BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL

Jurnal Cakrawala IlmiahJurnal Cakrawala Ilmiah

Masalah gizi kurang pada balita merupakan masalah aktual di Kabupaten Merauke. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Dukungan Keluarga dan Status Gizi. Jenis penelitian ini merupakan survei analitik dengan rancangan cross-sectional study. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Samkai Kabupaten Merauke. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai anak balita yang berdomisili di lingkup wilayah kerja Puskesmas Samkai. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dan status gizi balita. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi sumber program penanggulangan masalah gizi kurang pada balita.

Karakterisitik responden menunjukkan sebagian besar keluarga balita adalah keluarga kecil dimana anggotanya ≤4 orang (54%), Mayoritas Ibu berpendidikan SMA (49%), merupakan IRT (56,6%), dan dengan tipe keluarga inti (69,8%).Mayoritas keluarga telah mendapatkan dukungan informasional, penilaian, instrumental, dan penghargaan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan nitrisi anak dalam mencapai tumbuh kembangnya.Status Gizi Balita menunjukkan bahwa sebagian besar balita berstatus gizi baik (76,4%).Mayoritas balita telah mendapatkan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang seimbang.Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan status gizi pada balita p value = 0,000.Semakin optimal dukungan keluarga maka semakin baik pula status gizi balita.Sebaliknya semakin kecil dukungan yang diberikan keluarga semakin buruk status gizi balita.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut faktor-faktor lain yang mempengaruhi status gizi balita, seperti pola asuh dan dukungan keluarga, serta hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan status gizi. Kedua, penelitian dapat fokus pada intervensi yang dapat meningkatkan dukungan keluarga dalam pemenuhan gizi balita, seperti pelatihan atau edukasi bagi orang tua atau anggota keluarga. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi yang dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi balita, terutama di daerah-daerah terpencil atau dengan infrastruktur terbatas.

  1. Hubungan Karakteristik Keluarga Kurang Mampu dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kota Semarang |... ejournal.undip.ac.id/index.php/jmki/article/view/21475Hubungan Karakteristik Keluarga Kurang Mampu dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kota Semarang ejournal undip ac index php jmki article view 21475
  2. Home Page. home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies... Doi.OrgHome Page home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies Doi Org
  3. Dampak pola asuh dan usia penyapihan terhadap status gizi balita indeks BB/U | Masyudi | AcTion: Aceh... doi.org/10.30867/action.v4i2.174Dampak pola asuh dan usia penyapihan terhadap status gizi balita indeks BB U Masyudi AcTion Aceh doi 10 30867 action v4i2 174
  4. Hubungan Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Stunting | Anggraeni... jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/TIJHS/article/view/4856Hubungan Berat Badan Lahir Panjang Badan Lahir dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Stunting Anggraeni jurnal unmuhjember ac index php TIJHS article view 4856
Read online
File size318 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test