LETIGESLETIGES

Social Criticism of Islamic StudiesSocial Criticism of Islamic Studies

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif Islam tentang martabat dan potensi manusia serta implikasinya terhadap praktik pendidikan. Dalam Islam, manusia dianugerahi dengan status yang mulia dan dilengkapi dengan potensi intelektual, spiritual, emosional, dan moral yang harus dikembangkan melalui pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi literatur dan analisis dokumen yang berkaitan dengan konsep martabat dan potensi manusia dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam harus bersifat holistik, berpusat pada siswa, dan menghormati martabat serta keunikan individu. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengakomodasi beragam gaya belajar dan kebutuhan siswa, sementara lingkungan belajar harus dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, memberikan rasa aman dan nyaman, serta mendorong saling menghormati. Kesimpulannya, implementasi pendidikan berbasis humanistik dalam Islam mampu menghasilkan siswa yang unggul secara intelektual, spiritual, emosional, dan moral, serta memposisikan pendidikan sebagai sarana transformasi diri menuju kesempurnaan manusia.

Pengembangan pendidikan Islam harus holistik, mengoptimalkan potensi intelektual, spiritual, emosional, dan moral siswa, serta menghormati martabat serta keunikan individu.Guru berperan sebagai fasilitator yang menyesuaikan metode pembelajaran untuk memaksimalkan potensi siswa.Lingkungan belajar yang aman, nyaman, kreatif, dan saling menghormati menjadi kunci untuk menciptakan siswa unggul dan berkarakter.

Penelitian lanjutan dapat meneliti efektivitas strategi pembelajaran berbasis fitrah dalam meningkatkan kemampuan kritis siswa di sekolah menengah pertama. Selain itu, studi longitudinal dapat memeriksa dampak lingkungan belajar yang mendukung kreativitas terhadap perkembangan karakter moral siswa selama masa pendidikan dasar. Akhirnya, penelitian kuantitatif dapat mengukur hubungan antara kepemimpinan guru sebagai fasilitator dan peningkatan motivasi belajar serta partisipasi aktif siswa dalam konteks pendidikan Islam di daerah terpencil.

  1. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 1 Indralaya Selatan | Jurnal... doi.org/10.19109/intelektualita.v9i1.5586Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 1 Indralaya Selatan Jurnal doi 10 19109 intelektualita v9i1 5586
  2. PERPUSTAKAAN | STAIMA AL-HIKAM MALANG. perpustakaan staima hikam malang doi.org/10.32478/talimuna.v10i1.524PERPUSTAKAAN STAIMA AL HIKAM MALANG perpustakaan staima hikam malang doi 10 32478 talimuna v10i1 524
  3. Model kepemimpinan kepala sekolah di sekolah penggerak | Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia.... doi.org/10.29210/1202424227Model kepemimpinan kepala sekolah di sekolah penggerak Jurnal EDUCATIO Jurnal Pendidikan Indonesia doi 10 29210 1202424227
  4. Implikasi Citra Merek dalam Pemasaran Lembaga Pendidikan Islam Terhadap Hasil Rekrutmen Peserta Didik... ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/insania/article/view/4608Implikasi Citra Merek dalam Pemasaran Lembaga Pendidikan Islam Terhadap Hasil Rekrutmen Peserta Didik ejournal uinsaizu ac index php insania article view 4608
Read online
File size336.32 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test