WALIDEMINSTITUTEWALIDEMINSTITUTE

SICOPUSSICOPUS

Penelitian ini meninjau kritis filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara dan relevansinya dalam konteks kebijakan “Merdeka Belajar serta gangguan global. Berdasarkan kerangka teori humanistik, budaya, dan pendidikan kebebasan, studi ini menggunakan pendekatan kualitatif historis, sosiokultural, dan analisis konten. Data primer diambil dari tulisan asli, sastra, dan pidato Ki Hajar, sementara data sekunder mencakup kerangka pendidikan kontemporer seperti Kurikulum Merdeka. Hasilnya menunjukkan bahwa pemikiran Ki Hajar tetap relevan, khususnya dalam aspek kebebasan belajar, akar budaya, dan pembentukan karakter. Namun, perlu reinterpretasi agar selaras dengan lingkungan pembelajaran digital dan kompetensi abad ke‑21. Implikasi menuntut kebijakan nasional mengintegrasikan nilai budaya lokal dan pendekatan pedagogi humanistik, guna menciptakan sistem pendidikan berkelanjutan berdasarkan identitas.

Ki Hajar Dewantara tetap menjadi dasar filosofis berharga bagi pendidikan nasional, menawarkan alternatif sistem pendidikan berbasis kemanusiaan, budaya, dan kebebasan.Konsep kebebasan belajar, pendidikan sebagai budaya, dan peran guru yang humanistik relevan di era digital, meski memerlukan reinterpretasi untuk menanggapi tantangan teknologi dan globalisasi.Ide-idenya harus diadaptasi agar tetap menjawab kebutuhan generasi modern.

Bagaimana cara merancang kurikulum Merdeka Belajar yang mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan teknologi AI sehingga dapat meningkatkan kemampuan kritis siswa? Penelitian dapat mengeksplorasi model interaktif pembelajaran berbasis virtual reality yang menumbuhkan karakter dan kebebasan belajar, serta menilai dampaknya pada partisipasi siswa. Selain itu, perlu diteliti bagaimana peran guru dapat direbut menjadi fasilitator belajar yang mendukung kebebasan berpikir melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang adaptive, sehingga memperkuat kesiapan generasi 5.0.

  1. INTERNALISASI FILOSOFI PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA | SOCIAL... jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/925INTERNALISASI FILOSOFI PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA SOCIAL jurnalp4i index php social article view 925
  2. Pembentukan Karakter Menurut Ki Hajar Dewantara dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam | KUTTAB. pembentukan... journalfai.unisla.ac.id/index.php/kuttab/article/view/236Pembentukan Karakter Menurut Ki Hajar Dewantara dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam KUTTAB pembentukan journalfai unisla ac index php kuttab article view 236
  3. ANALISIS PSIKOLOGIS KOMPARATIF PENDEKATAN PEMBELAJARAN KI HADJAR DEWANTARA DAN BENJAMIN S. BLOOM | Didaktika... doi.org/10.30863/didaktika.v13i1.326ANALISIS PSIKOLOGIS KOMPARATIF PENDEKATAN PEMBELAJARAN KI HADJAR DEWANTARA DAN BENJAMIN S BLOOM Didaktika doi 10 30863 didaktika v13i1 326
  4. The Role of the Teacher in Instilling Tauhid-Based Education in Students in the Perspective of the Qur'an... doi.org/10.61455/sujiem.v1i01.35The Role of the Teacher in Instilling Tauhid Based Education in Students in the Perspective of the Quran doi 10 61455 sujiem v1i01 35
  5. TAGHYIR WITHIN CHARACTER BUILDING OF THE ISLAMIC TRADITIONAL SCHOOL STUDENTS IN ACEH BESAR | Jurnal Ilmiah... doi.org/10.22373/jiif.v23i2.17167TAGHYIR WITHIN CHARACTER BUILDING OF THE ISLAMIC TRADITIONAL SCHOOL STUDENTS IN ACEH BESAR Jurnal Ilmiah doi 10 22373 jiif v23i2 17167
Read online
File size375.81 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test