UNIMMANUNIMMAN
Jurnal Kesehatan AmanahJurnal Kesehatan AmanahPenanganan TBC membutuhkan terapi jangka panjang menggunakan obat anti-tuberkulosis (OAT), baik secara tunggal maupun kombinasi. Penggunaan terapi kombinasi dinilai lebih efektif dalam mencegah resistensi obat dan meningkatkan keberhasilan pengobatan. Namun, pemilihan metode terapi juga dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi, mengingat biaya pelayanan kesehatan terus meningkat. Oleh karena itu, diperlukan analisis farmakoekonomi khususnya Cost Effectiveness Analysis (CEA) untuk membandingkan biaya dan efektivitas dari dua alternatif pengobatan, yakni terapi OAT tunggal dan kombinasi. Cost Effectiveness Analysis (CEA) adalah jenis analisis farmakoekonomi di mana semua biaya dibandingkan dengan efek dari dua atau lebih pilihan pengobatan. Pengobatan OAT secara tunggal adalah tindakan medis yang dilakukan oleh penderita tuberculosis, sedangkan Pengobatan kombinasi adalah metode pengobatan yang terdiri dari dua atau lebih obat atau teknik pengobatan digunakan bersamaan untuk meningkatkan efektivitas pengobatan, mengurangi risiko resistensi, atau memperbaiki hasil klinis. Metode penelitian adalah non- eksperimental deskriptif, data yang diteliti bersifat retrospektif dengan menggunakan data sekunder rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan pengobatan tuberkulosis paru menggunakan terapi kombinasi (rifampicin dan isoniazid) lebih cost-effective dengan nilai ACER Rp132.182 dibandingkan dengan terapi tunggal (etambutol) dengan nilai ACER Rp170.536 dan nilai ICER terapi kombinasi dan tunggal yaitu Rp 119.857.
Berdasarkan hasil penelitian tentang cost effectiveness analysis (CEA) yang telah dilakukan di RSUD dr.La Palaloi Kabupaten Maros dapat disimpulkan bahwa terapi kombinasi menggunakan rifampicin dan isoniazid merupakan terapi yang lebih cost-effective dibandingkan terapi tunggal menggunakan etambutol yang dapat dilihat dari nilai ACER terapi kombinasi sebesar Rp132.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas dan efisiensi biaya pengobatan tuberkulosis, seperti faktor demografis, kondisi medis pasien, dan faktor-faktor sosial-ekonomi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis biaya-manfaat yang lebih komprehensif, termasuk analisis biaya tak langsung dan dampak sosial-ekonomi pengobatan tuberkulosis. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dan biaya pengobatan kombinasi yang berbeda, termasuk kombinasi obat yang lebih baru dan inovatif, untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan mengurangi risiko resistensi obat.
- Analisis Farmakoekonomi (Cost Effectiveness Analysis) Penggunaan Terapi Infus Imunoglobulin Intravena... doi.org/10.22146/farmaseutik.v18i1.71903Analisis Farmakoekonomi Cost Effectiveness Analysis Penggunaan Terapi Infus Imunoglobulin Intravena doi 10 22146 farmaseutik v18i1 71903
- The Relationship between Information Seeking and Treatment-Seeking Behavior in Pulmonary Tuberculosis... journal.ammardharmafoundation.my.id/index.php/ijnhc/article/view/6The Relationship between Information Seeking and Treatment Seeking Behavior in Pulmonary Tuberculosis journal ammardharmafoundation my index php ijnhc article view 6
- Analisis Determinan Tuberculosis di Kota Makassar | Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI).... jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/MPPKI/article/view/3038Analisis Determinan Tuberculosis di Kota Makassar Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia MPPKI jurnal unismuhpalu ac index php MPPKI article view 3038
| File size | 1.13 MB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
DINASTIREVDINASTIREV Dengan demikian, kerangka hukum yang ada cukup memadai, namun menuntut harmonisasi regulasi, penguatan kelembagaan, serta budaya kepatuhan agar inovasiDengan demikian, kerangka hukum yang ada cukup memadai, namun menuntut harmonisasi regulasi, penguatan kelembagaan, serta budaya kepatuhan agar inovasi
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang menjalani pemeriksaanPenelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang menjalani pemeriksaan
JURNALSENIORJURNALSENIOR Evaluasi menunjukkan ketepatan indikasi (100%), ketepatan pasien (100%), ketepatan pemilihan obat (100%), ketepatan dosis (95,31%), dan ketepatan waktuEvaluasi menunjukkan ketepatan indikasi (100%), ketepatan pasien (100%), ketepatan pemilihan obat (100%), ketepatan dosis (95,31%), dan ketepatan waktu
SUBSETSUBSET Model yang telah dibuat pada penelitian ini kemudian telah di-deploy ke dalam bentuk prediksi berbasis web, menggunakan streamlit dari Python. Hal iniModel yang telah dibuat pada penelitian ini kemudian telah di-deploy ke dalam bentuk prediksi berbasis web, menggunakan streamlit dari Python. Hal ini
UNIDAYANUNIDAYAN Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah metode waterfall, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi,Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah metode waterfall, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi,
UNIDAYANUNIDAYAN Pekerjaan membuka dan menutup jendela rumah secara manual membutuhkan perhatian khusus, terutama ketika terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba yang dapatPekerjaan membuka dan menutup jendela rumah secara manual membutuhkan perhatian khusus, terutama ketika terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba yang dapat
UMNUMN Selanjutnya dilakukan metode sosialisasi, dimana pada kegiatan sosialisasi ini akan diberikan penjelasan baik kepada pihak puskesmas maupun kepada pasienSelanjutnya dilakukan metode sosialisasi, dimana pada kegiatan sosialisasi ini akan diberikan penjelasan baik kepada pihak puskesmas maupun kepada pasien
UMIUMI Hasil ini diharapkan memberikan wawasan lebih baik untuk pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan penyakit jantung koroner, serta meningkatkan layananHasil ini diharapkan memberikan wawasan lebih baik untuk pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan penyakit jantung koroner, serta meningkatkan layanan
Useful /
UNIMMANUNIMMAN 9%), long work experience (51 respondents; 60. 7%), high supervision (52 respondents; 61. 9%), and conducive housekeeping (49 respondents; 58. 7%). Bivariate9%), long work experience (51 respondents; 60. 7%), high supervision (52 respondents; 61. 9%), and conducive housekeeping (49 respondents; 58. 7%). Bivariate
UNIMMANUNIMMAN Oleh karena itu, keberhasilan transformasi digital di sektor kesehatan tidak hanya bergantung pada teknologi semata. Hal ini juga memerlukan kesiapan organisasiOleh karena itu, keberhasilan transformasi digital di sektor kesehatan tidak hanya bergantung pada teknologi semata. Hal ini juga memerlukan kesiapan organisasi
UNIMMANUNIMMAN Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di RS Nur Hidayah. Metode penelitian kuantitatif denganPenelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di RS Nur Hidayah. Metode penelitian kuantitatif dengan
UNIDAYANUNIDAYAN Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan registrasi, login, mengakses informasi jadwal dan tarif pengiriman, serta melakukan pemesanan paket.Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan registrasi, login, mengakses informasi jadwal dan tarif pengiriman, serta melakukan pemesanan paket.