USKUSK
Cakradonya Dental JournalCakradonya Dental JournalUsia paling rentan terhadap masalah gigi dan mulut adalah pada masa anak‑anak dan remaja. Pemahaman mengenai menjaga kesehatan gigi dan mulut serta cara pencegahannya sangatlah penting pada masa ini. Salah satu cara meningkatkan pemahaman adalah mengedukasi mereka menggunakan sumber atau media yang tepat. Remaja biasanya memilih penggunaan WhatsApp daripada Facebook, Instagram, Line dan platform media sosial lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas grup WhatsApp sebagai alat pengajaran untuk kesadaran kesehatan gigi dan mulut remaja. Sebuah penelitian cross‑sectional dengan total sampel sebanyak 97 orang. Formulir survei dan materi edukasi dibagikan kepada peserta penelitian secara online melalui grup WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah peserta pada kelompok pengetahuan baik meningkat dari 62 orang (63,9%) menjadi 78 orang (80,4%) antara pretest dan posttest, sedangkan pada kelompok pengetahuan cukup mengalami penurunan dari 35 orang (36,1%) menjadi 19 orang (19,6%) dan tidak ada subjek berada pada kelompok pengetahuan kurang. Uji Wilcoxon memperlihatkan terdapat pengaruh tingkat pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi melalui grup WhatsApp, p = 0,000 (<0,05). Disimpulkan bahwa edukasi yang disampaikan melalui grup WhatsApp efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut remaja.
Edukasi yang diberikan melalui grup WhatsApp selama satu bulan dinyatakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja terhadap kesehatan gigi dan mulut.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi apakah peningkatan pengetahuan yang diperoleh melalui grup WhatsApp dapat diubah menjadi perubahan perilaku nyata dalam perawatan gigi, misalnya dengan mengukur frekuensi menyikat gigi atau kunjungan ke dokter gigi; selain itu, penting untuk menguji efektivitas media edukasi serupa pada populasi remaja yang lebih beragam secara geografis dan sosial‑ekonomi, sehingga dapat menilai apakah temuan ini dapat digeneralisasikan di luar satu sekolah tertentu; terakhir, studi longitudinal dengan periode intervensi dan observasi yang lebih lama (misalnya enam bulan hingga satu tahun) dapat membantu menilai keberlanjutan pengetahuan dan dampaknya terhadap indikator kesehatan mulut seperti kejadian karies atau gingivitis, serta membandingkan WhatsApp dengan platform digital lain seperti aplikasi edukasi berbasis video atau media sosial lainnya.
| File size | 198.43 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
USKUSK Seorang laki-laki berusia 41 tahun menderita GGK dan sedang dirawat inap di Bangsal Mawar, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Pasien mengeluhkan bercak putihSeorang laki-laki berusia 41 tahun menderita GGK dan sedang dirawat inap di Bangsal Mawar, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Pasien mengeluhkan bercak putih
GUNUNGSARIGUNUNGSARI Dapat disimpulkan bahwa responden di wilayah kerja UPTD Puskesmas Mahaleta dalam aspek kondisi sanitasi sarana air bersih masih banyak yang tidak memenuhiDapat disimpulkan bahwa responden di wilayah kerja UPTD Puskesmas Mahaleta dalam aspek kondisi sanitasi sarana air bersih masih banyak yang tidak memenuhi
UNISA BANDUNGUNISA BANDUNG Hasil penelitian menunjukan karakteristik responden sebagian besar berusia 20-35 (83,3%), berpendidikan dasar (50%), tidak bekerja (100%), paritas multiparaHasil penelitian menunjukan karakteristik responden sebagian besar berusia 20-35 (83,3%), berpendidikan dasar (50%), tidak bekerja (100%), paritas multipara
USKUSK Merokok dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke, yang merupakan penyebab utama kematian di dunia. Remaja adalah kelompokMerokok dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke, yang merupakan penyebab utama kematian di dunia. Remaja adalah kelompok
USKUSK Pasien perempuan berusia 49 tahun datang ke RSUD Sultan fatah Demak dengan gejala klinis mengarah pada abses submandibula, dimana terdapat keluhan pipiPasien perempuan berusia 49 tahun datang ke RSUD Sultan fatah Demak dengan gejala klinis mengarah pada abses submandibula, dimana terdapat keluhan pipi
USKUSK Pasien memiliki disabilitas intelektual, belum dapat berkomunikasi, dan pasien tidak bisa bekerja sama untuk dilakukan perawatan gigi dan mulut di kursiPasien memiliki disabilitas intelektual, belum dapat berkomunikasi, dan pasien tidak bisa bekerja sama untuk dilakukan perawatan gigi dan mulut di kursi
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Cara yang tepat digunakan yaitu dengan DSME (Diabetes Self Management Education) pada remaja. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan setelah dilakukanCara yang tepat digunakan yaitu dengan DSME (Diabetes Self Management Education) pada remaja. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan setelah dilakukan
USKUSK Faktor-faktor ini dapat berasal dari rongga mulut bayi, kulit puting ibu, kebersihan tangan ibu dan bayi, serta peralatan makan dan minum bayi. DiagnosisFaktor-faktor ini dapat berasal dari rongga mulut bayi, kulit puting ibu, kebersihan tangan ibu dan bayi, serta peralatan makan dan minum bayi. Diagnosis
Useful /
USKUSK Koreksi gigitan terbuka pada pasien ini juga ditunjang dengan penggunaan box elastic di bagian anterior sejak awal perawatan. Selain penggunaan box elastic,Koreksi gigitan terbuka pada pasien ini juga ditunjang dengan penggunaan box elastic di bagian anterior sejak awal perawatan. Selain penggunaan box elastic,
USKUSK Tujuan laporan kasus ini yaitu untuk menyampaikan keberhasilan perawatan kasus maloklusi kelas I disertai crowding moderat mandibula dan crossbite anteriorTujuan laporan kasus ini yaitu untuk menyampaikan keberhasilan perawatan kasus maloklusi kelas I disertai crowding moderat mandibula dan crossbite anterior
UNUBLITARUNUBLITAR Prestasi belajar salah satunya dipengaruhi oleh faktor motivasi belajar. Pada penelitian ini, subjek mempunyai permasalahan dalam akademiknya. Hal iniPrestasi belajar salah satunya dipengaruhi oleh faktor motivasi belajar. Pada penelitian ini, subjek mempunyai permasalahan dalam akademiknya. Hal ini
USKUSK Salah satu cara pemberian pelatihan Komunikasi Efektif melalui metode Situation Background Assessment Rekomendasi (SBAR). Tujuan penelitian ini adalahSalah satu cara pemberian pelatihan Komunikasi Efektif melalui metode Situation Background Assessment Rekomendasi (SBAR). Tujuan penelitian ini adalah