UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI

Jurnal Mahasiswa KesehatanJurnal Mahasiswa Kesehatan

Fluor albus merupakan gejala yang sering dialami oleh sebagian besar wanita. Fluor albus dapat bersifat fisiologis ataupun patologis. Otak mengalami stres maka akan mempengaruhi hipotalamus dan hipotalamus mempengaruhi hormon kortisol menyebabkan flora normal pada vagina menjadi hiper aktif dan menyebabkan keputihan. Vulva hygiene yang kurang baik dapat menyebabkan keputihan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri di Desa Marabose Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara Tahun 2025 yaitu 16 responden, teknik pengambilan sampel adalah teknik accidental sampling dengan menggunakan uji spearman rank. Berdasarkan hasil uji statistik Spearmans rho diperoleh nilai p (p value) 0,013 dimana nilai α = 0,05 sehingga p < α maka H1 diterima H0 ditolak artinya terdapat hubungan antara Depression Anxiety Stress dan fluor albus pada remaja putri di Desa Marabose Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara Tahun 2025. Berdasarkan hasil uji statistik Spearmans rho diperoleh nilai p (p value) 0,009 dimana nilai α 0,05, sehingga p <α maka H1 diterima H0 ditolak artinya terdapat hubungan antara vulva hygiene dengan kejadianfluor albus pada remaja putri kelas di Desa Marabose Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara Tahun 2025. Di harapkan bagi institusi pendidikan untuk melakukan upaya dalam meningkatkan pengetahuan kepada siswi tentang fluor albus.

Sebagian besar responden mengalami stres sedang dan memiliki kebersihan vulva yang kurang.Terdapat hubungan signifikan antara depression, anxiety, dan stres dengan kejadian fluor albus pada remaja putri di Desa Marabose, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara tahun 2025.Selain itu, kebersihan vulva juga berhubungan dengan kejadian fluor albus pada populasi yang sama.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji apakah program edukasi terstruktur tentang kebersihan vulva, yang melibatkan pelatihan praktik dan materi penyuluhan di sekolah, dapat menurunkan prevalensi fluor albus pada remaja putri di daerah pedesaan sejenis dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Selain itu, diperlukan studi kohort longitudinal yang memantau tingkat stres, strategi koping, dan kejadian fluor albus selama periode satu tahun untuk memahami hubungan kausal antara faktor psikologis dan perubahan flora vagina. Selanjutnya, penelitian eksperimental dapat menilai peran profil hormon, khususnya kortisol dan estrogen, sebagai mediator antara stres psikologis dan aktivitas flora vagina yang menyebabkan fluor albus, dengan mengukur kadar hormon secara berkala dan melakukan analisis mikrobiologi pada sampel vagina. Ketiga pendekatan ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk merancang intervensi preventif yang efektif serta memperluas pemahaman tentang mekanisme biologis dan sosial yang memengaruhi kesehatan reproduksi remaja.

Read online
File size300.93 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test