ISTEKICSADABJNISTEKICSADABJN

Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIAJurnal Ilmu Kesehatan MAKIA

Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada fase perkembangan dengan tingkat rasa ingin tahu yang tinggi serta kecenderungan mencoba hal-hal baru, termasuk dalam aspek perilaku seksual, sehingga berisiko terhadap terjadinya perilaku seks bebas. Perilaku tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik dari segi kesehatan fisik, psikologis, maupun sosial, dan telah menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat yang mendapat perhatian World Health Organization. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam pencegahan seks bebas pada remaja adalah tingkat pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan seks bebas pada remaja di Desa Sendang Agung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari remaja yang dipilih menggunakan teknik sampling tertentu. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan seks bebas pada remaja (p-value = 0,005; p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,391, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan remaja, maka semakin baik pula perilaku pencegahan seks bebas yang ditunjukkan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi memiliki peran penting sebagai upaya preventif dalam membentuk perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab pada remaja.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan seks bebas pada remaja di Desa Sendang Agung (p-value = 0,005.Semakin tinggi tingkat pengetahuan remaja, semakin baik perilaku pencegahan seks bebas yang ditunjukkan.Namun, kekuatan hubungan sedang menunjukkan bahwa pengetahuan saja belum sepenuhnya menjamin terbentuknya perilaku pencegahan yang optimal.Oleh karena itu, upaya edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan serta dukungan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab pada remaja.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara remaja di wilayah perkotaan dan pedesaan untuk memahami perbedaan perilaku pencegahan seks bebas. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan seks bebas pada remaja, seperti peran orang tua, teman sebaya, dan pengaruh media sosial. Dengan demikian, upaya pencegahan perilaku berisiko di kalangan remaja dapat lebih efektif dan terarah.

Read online
File size229.66 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test