UMPOUMPO

MULTITEK INDONESIA : JURNAL ILMIAHMULTITEK INDONESIA : JURNAL ILMIAH

Peningkatan permintaan akan pengiriman dan penyimpanan video berkualitas tinggi telah mendorong pengembangan pengkodean video yang lebih efisien. Salah satu pengkodean yang terbaru saat ini adalah H.265 yang memberikan kompresi yang lebih baik daripada pendahulunya yaitu H.264. Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh konfigurasi prediksi intra dan inter terhadap kualitas dan efisiensi kompresi video dalam konteks pengodean menggunakan pengkodean H.265. Analisis dilakukan melalui kurva Rate-Distortion (R-D) pada beberapa konfigurasi prediksi untuk setiap sequence video. Pengujian dilakukan dengan membandingkan konfigurasi intra, lowdelay, lowdelay-P, dan randomaccess pada beberapa sequence video. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi intra menghasilkan PSNR yang lebih tinggi dan bitrate yang tinggi. Sedangkan keseimbangan bitrate dan PSNR dapat dicapai dengan konfigurasi randomaccess yang mencapai bitrate yang rendah dengan PSNR lebih baik dibandingkan dengan lowdelay dan lowdelay-P untuk semua sequence.

Data bitrate dan PSNR pada konfigurasi intra, lowdelay, lowdelay-P, dan randomaccess menunjukkan bahwa konfigurasi intra menghasilkan kualitas gambar yang terbaik namun dengan bitrate tinggi.Konfigurasi lowdelay menghasilkan bitrate paling rendah tetapi dengan kualitas gambar yang lebih rendah.Konfigurasi randomaccess menghasilkan keseimbangan antara bitrate dan kualitas gambar.Rekomendasi penggunaan konfigurasi encoder tergantung pada kebutuhan aplikasi.dan bila memerlukan akses acak dengan bandwidth kecil namun kualitas baik gunakan randomaccess.

Pertama, lakukan penelitian eksperimental terhadap performa konfigurasi prediksi intra, lowdelay, lowdelay-P, dan randomaccess pada video berresolusi tinggi seperti 4K dan 8K guna menilai skalabilitas H.265 dalam konteks kompresi visual yang lebih kompleks. Kedua, teliti dampak penggunaan algoritme noise‑reduction dan post‑processing filter pada kualitas PSNR dan SSIM di masing‑masing konfigurasi, sehingga dapat memberikan panduan praktis bagi praktisi encoder untuk menyeimbangkan kualitas visual dan efisiensi kode. Ketiga, eksplorasi integrasi model pembelajaran mesin (machine learning) untuk pemilihan konfigurasi prediksi secara adaptif berdasarkan karakteristik konten video secara real‑time, sehingga dapat meningkatkan efisiensi kompresi pada jaringan dengan bandwidth terbatas dan kebutuhan latensi rendah.

  1. Analisis Perbandingan Teknik Video Codec H.264/AVC, H.265/HEVC, VP9 dan AV1 | Edumatic: Jurnal Pendidikan... doi.org/10.29408/edumatic.v5i2.3850Analisis Perbandingan Teknik Video Codec H 264 AVC H 265 HEVC VP9 dan AV1 Edumatic Jurnal Pendidikan doi 10 29408 edumatic v5i2 3850
  2. Pandemi Covid-19 dan Transformasi Budaya Digital di Indonesia | Titian: Jurnal Ilmu Humaniora. pandemi... doi.org/10.22437/titian.v5i2.15309Pandemi Covid 19 dan Transformasi Budaya Digital di Indonesia Titian Jurnal Ilmu Humaniora pandemi doi 10 22437 titian v5i2 15309
  3. Perbandingan Codec AVC Dan HEVC Menggunakan Penilaian Subjektif Standar ITU-T P.900 | Indonesian Journal... socjs.telkomuniversity.ac.id/ojs/index.php/indojc/article/view/719Perbandingan Codec AVC Dan HEVC Menggunakan Penilaian Subjektif Standar ITU T P 900 Indonesian Journal socjs telkomuniversity ac ojs index php indojc article view 719
Read online
File size640.34 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test