UNPATTIUNPATTI

BIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan TerapanBIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan

Latar Belakang: Perairan pantai Negeri Porto merupakan salah satu wilayah sebaran teripang yang telah terindikasi terjadi penurunan sumber daya teripang baik dari segi jumlah maupun ukuran individu yang tertangkap dan dapat berpengaruh terhadap struktur komunitas. Struktur komunitas dapat digunakan untuk mengetahui kestabilan lingkungan perairan, sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengkaji aspek ekologi khususnya struktur komunitas yang meliputi komposisi jenis, kepadatan, potensi, frekuensi kehadiran jenis, pola sebaran, indeks ekologi dan parameter lingkungan. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2008 di Negeri Porto dengan menggunakan metode Transek Linier Kuadrat. Hasil: Sumberdaya teripang di negeri Porto terdiri dari delapan jenis, dengan potensi sebesar 12.286 individu dan Bohadschia marmorata merupakan spesies dengan nilai kepadatan, potensi dan frekuensi kehadiran tertinggi serta adanya tiga pola penyebaran teripang yang dijumpai yaitu seragam dan acak masing-masing terdiri dari tiga spesies, serta kelompok yang terdiri atas dua spesies.

Sumberdaya teripang di Negeri Porto terdiri dari delapan jenis dengan potensi 12.Nilai indeks ekologi menunjukkan keragaman jenis teripang rendah, keserasian antar spesies hampir merata, serta adanya kecenderungan dominansi oleh spesies Bohadschia marmorata dan Holothuria edulis.Faktor lingkungan seperti suhu, pH, salinitas, DO, kecerahan, arus, dan sebaran sedimen menunjukkan bahwa perairan Negeri Porto sesuai untuk pertumbuhan teripang.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang siklus hidup dan pola reproduksi spesies Bohadschia marmorata dan Holothuria edulis di perairan Negeri Porto untuk memahami kapan masa memijah dan tingkat kematangan gonad mereka secara spesifik di lokasi ini. Kedua, sebaiknya diteliti pengaruh sistem lelang atau kontrak daerah pasang surut terhadap keberlanjutan populasi teripang, untuk mengevaluasi apakah sistem pengelolaan lokal tersebut justru mendorong eksploitasi berlebihan atau dapat dimodifikasi menjadi model pengelolaan berkelanjutan. Ketiga, perlu dikaji potensi pemulihan ekosistem melalui pelibatan masyarakat lokal dalam program budidaya teripang berbasis habitat alami, dengan mengeksplorasi teknik restocking yang sesuai dengan kondisi substrat dan parameter lingkungan setempat. Penelitian-penelitian ini penting untuk mengembangkan strategi konservasi yang tidak hanya ilmiah namun juga sosial-ekonomis relevan bagi masyarakat Negeri Porto. Dengan memahami dinamika reproduksi, dampak kebijakan, dan potensi restorasi, upaya pengelolaan sumber daya teripang dapat menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Read online
File size900.69 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test