EJURNALILMIAHEJURNALILMIAH

Kitabah: Jurnal Pendidikan Sosial HumanioraKitabah: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora

Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) menjadi salah satu dampak psikologis yang banyak dialami oleh remaja pengguna media sosial. Kondisi ini ditandai dengan kecemasan berlebihan ketika individu merasa tertinggal dari aktivitas sosial orang lain di dunia maya, yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental dan perilaku sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi dampak FoMO pada remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran spiritual, pengendalian diri, serta nilai-nilai syukur, qanaah, dan tawakal yang mampu mereduksi kecenderungan FoMO pada remaja. Selain itu, integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran dapat meningkatkan literasi digital yang sehat dan beretika. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dapat menjadi solusi preventif dan kuratif dalam menghadapi dampak negatif penggunaan media sosial.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam memainkan peran penting dan strategis dalam mengatasi dampak Fear of Missing Out (FoMO) pada remaja pengguna media sosial.Melalui integrasi nilai-nilai Islam seperti pengendalian diri (mujahadah al-nafs), rasa syukur (shukr), kesederhanaan (qanaah), dan ketergantungan pada Tuhan (tawakkul), siswa dapat mengembangkan kemampuan regulasi emosi yang lebih kuat dan mengurangi kecemasan yang disebabkan oleh perbandingan sosial di lingkungan digital.Nilai-nilai ini menjadi fondasi internal yang membantu remaja menggunakan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab.Selain itu, Pendidikan Agama Islam juga berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kesadaran spiritual dan literasi digital etis siswa.Dengan menghubungkan ajaran agama dengan tantangan digital nyata, pendidik dapat mendorong pemikiran reflektif dan perilaku sadar di antara siswa.Akibatnya, remaja menjadi lebih selektif dalam keterlibatan media sosial mereka, kurang tergantung pada validasi eksternal, dan lebih terarah pada interaksi yang bermakna dan berdasarkan nilai.Penelitian ini juga menegaskan bahwa Pendidikan Agama Islam berfungsi sebagai pendekatan preventif dan kuratif dalam mengatasi FoMO.Secara preventif, pendidikan ini mempersenjatai siswa dengan ketahanan moral dan spiritual untuk menghindari penggunaan media sosial yang berlebihan, sedangkan secara kuratif, pendidikan ini membantu mereka yang sudah terpengaruh untuk mengelola dan mengurangi dampak negatifnya.Oleh karena itu, memperkuat implementasi Pendidikan Agama Islam melalui strategi pembelajaran inovatif dan kontekstual sangat penting untuk mendukung remaja dalam menghadapi tantangan psikologis era digital.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana Pendidikan Agama Islam dapat diintegrasikan secara efektif dalam kurikulum sekolah untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan literasi digital etis siswa. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang Pendidikan Agama Islam dalam mengurangi kecenderungan FoMO pada remaja dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kesehatan mental dan perilaku sosial mereka. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan strategi pembelajaran inovatif yang menggabungkan teknologi secara positif dalam Pendidikan Agama Islam, seperti penggunaan platform digital edukatif yang sejalan dengan nilai-nilai Islam, untuk memberikan pengalaman online alternatif dan konstruktif.

Read online
File size1001.98 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test