium fermentasi terhadap selulosa bakteri sari pelepah kelapa sawit. Selulosa bakteriTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pH medium fermentasi terhadap selulosa bakteri sari pelepah kelapa sawit. Selulosa bakteri
STAISAMSTAISAM Pengenalan diri berperan penting dalam mengoptimalkan potensi akademik dan sosial remaja SMP. Dukungan lingkungan pendidikan, khususnya guru dan orangPengenalan diri berperan penting dalam mengoptimalkan potensi akademik dan sosial remaja SMP. Dukungan lingkungan pendidikan, khususnya guru dan orang
UNPATTIUNPATTI Tidak hanya sebagai bahan pangan, kedelai (Glycine max L) juga dikenal sebagai bahan pakan ternak dan industri. Penelitian ini menggunakan bakteri Rhizobin,Tidak hanya sebagai bahan pangan, kedelai (Glycine max L) juga dikenal sebagai bahan pakan ternak dan industri. Penelitian ini menggunakan bakteri Rhizobin,