JQWHJQWH
Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's HealthAsfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab kematian pada neonatal di seluruh dunia. Badan organisasi kesehatan dunia (WHO) tahun 2017 jumlah kematian neonatal sebanyak 4,3 per 1000 kelahiran hidup. Di Somalia asfiksia menduduki peringkat pertama sebanyak 14,3%. Sedangkan di Indonesia sebesar 2,8 per 1000 kelahiran hidup. Dan di Kabupaten Muna masa gestasi menjadi faktor resiko terjadinya asfiksia, seperti kehamilan > 42 minggu beresiko 3,2 kali sedangkan kehamilan < 37 minggu beresiko asfiksia 2,06 kali. Di Jawa Timur kematian neonatus menempati urutan ketiga terbesar di Indonesia yaitu BBLR 42%, asfiksia 25% dan kelainan bawaan 16%. Dan pada tahun 2017 jumlah bayi yang meninggal sebesar 4.059, rata- rata perhari 11 bayi. Di RSUD dr. Soeroto Ngawi tahun 2019 jumlah bayi yang lahir sebanyak 2.836 dan yang asfiksia mulai bulan Oktober sampai Desember sebanyak 90 bayi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara masa gestasi dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD dr.Soeroto Ngawi. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian semua ibu yang melahirkan bayi di RSUD.Dr.Soeroto Ngawi pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2019 sebanyak 491 kelahiran. Besar sampel sebanyak 221. Variabel independen adalah masa gestasi dan variabel dependen asfiksia. Tehnik pengumpulan data menggunakan data skunder kemudian dianalisa menggunakan uji chi-square. Masa gestasi memiliki hubungan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir dimana hasil uji menunjukkan nila p 0,000 < 0,005.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara masa gestasi dengan asfiksia di RSUD Dr.Soeroto Kabupaten Ngawi tahun 2020 dengan hasil uji p=0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima.Hal ini berarti ada hubungan antara masa gestasi dengan asfiksia.
Penelitian ini telah menunjukkan hubungan penting antara masa gestasi dan kejadian asfiksia neonatorum. Untuk memperdalam pemahaman dan kontribusi terhadap upaya penurunan angka kematian neonatal, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat relevan. Pertama, perlu dipertimbangkan studi komparatif yang lebih luas untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor risiko dominan lainnya, seperti kualitas perawatan antenatal (ANC) atau adanya komplikasi persalinan seperti lilitan tali pusat atau kelainan plasenta, yang mungkin berinteraksi secara signifikan dengan masa gestasi dalam memicu asfiksia. Dengan demikian, peneliti dapat menggali lebih dalam penyebab multifaktorial yang kompleks, memberikan dasar yang lebih kuat untuk strategi pencegahan. Kedua, mengingat sifat analitik observasional cross-sectional dari penelitian saat ini, studi kohort prospektif yang menindaklanjuti ibu hamil dengan masa gestasi berisiko sejak trimester awal akan sangat bermanfaat. Ini memungkinkan pengujian efektivitas program intervensi antenatal terstruktur, misalnya edukasi gizi atau pemantauan janin yang intensif, dalam menurunkan kejadian asfiksia. Pertanyaan utamanya adalah apakah intervensi proaktif dan terarah mampu memperbaiki luaran kelahiran secara nyata. Ketiga, setelah mengidentifikasi hubungan ini, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang asfiksia pada tumbuh kembang neurologis dan kognitif bayi yang lahir dari masa gestasi berisiko hingga usia anak-anak. Studi ini akan memberikan wawasan kritis mengenai beban kesehatan jangka panjang dan kebutuhan akan program rehabilitasi dini, misalnya dengan pertanyaan tentang hubungan antara derajat keparahan asfiksia dengan pencapaian perkembangan anak pada usia prasekolah. Dengan fokus pada aspek-aspek ini, penelitian dapat memberikan solusi yang lebih holistik dalam penanganan asfiksia neonatorum.
| File size | 263.23 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
ISTEKICSADABJNISTEKICSADABJN Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari remaja yang dipilih menggunakan teknik samplingPenelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari remaja yang dipilih menggunakan teknik sampling
UNIMMANUNIMMAN 044) with work accidents, while length of service (p=0. 596) showed no relationship. These findings are expected to serve as a basis for preventing work044) with work accidents, while length of service (p=0. 596) showed no relationship. These findings are expected to serve as a basis for preventing work
UNIMMANUNIMMAN Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan kondisi di mana selaput ketuban pecah sebelum proses persalinan dimulai. Kondisi ini dapat terjadi pada kehamilan cukupKetuban Pecah Dini (KPD) merupakan kondisi di mana selaput ketuban pecah sebelum proses persalinan dimulai. Kondisi ini dapat terjadi pada kehamilan cukup
UNIMMANUNIMMAN Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 menunjukkan cakupan nasional sebesar 67,96%, di bawah target RPJMN yaitu 70%. Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 menunjukkan cakupan nasional sebesar 67,96%, di bawah target RPJMN yaitu 70%. Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,
UNIMMANUNIMMAN Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhanStatus gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhan
UNIMMANUNIMMAN Namun, meskipun perkembangan ini menjanjikan, masih terdapat sejumlah tantangan yang signifikan. Di antaranya adalah keterbatasan infrastruktur digitalNamun, meskipun perkembangan ini menjanjikan, masih terdapat sejumlah tantangan yang signifikan. Di antaranya adalah keterbatasan infrastruktur digital
UNIMMANUNIMMAN La Palaloi Kabupaten Maros dapat disimpulkan bahwa terapi kombinasi menggunakan rifampicin dan isoniazid merupakan terapi yang lebih cost-effective dibandingkanLa Palaloi Kabupaten Maros dapat disimpulkan bahwa terapi kombinasi menggunakan rifampicin dan isoniazid merupakan terapi yang lebih cost-effective dibandingkan
UNIMMANUNIMMAN Penggunaan Mobile JKN belum sepenuhnya tepat sasaran karena adanya kendala teknis dan keterbatasan akses bagi beberapa peserta. Peningkatan efektivitasPenggunaan Mobile JKN belum sepenuhnya tepat sasaran karena adanya kendala teknis dan keterbatasan akses bagi beberapa peserta. Peningkatan efektivitas
Useful /
ITLITL Metode Pareto yang digunakan mengungkapkan bahwa pengembalian tertinggi dari pelanggan berjumlah 241 kaleng cat tembok senilai Rp.46.626.800. Alasan terbesarMetode Pareto yang digunakan mengungkapkan bahwa pengembalian tertinggi dari pelanggan berjumlah 241 kaleng cat tembok senilai Rp.46.626.800. Alasan terbesar
UNIMMANUNIMMAN Kadar vitamin C tertinggi ditemukan pada ekstrak bawang hitam (51,516 mg/100 g), sementara aktivitas antioksidan terkuat ditunjukkan oleh bawang hitamKadar vitamin C tertinggi ditemukan pada ekstrak bawang hitam (51,516 mg/100 g), sementara aktivitas antioksidan terkuat ditunjukkan oleh bawang hitam
UNIMMANUNIMMAN Dibuat sediaan liposom dengan konsentrasi 1% ekstrak daun ubi jalar ungu, hasil yang didapatkan liposom berbentuk bola dan ada yang berbentuk lonjong,Dibuat sediaan liposom dengan konsentrasi 1% ekstrak daun ubi jalar ungu, hasil yang didapatkan liposom berbentuk bola dan ada yang berbentuk lonjong,
UHTUHT Penyakit Ginjal Kronis (PGK) secara signifikan berdampak pada kesehatan global karena morbiditas yang ditimbulkannya. Penyakit ini ditandai dengan kerusakanPenyakit Ginjal Kronis (PGK) secara signifikan berdampak pada kesehatan global karena morbiditas yang ditimbulkannya. Penyakit ini ditandai dengan kerusakan