UNISDAUNISDA
FAKTORIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran MatematikaFAKTORIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran MatematikaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran ARIFIN menggunakan Permainan Teka‑Teki Silang dan kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada topik Geometri di kelas VII SMP. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian pretest dan posttest control group design. Subjek penelitian ini sebanyak 52 siswa yang terdiri dari 26 siswa kelas eksperimen dan 26 siswa kelas kontrol yang diperoleh dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling pada kelas VII. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tulis dan selanjutnya di analisis dengan uji t‑test. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran ARIFIN menggunakan Permainan Teka‑Teki Silang dan kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada topik Geometri memiliki rata‑rata 6,92.
Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran ARIFIN menggunakan Permainan Teka‑Teki Silang dan kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada topik geometri di kelas VII SMP NU Simo Tahun ajaran 2022‑2023.Model Pembelajaran ARIFIN dengan menggunakan Permainan Teka‑Teki Silang menghasilkan kemampuan pemahaman konsep yang lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional.Rata‑rata skor siswa di kelas eksperimen (6,29) lebih tinggi daripada di kelas kontrol.
Penelitian di masa depan dapat meneliti efektivitas Model Pembelajaran ARIFIN dengan media permainan Teka‑Teki Silang pada subjek pelajaran matematika lain, misalnya aljabar, untuk mengetahui apakah peningkatan pemahaman konsep bersifat umum atau khusus pada topik geometri. Di samping itu, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perkembangan pemahaman konsep siswa selama satu semester menggunakan Model ARIFIN, sehingga dapat dievaluasi dampak jangka panjang dan kontinuitas belajar. Akhirnya, studi komparatif yang melibatkan guru sebagai fasilitator dapat dibandingkan antara penggunaan Model ARIFIN dengan dan tanpa integrasi permainan Teka‑Teki Silang, guna memahami kontribusi spesifik media permainan terhadap peningkatan pemahaman konsep matematika siswa.
| File size | 392.25 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
USIUSI Nilai rata-rata kelas kontrol diperoleh nilai pre-test sebesar 61,96 dan post-test 74,28. Model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif digunakanNilai rata-rata kelas kontrol diperoleh nilai pre-test sebesar 61,96 dan post-test 74,28. Model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif digunakan
UPSUPS Hal ini sejalan dengan pendapat Darwan dan Saleh (2023.124) yang menyatakan bahwa siswa dengan minat tinggi terhadap suatu mata pelajaran cenderung lebihHal ini sejalan dengan pendapat Darwan dan Saleh (2023.124) yang menyatakan bahwa siswa dengan minat tinggi terhadap suatu mata pelajaran cenderung lebih
UPSUPS Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran superitem berbantuan scaffolding mencapai KKM melebihi 70%. Hasil belajar matematika siswa yangHasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran superitem berbantuan scaffolding mencapai KKM melebihi 70%. Hasil belajar matematika siswa yang
UM SURABAYAUM SURABAYA Problem solving merupakan jenis dari strategi yang dapat diterapkan di pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis secara univariat problem solving sangatProblem solving merupakan jenis dari strategi yang dapat diterapkan di pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis secara univariat problem solving sangat
USIUSI Tidak hanya itu, peneliti juga menjelaskan cara menggunakan gambar dalam membuat teks deskriptif, kemudian peneliti meminta siswa untuk membuat teks deskriptifTidak hanya itu, peneliti juga menjelaskan cara menggunakan gambar dalam membuat teks deskriptif, kemudian peneliti meminta siswa untuk membuat teks deskriptif
UNESAUNESA Selain itu, hasil N-Gain menunjukkan peningkatan capaian pengetahuan siswa kelas eksperimen sebesar 0,67 dan termasuk dalam kategori sedang ke tinggi.Selain itu, hasil N-Gain menunjukkan peningkatan capaian pengetahuan siswa kelas eksperimen sebesar 0,67 dan termasuk dalam kategori sedang ke tinggi.
UNESAUNESA Dengan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbasis media film pendek efektif diterapkan dalam pembelajaran IPS untuk memberikan peningkatanDengan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbasis media film pendek efektif diterapkan dalam pembelajaran IPS untuk memberikan peningkatan
UNDIKSHAUNDIKSHA Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan gambaran kesadaran politik siswa terhadap pengetahuan, pemahaman, sikap dan tindakan atau pola prilakuTujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan gambaran kesadaran politik siswa terhadap pengetahuan, pemahaman, sikap dan tindakan atau pola prilaku
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil koneksi matematis siswa perempuan SMA dalam menyelesaikan masalah matematika. Jenis penelitian ini adalahPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil koneksi matematis siswa perempuan SMA dalam menyelesaikan masalah matematika. Jenis penelitian ini adalah
UNISDAUNISDA Hasil respon peserta didik terkait kemenarikan media Manasik memperoleh nilai presentanse 95,75% dengan kriteria sangat menarik. Hal ini dikarenakan mediaHasil respon peserta didik terkait kemenarikan media Manasik memperoleh nilai presentanse 95,75% dengan kriteria sangat menarik. Hal ini dikarenakan media
UNISDAUNISDA Pengembangan media gambar seri melalui model 4D membuat pembelajaran menyenangkan bagi siswa kelas V SD Negeri Sumberejo. Validasi media dan materi menunjukkanPengembangan media gambar seri melalui model 4D membuat pembelajaran menyenangkan bagi siswa kelas V SD Negeri Sumberejo. Validasi media dan materi menunjukkan
UNISDAUNISDA Metode kualitatif deskriptif digunakan pada 8 siswa kelas VII-D SMPN 1 Sumberrejo. Hasil menunjukkan siswa bertipe guardian, artisan, dan rational menunjukkanMetode kualitatif deskriptif digunakan pada 8 siswa kelas VII-D SMPN 1 Sumberrejo. Hasil menunjukkan siswa bertipe guardian, artisan, dan rational menunjukkan