UMNYARSIUMNYARSI
Journal of Public Administration and Management StudiesJournal of Public Administration and Management StudiesKinerja adalah hasil kerja kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugas-tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Namun, pada observasi awal di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi, ditemukan bahwa tidak semua perawat memiliki kesempatan untuk mencapai prestasi baik dalam bentuk promosi, pengembangan diri, maupun kenyamanan di tempat kerja, sehingga kinerja beberapa perawat belum maksimal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross-sectional di mana variabel independen/faktor penyebab/faktor risiko dan variabel dependen/faktor efek dikumpulkan pada waktu yang bersamaan. Berdasarkan hasil analisis univariat, diperoleh motivasi kerja perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi dengan kategori baik sebesar 81,68% (107 orang) dan yang memiliki motivasi kurang baik sebesar 18,32% (24 orang). Sementara itu, hasil penelitian juga menemukan bahwa kinerja perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi memiliki kinerja yang baik dengan persentase 94,85% (124 orang) dan yang memiliki kinerja kurang baik sebesar 5,15% (7 orang). Berdasarkan hasil analisis bivariat korelasi chi-square, diketahui bahwa nilai signifikansi adalah 0,001, dan karena 0,001 < 0,05, disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti terdapat hubungan antara motivasi dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi.
Motivasi kerja perawat di RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi secara mayoritas baik (81,68%), begitu pula kinerja perawat yang sebagian besar juga baik (94,85%).Terdapat hubungan signifikan antara motivasi dan kinerja perawat, di mana motivasi yang baik berkorelasi dengan kinerja yang baik.Oleh karena itu, manajemen rumah sakit disarankan untuk terus meningkatkan motivasi perawat melalui program seperti refreshing dan pemberian penghargaan, serta memperhatikan faktor lain seperti karakteristik pribadi dan lingkungan kerja untuk mempertahankan kinerja optimal.
Saran penelitian lanjutan ini bisa berfokus pada eksplorasi faktor-faktor penentu kinerja perawat yang lebih spesifik dan mendalam, di luar motivasi kerja yang sudah terbukti memiliki hubungan signifikan. Pertama, studi di masa depan dapat menyelidiki secara komprehensif bagaimana sistem kompensasi, seperti struktur gaji, tunjangan, insentif lembur, serta peluang kenaikan pangkat dan promosi yang transparan, secara langsung memengaruhi tingkat motivasi dan kinerja perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur dampak finansial dan jenjang karir, serta pendekatan kualitatif untuk menangkap persepsi perawat mengenai keadilan dan transparansi sistem penghargaan, dengan pertanyaan utama: Sejauh mana kebijakan remunerasi dan pengembangan karir yang ada mampu menjadi pendorong utama peningkatan kinerja perawat? Kedua, mengingat adanya permasalahan terkait kesempatan pengembangan diri dan pelatihan, penelitian lanjutan dapat merancang dan menguji efektivitas program pelatihan serta pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan kualifikasi dan kebutuhan individu perawat, mungkin melalui studi eksperimen untuk membandingkan kelompok yang menerima pelatihan spesifik dengan kelompok kontrol, guna mengukur peningkatan kinerja, kepuasan kerja, dan kualitas pelayanan. Sebuah pertanyaan kunci bisa menjadi: Bagaimana implementasi program pengembangan diri yang inklusif dan berkesinambungan dapat mengoptimalkan kapasitas perawat dan meminimalisir kesenjangan keterampilan? Ketiga, karena isu komunikasi antar-perawat saat pergantian shift dan komunikasi perawat dengan pasien masih menjadi kendala yang disebutkan, studi kualitatif mendalam diperlukan untuk memahami akar masalah dalam proses komunikasi tersebut. Penelitian ini dapat menginvestigasi hambatan-hambatan komunikasi yang terjadi, baik dari sisi internal perawat, budaya organisasi, maupun beban kerja, serta mengeksplorasi strategi intervensi yang paling efektif, seperti penerapan protokol komunikasi standar atau pelatihan keterampilan interpersonal yang terfokus. Pertanyaan yang relevan mungkin: Faktor-faktor apa saja yang paling signifikan menghambat komunikasi efektif antara perawat dan pasien serta antar-shift, dan bagaimana strategi berbasis bukti dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas interaksi tersebut? Dengan fokus pada aspek-aspek ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan rekomendasi yang lebih konkret dan terarah bagi manajemen rumah sakit.
| File size | 269.63 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UNSURUNSUR Analisis lebih lanjut diarahkan kepada besarnya pengaruh total dari variabel independen kepada variabel dependen, masing-masing secara berurutan adalahAnalisis lebih lanjut diarahkan kepada besarnya pengaruh total dari variabel independen kepada variabel dependen, masing-masing secara berurutan adalah
UNRAMUNRAM Metode yang dipakai dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental one group pretest-posttest design. Dapat dijelaskanMetode yang dipakai dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental one group pretest-posttest design. Dapat dijelaskan
MARQCHAINSTITUTEMARQCHAINSTITUTE Di era digital saat ini, perusahaan menghadapi tantangan dalam mengelola persediaan, yang dapat berdampak pada efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan.Di era digital saat ini, perusahaan menghadapi tantangan dalam mengelola persediaan, yang dapat berdampak pada efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan.
RISETPRESSRISETPRESS Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda untuk mengukur pengaruh variabel independen, yaitu harga produk (X1) dan kenyamananTeknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda untuk mengukur pengaruh variabel independen, yaitu harga produk (X1) dan kenyamanan
RCF INDONESIARCF INDONESIA Menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian ini adalah (1) capital structure secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen, (2)Menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian ini adalah (1) capital structure secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen, (2)
STIESTEKOMSTIESTEKOM Kepemimpinan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja pegawai satpol PP Rembang. Motivasi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kinerjaKepemimpinan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja pegawai satpol PP Rembang. Motivasi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kinerja
NALANDANALANDA Terdapat hubungan positif dan signifikan antara Nilai variabel Disiplin Diri dengan Nilai variabel Hasil Belajar Siswa SMA Swasta di Jakarta, dengan koefisienTerdapat hubungan positif dan signifikan antara Nilai variabel Disiplin Diri dengan Nilai variabel Hasil Belajar Siswa SMA Swasta di Jakarta, dengan koefisien
NALANDANALANDA Penelitian ini melibatkan 86 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepadaPenelitian ini melibatkan 86 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada
Useful /
STAISAMSTAISAM konvergensi sebagai strategi dominan, divergensi untuk mempertahankan identitas, dan tantangan overakomodasi yang dapat menimbulkan kesan artifisial. Penyesuaiankonvergensi sebagai strategi dominan, divergensi untuk mempertahankan identitas, dan tantangan overakomodasi yang dapat menimbulkan kesan artifisial. Penyesuaian
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Studi ini menegaskan pentingnya viskositas cairan non-Newtonian terhadap stabilitas aliran dan tegangan geser, serta berkontribusi pada desain sistem pendinginStudi ini menegaskan pentingnya viskositas cairan non-Newtonian terhadap stabilitas aliran dan tegangan geser, serta berkontribusi pada desain sistem pendingin
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Saat ini, terdapat perbedaan tinggi badan mahasiswa di Politeknik ASTRA, oleh karena itu kursi antropometri diperlukan untuk memfasilitasi pengukuran dimensiSaat ini, terdapat perbedaan tinggi badan mahasiswa di Politeknik ASTRA, oleh karena itu kursi antropometri diperlukan untuk memfasilitasi pengukuran dimensi
RISETPRESSRISETPRESS Sementara itu, PT Asuransi Jasa Tania Tbk meningkatkan ROE dari 0,18% menjadi 1,24%, terutama didorong oleh peningkatan margin laba bersih dari 0,35% menjadiSementara itu, PT Asuransi Jasa Tania Tbk meningkatkan ROE dari 0,18% menjadi 1,24%, terutama didorong oleh peningkatan margin laba bersih dari 0,35% menjadi