STITALSTITAL

BAHRIBAHRI

Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah pada usia dibawah lima tahun karena pada usia tersebut mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Stimulasi dini sendiri merupakan rangsangan yang dilakukan sejak berada di dalam kandungan dilakukan setiap hari, untuk merangsang semua sistem indera dari pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan. Pada masa balita ini perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional dan landasan perkembangan berikutnya, sehingga setiap kelainan atau penyimpangan sekecil apapun apabila tidak terdeteksi dan tidak ditangani dengan baik. Anak-anak yang mendapatkan stimulasi terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan yang kurang atau tidak mendapat stimulasi sama sekali. Jaringan otak anak yang banyak mendapat stimulasi akan berkembang mencapai 80% pada usia 3 tahun. Jika anak tidak pernah diberi stimulasi maka jaringan otak akan menurun, hal ini memiliki kecenderungan akan mengurangi kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang. Stimulasi tumbuh kembang bayi/balita menggunakan Kuesioner Pra Skrinng Perkembangan (KPSP) merupakan salah satu metode stimulasi yang dapat digunakan untuk mendeteksi tumbuh kembang balita. Oleh karena itu penting sekali untuk meningkatkan keterampilan Kader Posyandu dalam menggunakannya KPSP. Output dari penggunaan KPSP ini akan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan tumbuh kembang balita di Posyandu ini tidak hanya meningkatkan status kesehatan dan gizi balita tetapi juga mental, emosional, sosial dan kemandirian balita berkembang secara optimal.

Pelatihan KPSP pada kader Posyandu berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kader dalam mendeteksi perkembangan balita.Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan motivasi setelah pelatihan.Diharapkan peningkatan ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan dan perkembangan anak di wilayah Puskesmas Tanjungbumi.

Selanjutnya, penelitian dapat difokuskan pada uji efektivitas penggunaan KPSP dalam jangka panjang untuk menilai dampaknya terhadap perkembangan sosial dan emosional balita; meneliti faktor-faktor motivasional yang memengaruhi penggunaan KPSP oleh kader Posyandu serta strategi intervensi untuk meningkatkan keikutsertaan kader di daerah terpencil; dan mengkaji integrasi teknologi digital, seperti aplikasi mobile, untuk memudahkan pelatihan dan pengumpulan data KPSP sehingga dapat mempercepat proses deteksi dini dan respon intervensi di lapangan.

Read online
File size400.7 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test