AHMAREDUCAHMAREDUC

Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian MasyarakatAhmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang prevalensinya masih tinggi di Indonesia, yang mana indeks DMF-T menurut Global Goals for Oral Health 2020 belum tercapai di Indonesia. Fissure sealant merupakan cara yang efektif mencegah karies gigi dan untuk mengantisipasi kecemasan dan kurang kooperatifnya anak, maka aplikasi sealant satu langkah menjadi pilihan yaitu dengan menggunakan komposit flowable. Tindakan preventif melalui fissure sealant pada molar pertama anak usia 1 - 12 tahun bertujuan untuk pencegahan karies gigi sejak dini. Penyuluhan tentang fissure sealing dan pencegahan karies gigi diberikan kepada orang tua, kemudian dilakukan screening untuk mendata anak yang mempunyai indikasi fissure sealant. Sebanyak 37 anak yang diperiksa dengan 15 anak yang mempunyai indikasi fissure sealant. Tindakan fissure sealant diberikan pada 15 anak di klinik dokter gigi karena kurangnya fasilitas di posyandu dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Kegiatan pengabdian masyarakat di Posyandu Anyelir Kelurahan Tode Kisar telah berhasil melaksanakan tindakan preventif berupa pemberian fissure sealant berbahan flowable pada 15 anak.Selain itu, dilakukan pula edukasi mengenai cara menyikat gigi yang baik dan benar dengan metode fones kepada anak dan orang tua.Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung program Puskesmas Kupang Kota dan terus dilanjutkan secara kolaboratif.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas penerapan program fissure sealing berbasis posyandu dibandingkan dengan klinik gigi, untuk mengetahui apakah layanan preventif bisa diberikan lebih luas meskipun dengan keterbatasan fasilitas. Kedua, penting untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari penggunaan komposit flowable sebagai sealant satu langkah terhadap insiden karies pada molar pertama permanen anak usia 6-12 tahun, termasuk tingkat retensi bahan dan kepatuhan kunjungan tindak lanjut. Ketiga, perlu dikaji bagaimana peran kader posyandu dalam mempertahankan perilaku pencegahan karies gigi setelah edukasi, serta sejauh mana mereka dapat menjadi agen perubahan dalam komunitas kecil, terutama di daerah terpencil dengan akses layanan kesehatan gigi yang terbatas. Ketiga saran ini dapat membantu merancang intervensi kesehatan gigi anak yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas.

  1. 0. pdf obj endobj xref trailer startxref eof gd doi.org/10.5005/jp-journals-10024-23120 pdf obj endobj xref trailer startxref eof gd doi 10 5005 jp journals 10024 2312
  1. #program edukasi#program edukasi
  2. #perilaku pencegahan#perilaku pencegahan
Read online
File size105.48 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-1CU
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test