SEANINSTITUTESEANINSTITUTE

INFOKUMINFOKUM

Rubber Tyred Gantry (RTG) merupakan salah satu alat berat yang digunakan di pelabuhan peti kemas untuk melaksanakan aktivitas bongkar muat kontainer. Salah satu komponen utama RTG adalah spreader, yang berfungsi untuk mengangkat dan menurunkan kontainer melalui sistem twistlock di keempat sudutnya. Namun, dalam praktiknya, sering timbul masalah teknis seperti kegagalan penguncian twistlock, yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan kerja dan kerusakan peralatan. Studi ini membahas sistem interlock pada spreader RTG sebagai sistem keselamatan dan kontrol dalam proses pengangkatan kontainer. Analisis dilakukan melalui eksperimen dengan mengamati sistem kerja elektromekanis pada spreader secara langsung di lapangan dan mensimulasikan logika interlock menggunakan Zelio Soft 2. Jika twistlock tidak masuk dengan sempurna ke dalam lubang twistlock, maka lampu landed tidak akan menyala dan proses interlock tidak dapat dilakukan. Ketika lampu landed menyala, proses penguncian kontainer dapat dilakukan oleh operator dengan menekan tombol lock pada master control di kabin operator. Setelah proses penguncian selesai, kontainer siap untuk diangkat. Sistem interlock efektif dalam mencegah penguncian twistlock jika spreader belum landed dan pengangkatan hoist jika proses penguncian belum selesai. Implementasi interlock ini meningkatkan keselamatan dan efektivitas dalam proses bongkar muat di Pelabuhan serta memerlukan pemeliharaan rutin sensor landed (proximity) dan penyesuaian jarak sensor landed terhadap pin twistlock agar deteksi tidak gagal. Dengan menerapkan sistem ini, tingkat keselamatan kerja dan efisiensi operasional RTG dapat ditingkatkan secara signifikan.

Analisis sistem interlock spreader pada derek Rubber Tyred Gantry (RTG) menunjukkan efektivitasnya sebagai mekanisme keselamatan krusial yang memastikan operasi pengangkatan kontainer hanya dilakukan jika semua kondisi yang disyaratkan terpenuhi, seperti keselarasan yang tepat, penguncian twist-lock yang aman, dan ketiadaan kesalahan sistem, sehingga secara signifikan mengurangi risiko kecelakaan.Meskipun integrasi komponen mekanis, sistem kelistrikan, dan kontrol berbasis PLC menghasilkan kinerja yang handal dan responsif, keandalan sistem sangat bergantung pada kondisi komponen utama, terutama sensor dan mekanisme twist-lock, yang merupakan sumber kegagalan paling kritis akibat keausan dan kondisi lingkungan.Oleh karena itu, untuk mempertahankan keandalan sistem yang tinggi dan meningkatkan keselamatan, diperlukan pemeliharaan preventif yang konsisten, inspeksi berkala, optimasi logika kontrol, peningkatan kesadaran operator, serta penyempurnaan lebih lanjut seperti redundansi sensor dan pemantauan waktu nyata guna memperkuat kinerja sistem di lingkungan operasi pelabuhan modern yang aman dan efisien.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada beberapa aspek krusial untuk lebih menyempurnakan sistem pengangkatan kontainer yang aman dan efisien. Pertama, mengingat tingginya ketergantungan sistem interlock pada sensor dan mekanisme twist-lock yang rentan keausan serta kondisi lingkungan ekstrem pelabuhan, studi dapat diarahkan pada pengembangan teknologi sensor dan material twist-lock yang lebih tangguh. Ini termasuk menciptakan solusi desain inovatif seperti sensor pembersih diri atau mekanisme perlindungan, agar berfungsi optimal jangka panjang tanpa penyesuaian manual sering, secara signifikan meningkatkan keandalan komponen inti. Kedua, meskipun interlock telah mengurangi risiko kecelakaan, ada sedikit peningkatan waktu operasional. Oleh karena itu, penelitian di masa depan dapat menyelidiki optimasi logika interlock, termasuk eksplorasi algoritma kecerdasan buatan yang mampu melakukan verifikasi keamanan lebih cepat atau prediktif. Tujuannya adalah menjaga standar keselamatan tinggi sambil meminimalkan penundaan operasional, menciptakan keseimbangan efisiensi dan keamanan yang lebih baik. Ketiga, faktor manusia memegang peran penting dalam operasional RTG. Saran penelitian selanjutnya bisa menyoroti pengaruh kualitas pelatihan operator, desain antarmuka manusia-mesin (HMI) yang lebih intuitif, atau bahkan dampak kelelahan operator terhadap efektivitas sistem interlock secara keseluruhan. Dengan memahami dinamika ini, kita dapat merancang sistem yang tidak hanya canggih secara teknis tetapi juga harmonis dengan interaksi manusia, memastikan keamanan maksimum di lapangan.

Read online
File size343.76 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test