UMMATUMMAT

Jurnal Agrotek UmmatJurnal Agrotek Ummat

Terong ungu (Solanum melongena L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun produksi di Provinsi Banten fluktuatif akibat kandungan nutrisi tanah yang rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi pupuk organik cair Jakaba dan Biosaka terhadap pertumbuhan serta hasil terong ungu. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor: konsentrasi Jakaba (J0: 0, J1: 20, J2: 40, J3: 60 ml/l) dan konsentrasi Biosaka (B0: 0%, B1: 25%, B2: 50%, B3: 75%). Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi Jakaba 40 ml/l (J2) memberikan efek signifikan terhadap tinggi tanaman (11,33 cm pada 3 WAT dan 26,72 cm pada 4 WAT), jumlah daun (9,08 daun pada 4 WAT), dan jumlah buah (rata-rata 2,25 buah). Sementara itu, konsentrasi Biosaka 75% (B3) menghasilkan tinggi tanaman (8,48 cm pada 2 WAT dan 27,34 cm pada 4 WAT), jumlah daun (7,67 daun pada 3 WAT dan 8,75 daun pada 4 WAT), serta berat buah (152,86 gram). Interaksi antara J2 dan B3 memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (31,50 cm) dan jumlah daun (10,33 daun) pada 4 WAT.

Penggunaan POC Jakaba dengan konsentrasi 40 ml/L (J2) berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman pada 3 WAT (11,33 cm) dan 4 WAT (26,72 cm), jumlah daun pada 4 WAT (9,08 daun), serta jumlah buah per tanaman dengan rata-rata 1,09 buah.Pemakaian Biosaka dengan konsentrasi 75% (B3) menghasilkan parameter terbaik, yaitu tinggi tanaman pada 2 WAT (8,48 cm) dan 4 WAT (27,34 cm), jumlah daun pada 3 WAT (7,67 daun) dan 4 WAT (8,75 daun), serta berat buah per tanaman sebesar 152,86 gram.Terdapat interaksi signifikan antara perlakuan POC Jakaba 40 ml/L dan Biosaka 75% (J2B3) yang memengaruhi tinggi tanaman (31,50 cm) dan jumlah daun (10,33 daun) pada 4 WAT.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi kombinasi konsentrasi Jakaba dan Biosaka yang lebih variatif untuk menemukan optimasi lebih tinggi. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak jangka panjang penggunaan kedua pupuk organik cair tersebut terhadap kesuburan tanah dan keberlanjutan pertanian. Terakhir, penelitian juga bisa menguji efektivitas Biosaka sebagai pemacu pertumbuhan pada tanaman hortikultura lainnya, seperti cabai atau tomat, untuk memperluas aplikasi praktisnya.

  1. Sosialisasi dan Aplikasi Pembuatan Biosaka Di Lahan Hortikultura Kabupaten Karo | Jurnal Pengabdian Masyarakat... jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.com/index.php/jpmba/article/view/95Sosialisasi dan Aplikasi Pembuatan Biosaka Di Lahan Hortikultura Kabupaten Karo Jurnal Pengabdian Masyarakat jurnalpengabdianmasyarakatbangsa index php jpmba article view 95
  2. ELICITOR UTILIZATION IN PLANTS | Jurnal Sapta Agrica. elicitor utilization plants jurnal sapta agrica... jurnal.uniraya.ac.id/index.php/Agrica/article/view/1857ELICITOR UTILIZATION IN PLANTS Jurnal Sapta Agrica elicitor utilization plants jurnal sapta agrica jurnal uniraya ac index php Agrica article view 1857
Read online
File size358.34 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test