UMMATUMMAT

Jurnal Agrotek UmmatJurnal Agrotek Ummat

Pelepah kelapa sawit, hasil samping dari proses panen kelapa sawit, mengandung sari pelepah seperti glukosa, sukrosa, dan fruktosa, cocok digunakan sebagai bahan baku fermentasi sehingga dapat menaikkan nilai tambah dari pelepah sawit. Sebagai media fermetasi, sari pelepah tidak menghambat pertumbuhan mikroba, tidak menimbulkan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pH medium fermentasi terhadap selulosa bakteri sari pelepah kelapa sawit. Selulosa bakteri dihasilkan menggunakan Acetobacter Xylinum. Sari pelepah kelapa sawit disipakan 100 ml/g ditambahkan protein dengan pH media yang berbeda difermentasi selama 8 hari menggunakan suhu ruang dalam keadaan statis. Hasil ketebalan dan berat selulosa bakteri terbaik pada medium pH 5 0,78 cm dan 393,015 g/L. Analisis mikrograf FE-SEM untuk selulosa bakteri menunjukkan puncak-puncak khas terdapat selulosa dengan benang fibril yang khas. pH 3 mempunyai nilai kristalinitas terendah dan kristaslinitas terbaik ditemukan pada pH 5 berdasarkan FWHM. 1106 dan 1423 cm-1 merupakan area ikatan C-O-C atau C-O yang merupakan salah satu dari ikatan dari rantai utama selulosa bakteri dan hasil uji kuat tarik terbaik adalah perlakuan pH 5 dengan kekuatan tarik 261,645 Mpa.

pH sangat berpengaruh terhadap produksi dan karakteristik dari selulosa bakteri.pH 5 merupakan pH media sari pelepah kelapa sawit terbaik untuk memproduksi selulosa bakteri.pH 5 mempunya ketebalan 0,78 cm, hasil uji kuat tarik terringgi 261,645, morfologi SEM dengan kerapatan benang fibril selulosa yang rapat dan nilai FWHM terendah, wavenumber 1106 dan 1423 cm-1 menunjukkan gugus C–O eter dan alkohol mana daerah tersebut menunjukkan komposisi kimia rantai utama selulosa bakteri.Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan terhadap lama hari fermentasi selulosa bakteri dengan media sari pelepah kelapa sawit.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pH medium fermentasi memiliki pengaruh signifikan terhadap produksi dan karakteristik selulosa bakteri. Penelitian lanjutan dapat fokus pada optimasi kondisi fermentasi, seperti lama fermentasi, untuk meningkatkan produksi selulosa bakteri. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi aplikasi selulosa bakteri dalam berbagai bidang, seperti biomaterial, pengemasan makanan, dan industri kosmetik. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan teknologi selulosa bakteri dan meningkatkan nilai tambah dari pelepah kelapa sawit.

  1. BACTERIAL CELLULOSE PRODUCTION FROM OIL PALM FROND JUICE AND ITS IMPREGNATION WITH SILVER NANOPARTICLES... jopr.mpob.gov.my/bacterial-cellulose-production-from-oil-palm-frond-juice-and-its-impregnation-with-silver-nanoparticles-for-antibacterial-wound-dressingBACTERIAL CELLULOSE PRODUCTION FROM OIL PALM FROND JUICE AND ITS IMPREGNATION WITH SILVER NANOPARTICLES jopr mpob gov my bacterial cellulose production from oil palm frond juice and its impregnation with silver nanoparticles for antibacterial wound dressing
Read online
File size1.77 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test